Search This Blog

Showing posts with label pascasarjana. Show all posts
Showing posts with label pascasarjana. Show all posts
TESIS HUBUNGAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA DAN SEKOLAH DENGAN PEMBENTUKAN PERILAKU SISWA

TESIS HUBUNGAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA DAN SEKOLAH DENGAN PEMBENTUKAN PERILAKU SISWA

(KODE : PASCSARJ-1157) : TESIS HUBUNGAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA DAN SEKOLAH DENGAN PEMBENTUKAN PERILAKU SISWA (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pada umumnya, anak-anak semenjak dilahirkan sampai menjadi manusia dewasa, menjadi orang yang dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab sendiri dalam masyarakat, serta mengalami perkembangan. Baik atau buruknya hasil perkembangan anak itu terutama bergantung kepada pendidikan yang diterima anak itu dari berbagai lingkungan pendidikan yang dialaminya.
Adapun menurut Ngalim, macam-macam lingkungan (tempat) pendidikan itu adalah : 
a. Lingkungan keluarga,
b. Lingkungan sekolah,
c. Lingkungan kampung,
d. Lingkungan perkumpulan pemuda,
e. Lingkungan negara dan sebagainya.
Kelima macam lingkungan tersebut dapat digolongkan menjadi tiga golongan besar, yaitu : 
a. Lingkungan keluarga, yang disebut juga lingkungan pertama
b. Lingkungan sekolah, yang disebut juga lingkungan kedua
c. Lingkungan masyarakat, yang disebut juga lingkungan ketiga.
Setiap orang tua dan semua guru ingin membina anak agar menjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat, dan sikap mental yang sehat, serta akhlak yang terpuji. Semua itu dapat diusahakan melalui pendidikan, baik formal (di sekolah) maupun informal (di rumah oleh orang tua). Setiap pengalaman yang dilalui anak, baik melalui penglihatan, pendengaran maupun perlakuan yang diterima akan ikut menentukan pembinaan pribadinya.
Orang tua adalah Pembina pribadi yang pertama dalam kehidupan anak. Kepribadian orang tua, sikap dan cara hidup mereka merupakan unsur-unsur pendidikan tak langsung, yang dengan sendirinya akan masuk ke dalam pribadi anak yang sedang tumbuh. Sikap anak terhadap guru agama dan pendidikan agama di sekolah sangat di pengaruhi oleh sikap orang tua terhadap agama dan guru agama khususnya.
Hubungan orang tua sangat mempengaruhi pertumbuhan jiwa anak. Hubungan yang serasi, penuh pengertian dan kasih sayang akan membawa pada pembinaan pribadi yang tenang, terbuka dan mudah dididik, karena ia mendapat kesempatan yang cukup dan baik untuk tumbuh dan berkembang. Sebaliknya, hubungan orang tua yang tak serasi, banyak perselisihan dan percekcokan akan membawa anak pada pribadi yang sukar dan tak mudah dibentuk, karena ia tak mendapatkan suasana yang kondusif untuk berkembang. Tentunya, semua itu akan berpengaruh pada jenjang pendidikan berikutnya di sekolah, yang terealisasi dalam sikapnya terhadap guru, termasuk dalam guru agamanya.
Guru agama mempunyai tugas yang cukup berat, yaitu ikut membina pribadi anak di samping mengajarkan pengetahuan agama kepada anak. Guru agama harus membawa anak didik ke arah pribadi yang sehat dan baik. Setiap guru agama di sekolah harus menyadari bahwa segala yang terefleksi dari dirinya akan menjadi unsur pembinaan yang lebih dominan bagi anak didik daripada pengajarannya secara langsung.
Islam memandang bahwa sesungguhnya keluarga adalah pondasi bagi masyarakat. Sesungguhnya pernikahan adalah pondasi bagi keluarga. Oleh karena itu Islam menganjurkan pernikahan, memudahkan jalanya, menghilangkan faktor ekonomi yang menjadi penghalang bagi jalanya, baik dengan pendidikan maupun dengan perundang-undangan. Allah dan Rasul-Nya membenci semua hal tersebut. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Ar-Rum (30) : 21 : 
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Q.S. 30 : 21)
Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : 
“Wanita itu dinikahi karena empat faktor, yaitu : karena hartanya, karena kecantikannya, karena kedudukannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang berpegang pada agama, niscaya engkau akan bahagia”. (HR. Abu Daud).
Islam mempermudah jalan-jalan halal, menutup rapat pintu-pintu menuju perbuatan haram, termasuk perbuatan asusila, mempertontonkan diri dan perhiasan, dalam audio dan visual, kisah, drama yang lainnya. Terlebih lagi alat-alat komunikasi-informasi yang hampir memasuki setiap rumah dan sampai kepada semua mata dan telinga.
Islam juga membangun hubungan antara orang tua dan anak berupa kewajiban untuk membimbing anak dengan sempurna, baik dari segi materi, moril maupun akhlak. Ini merupakan kewajiban orang tua. Adapun dari pihak anak, kewajibannya adalah berbuat baik kepada orang tua.
Keluarga menurut para pendidik merupakan lapangan pendidikan yang pertama dan pendidiknya adalah kedua orang tua. Orang tua (bapak dan ibu) adalah pendidik kodrati. Mereka pendidik bagi anak-anaknya karena secara kodrati, ibu dan bapak diberikan anugerah oleh Tuhan Pencipta berupa naluri orang tua. Karena naluri ini, timbul rasa kasih sayang para orang tua kepada anak-anak mereka, hingga secara moral, keduanya merasa terkena beban tanggung jawab untuk memelihara, mengawasi, melindungi, dan membimbing keturunan mereka.
Dijelaskan dalam Hadis Rasulullah SAW., fungsi dan peran orang tua bahkan mampu membentuk arah keyakinan anak-anak mereka. Menurut beliau, setiap bayi yang dilahirkan sudah memiliki potensi untuk beragama, namun bentuk keyakinan agama yang akan dianut anak sepenuhnya bergantung pada bimbingan, pemeliharaan, dan pengaruh kedua orang tua mereka.
Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pihak khususnya keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang dikenal sebagai tri pusat pendidikan. Fungsi dan peranan tri pusat pendidikan itu, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan yakni membangun manusia Indonesia seutuhnya serta menyiapkan sumber daya manusia bermutu. Dengan demikian, pemenuhan fungsi dan peranan itu secara optimal merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan Pembangunan Nasional.
Maka dalam hal ini Keluarga merupakan tempat pertama dan sebagai dasar dalam menerapkan pendidikan agama, sehingga terlahir anak-anak yang agamis sebagai generasi penerus dan juga merupakan tanggung jawab bersama dalam menerapkan nilai-nilai agama, baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Adapun Sekolah atau lembaga pendidikan formal lainnya merupakan lingkungan kedua yang mempunyai pengaruh besar terhadap pembinaan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak atau generasi muda Indonesia.
Sekolah adalah lembaga pendidikan yang penting sesudah keluarga, karena semakin besar kebutuhan anak, maka orang tua menyerahkan tanggung jawab sebagian kepada lembaga sekolah ini. Sekolah berfungsi sebagai pembantu keluarga dalam mendidik anak. Sekolah memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anak mengenai apa yang tidak dapat atau tidak ada kesempatan orang tua untuk memberikan pendidikan dan pengajaran di dalam keluarga.
Tugas guru dan pemimpin sekolah disamping memberikan ilmu pengetahuan-pengetahuan, keterampilan, juga mendidik anak beragama. Disinilah sekolah berfungsi sebagai pembantu keluarga dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak didik.
Pendidikan budi pekerti dan keagamaan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah haruslah merupakan kelanjutan, setidak-tidaknya jangan bertentangan dengan apa yang diberikan dalam keluarga.
Bagi setiap muslim yang benar-benar beriman dan melaksanakan ajaran-ajaran Islam, mereka berusaha untuk memasukan anak-anaknya ke sekolah-sekolah yang diberikan pendidikan agama, atau ke sekolah umum yang memberikan pendidikan agama secara terpisah pada jam-jam tertentu.
Dalam hal ini mereka mengharapkan agar anak didiknya kelak memiliki kepribadian yang sesuai dengan ajaran Islam atau dengan kata lain berkepribadian yang seluruh aspeknya baik tingkah lakunya, kegiatan jiwanya maupun filsafat hidup akan kepercayaannya menunjukkan pengabdian kepada Tuhan penyerahan diri kepadaNya. 
Kewajiban sekolah adalah membantu keluarga dalam mendidik anak-anak. Dalam mendidik anak-anak itu, sekolah melanjutkan pendidikan anak-anak yang telah dilakukan orang tua di rumah. Berhasil baik atau tidaknya pendidikan di sekolah bergantung pada dan dipengaruhi oleh pendidikan di dalam keluarga.
Namun kenyataannya, banyak remaja dalam hal ini pelajar yang sedang belajar di SMK Negeri X sebagai generasi penerus yang memiliki beban tanggung jawab besar di masa yang akan datang, sebagai calon-calon pemimpin, ada sebagian siswa yang kurang menyadari tugasnya sebagai pelajar dengan perilaku yang tidak baik dengan melanggar tata tertib sekolah atau bertindak indisipliner, misalnya terlambat ke sekolah, tidak memakai atribut sekolah, judi, premanisme, membolos dan pelanggaran tata tertib yang lainnya. Padahal, disamping memperoleh bimbingan dari sekolah, mereka juga memperoleh bekal bimbingan dari orang tua mereka di rumah. Disamping belajar di sekolah, mereka juga sedang dalam proses pendewasaan diri. Dalam proses pendewasaan tersebut banyak mengalami pergolakan dalam diri mereka yang apabila dibiarkan tanpa adanya bimbingan/perhatian dari keluarga dan sekolah maka akan hidup penuh dengan kegelisahan, kecemasan, ketidakpastian serta kebingungan apalagi di era globalisasi saat ini. Dengan demikian, ada masalah yang menarik untuk diteliti, yaitu APAKAH PERILAKU SISWA SMK NEGERI X YANG KURANG BAIK ITU, ADA HUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA DAN SEKOLAH ?.
TESIS MANAJEMEN MUTU TERPADU (MMT) DI SD NEGERI X

TESIS MANAJEMEN MUTU TERPADU (MMT) DI SD NEGERI X

(KODE : PASCSARJ-1156) : TESIS MANAJEMEN MUTU TERPADU (MMT) DI SD NEGERI X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN)


BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian
Kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan masyarakat. Laporan terbaru United Nation Development Programme (UNDP) tahun 2013 menyatakan, “Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2012 menduduki peringkat 121 dari 187 negara dengan skor 0,629”. Laporan tersebut juga menyebutkan, di antara negara ASEAN, IPM Indonesia masih di bawah Malaysia yang menempati peringkat 64 dengan skor 0,769; Singapura 18 (0,895); Thailand 103 (0,690); atau Brunei Darussalam yang berada di posisi 30 (0,855). Begitu pula jika dibandingkan IPM negara berkembang lainnya, seperti China yang menduduki peringkat 101 dengan skor 0,699; Meksiko di 61 (0,755); Korea di 12 (0,909); Turki di 90 (0,7222); Kolumbia di 91 (0,719); dan Mesir di 112 (0,662) (Whisnu, 2013 : 1). Masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dibanding dengan negara-negara ASEAN tersebut menunjukkan bahwa tingkat kualitas pendidikan di Indonesia belum juga menuju perbaikan yang signifikan. Berbagai masalah pendidikan berkaitan dengan masih rendahnya mutu pembelajaran yang dilaksanakan, baik mengenai kualitas pengajaran guru, kompetensi guru, output yang dihasilkan, kurikulum yang digunakan, bahkan mengenai kepemimpinan kepala sekolah masih menjadi sorotan utama. Kritik mengenai kualitas pendidikan di Indonesia banyak dikemukakan oleh para pakar pendidikan, peneliti bidang pendidikan, dan pemerhati pendidikan.
Tilaar (2006 : 5-6) mengemukakan bahwa, kemerosotan mutu pendidikan nasional tidak terletak kepada kemampuan intelegensi para siswa Indonesia, tetapi disebabkan oleh kesempatan yang tidak merata dalam memperoleh pendidikan yang baik pada anak-anak bangsa ini. Selain itu, kualitas pembinaan para guru, kesempatan belajar yang tersedia di dalam lingkungan sekolah dan masyarakat, serta biaya-biaya yang dibutuhkan di dalam pendidikan berkualitas rupa-rupanya belum secara merata dapat dinikmati oleh anak-anak bangsa. Sebagaimana telah diketahui bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum (standar isi), tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti : penguasaan para siswa terhadap isi yang telah digariskan di dalam kurikulum serta tersedianya sumber-sumber belajar yang memadai.
Hasairin (2008 : 10) menyatakan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara di dunia tetangga dan tidak terlepas dari tanggung jawab seluruh komponen bangsa Indonesia. Komponen yang harus bertanggung jawab adalah semua pihak yang berkepentingan (stakeholder) dalam dunia pendidikan, baik guru, orang tua siswa, Dinas Pendidikan, Departemen Agama, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), maupun DPR yang membawahi bidang pendidikan.
Umaedi (1999 : 1) juga menyebutkan bahwa mutu pendidikan selama ini kurang berhasil disebabkan strategi dan pengelolaannya tidak tepat sasaran.
Pertama, strategi pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifat input oriented. Strategi yang demikian lebih bersandar kepada asumsi bahwa bilamana semua input pendidikan (penyediaan buku-buku/materi ajar, alat-alat belajar, penyediaan sarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya telah dipenuhi, maka secara otomatis lembaga pendidikan (sekolah) akan dapat menghasilkan output (keluaran) yang bermutu sebagaimana yang diharapkan. Ternyata strategi input-output yang diperkenalkan oleh teori education production function tidak berfungsi sepenuhnya di lembaga pendidikan (sekolah) melainkan hanya terjadi dalam institusi ekonomi dan industri.
Kedua, pengelolaan pendidikan selama ini lebih bersifat macro oriented, diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat. Akibatnya, banyak faktor yang diproyeksikan di tingkat makro (pusat) tidak terjadi atau tidak berjalan sebagaimana mestinya di tingkat mikro (sekolah). Secara singkat dapat dikatakan bahwa kompleksitas cakupan permasalahan pendidikan seringkali tidak dapat terpikirkan secara utuh dan akurat oleh birokrasi pusat.
Dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan, bangsa Indonesia secara nyata telah melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk perbaikan mutu pendidikan. Kondisi nyata dari usaha perbaikan mutu sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan dapat kita lihat dalam bentuk program wajib belajar 9 tahun (6 tahun pada jenjang Sekolah Dasar dan 3 tahun pada jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Upaya ini lebih jauh dilakukan melalui berbagai cara seperti peningkatan sarana prasarana, perbaikan kualitas tenaga kependidikan, penyempurnaan manajemen, pembaharuan kurikulum, peningkatan anggaran, dan lain-lain. Namun hingga saat ini mutu pendidikan di Indonesia belum menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan.
Mutu pendidikan sendiri pada dasarnya dapat dilihat dari aspek proses pendidikan, outcome pendidikan, dan isi atau konten pendidikan (Hamzah, 2006 : 14). Ketiganya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Bila proses pendidikan berkaitan dengan bagaimana pendidikan itu berlangsung dengan mengikutsertakan segenap potensi dan sumberdaya yang tersedia maka outcome pendidikan lebih mencerminkan apa yang sudah dicapai oleh proses tersebut. Proses pendidikan menentukan kualitas hasil pendidikan yang akan diperoleh, sedangkan kualitas hasil pendidikan menjadi indikator dan feedback bagi perbaikan mutu pendidikan yang akan dilaksanakan selanjutnya.
Standar mutu bagi pelanggan memberikan jaminan produk atau jasa yang dihasilkan pemasok secara konsisten sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan. Dalam ISO 9001 : 2001, ada delapan elemen persyaratan, yaitu fokus pelanggan, kepemimpinan, partisipasi karyawan, pendekatan proses, pendekatan sistem, perbaikan terus-menerus, pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan dan hubungan timbal baik yang menguntungkan dengan pemasok. Di sini terlihat, filosofi mendasar standar mutu ISO adalah menekankan pencegahan daripada pengobatan, sedangkan landasan konsepnya adalah Plan, Do, Check, dan Action.
Berdasarkan konsepsi mutu dan standar mutu di atas, dalam upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu, kebutuhan akan pengelolaan atau manajemen yang memiliki fokus terhadap mutu menjadi suatu keharusan. Manajemen Mutu Terpadu (MMT) merupakan jawaban atas kebutuhan di atas. MMT merupakan proses kontinyu yang melibatkan segenap pegawai melalui organisasi dalam pemecahan masalah secara kreatif untuk meningkatkan kualitas atau mutu atas output dan proses. Ada tiga karakteristik utama dalam MMT yaitu customer focus, commitment to increment improvement dan emphasis on problem solving.
Ada lima aspek yang menjadi tolok ukur penerapan MMT dalam pendidikan yaitu : fokus pelanggan internal maupun eksternal, adanya keterlibatan total, standar baku mutu lulusan, komitmen, dan perbaikan yang berkelanjutan. Usaha untuk mengimplementasikan MMT pendidikan pada sekolah-sekolah perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut antara lain : kepemimpinan, pendidikan dan pelatihan, budaya (iklim organisasi), fokus pelanggan, metode ilmiah dan alat-alatnya, data-data yang bermakna, serta tim penyelesaian masalah (Syafarudin, 2002 : 57).
Pendidikan dimaksudkan untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada Bab II Pasal 3 dijelaskan bahwa : 
Tujuan diselenggarakannya pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Ini berari bahwa melalui pendidikan setiap orang akan dapat meningkatkan pengetahuan, penguasaan nilai-nilai dan keterampilan. Mutu menjadi penting dalam rancangan pendidikan sekolah oleh karena output yang dipersiapkan adalah sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan memecahkan masalah. Sekolah merupakan satuan pendidikan formal yang berfungsi sebagai organisasi jasa kemanusiaan (pembinaan potensi peserta didik) melalui berbagai kegiatan di sekolah sehingga akan meningkat pengetahuan, nilai-nilai kehidupan, dan keterampilan yang bermanfaat dalam hidupnya.
Studi pendahuluan di SD Negeri X menunjukkan bahwa mayoritas siswa berasal dari masyarakat dengan latar belakang pendidikan, dan ekonomi orangtua tergolong kelas bawah. Menurut Kepala Sekolah hal tersebut mempengaruhi tingkat perhatian terhadap belajar anak kurang intensif sehingga perhatian terhadap belajar anak cenderung rendah. Mereka menyerahkan pendidikan anak-anak mereka kepada sekolah. Berbicara mutu pendidikan bagi orangtua adalah jika anak-anak mereka telah lulus dan dapat diterima di sekolah lanjutan sesuai dengan harapan. Tetapi jika tidak dapat diterima di sekolah yang mereka inginkan berarti sekolah tidak bermutu. Kepala sekolah menangkap peluang kepercayaan orangtua sebagai potensi yang harus dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada mereka, agar sekolah tidak kehilangan pelanggan.
Upaya kepala sekolah untuk mewujudkan harapan pelanggan merupakan bagian dari tugas dan fungsinya sebagaimana disebutkan pada pasal 12 ayat 1 PP 28 Tahun 2009 bahwa : 
Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana.
Tugas dan tanggungjawab kepala sekolah sebagaimana kutipan di atas, sebagai penyelenggara pendidikan di sekolah memiliki peran dan fungsi selain sebagai Manajer, seorang kepala sekolah juga sebagai Leader (Pemimpin), Educator (Pendidik), Inovator, dan Motivator. Untuk menjalankan peran dan fungsinya diperlukan suatu sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi atau Manajemen Mutu Terpadu. Melalui Manajemen Mutu Terpadu pada institusi pendidikan diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “MANAJEMEN MUTU TERPADU (MMT) DI SD NEGERI X”.
TESIS INTERFERENSI DAN SIKAP BAHASA ASING DALAM PENULISAN NAMA BADAN USAHA SWASTA

TESIS INTERFERENSI DAN SIKAP BAHASA ASING DALAM PENULISAN NAMA BADAN USAHA SWASTA

(KODE : PASCSARJ-1155) : TESIS INTERFERENSI DAN SIKAP BAHASA ASING DALAM PENULISAN NAMA BADAN USAHA SWASTA (PROGRAM STUDI : LINGUISTIK)


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan masyarakat dapat mempengaruhi perubahan bahasa. Era globalisasi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan bahasa. Mudahnya informasi yang diperoleh, baik melalui media cetak, elektronik, maupun interaksi sosial dapat menyebabkan terjadinya perubahan bahasa. Adanya kontak antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain dapat memungkinkan terjadinya interferensi bahasa. Dengan demikian, salah satu perubahan bahasa adalah adanya interferensi bahasa.
Sejalan dengan itu, Alwasilah (1985:132) mengatakan bahwa setiap bahasa akan mengalami perubahan selama bahasa itu masih dipakai. Seringkali perubahan ini tidak kita sadari. Salah satu faktor yang mengakibatkan terjadinya perubahan bahasa karena pengaruh pemakaian bahasa lain. Hal ini sesuai dengan makna interferensi yang berarti adanya saling mempengaruhi antar bahasa. Pengaruh ini biasanya terlihat dalam peminjaman kosa kata dari bahasa lain.
Zabadi (2009:2) dalam makalahnya yang disampaikan pada Seminar Nasional di Hotel Grand Antares X, menyatakan masyarakat Indonesia yang berada dalam situasi kedwibahasaan sehingga memungkinkan terjadinya alih kode (code-switching), campur code (code-mixing), atau interferensi (interference). Di dalam keadaan seperti inilah bahasa Indonesia yang mereka pakai sering tidak lagi baik dan benar berdasarkan ukuran pemakaian kaidah bahasa Indonesia. Gejala ini menyebabkan perubahan situasi tindak tutur dari penggunaan bahasa daerah ke nasional, nasional ke daerah, nasional ke asing, atau asing ke nasional.
Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku dan bangsa sehingga mengakibatkan adanya multibahasa. Di samping itu bangsa Indonesia tergolong bangsa yang terbuka terhadap pengaruh budaya bangsa asing. Adanya multibahasa bahasa dan pengaruh budaya bangsa asing dapat mengakibatkan kontak bahasa antara bahasa yang satu dengan bahasa lain sehingga tidak terelakkan terjadi interferensi bahasa.
Kota X merupakan kota besar yang tidak menutup kemungkinan terjadinya interferensi bahasa. Masyarakat Kota X termasuk masyarakat bilingual dan multilingual yang dapat mengakibatkan adanya interferensi bahasa. Di dalam pengamatan sepintas ada kecenderungan masyarakat kota besar, termasuk Kota X, menggunakan bahasa asing, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan. Begitu pula halnya interferensi bahasa tidak hanya terjadi pada bahasa lisan tetapi bahasa tulisan. Tidak dapat dipungkiri bahwa interferensi bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia sangatlah tinggi, baik pada tataran fonologi, morfologi, maupun sintaksis. Contoh interferensi pada tataran fonologi antara lain singkatan ‘acc’ diucapkan [a-se-se] seharusnya dalam bahasa Indonesia diucapkan [a-c-c], singkatan ‘ac’ diucapkan [a-se] seharusnya dalam bahasa Indonesia [a-c]. Singkatan acc dan ac merupakan interferensi dari bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. Ada pula bahasa Indonesia yang ter interferensi fonologi bahasa asing, contohnya ‘kecapnya kecap abc’ di mana pengucapan ‘a-b-c’ diucapkan dengan [a-b-se,] seharusnya [a-b-c]. Contoh pada tataran morfologi adalah nama badan usaha perhotelan antara lain ‘Garuda Hotel’ seharusnya ‘Hotel Garuda’, dan ‘Hotel Grand Angkasa’ seharusnya ‘Hotel Angkasa Agung’. Contoh lain, Rumah Makan ACC. Banyak orang mengucapkannya Rumah Makan [a-se-se]. Contoh pada tataran sintaksis banyak terlihat pada penggunaan bahasa di tempat umum, seperti ‘No Smoking’ yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesianya adalah ‘Dilarang Merokok’
Di samping itu, dalam sejarah pemberian Anugerah Bahasa bernama Adibahasa yang diberikan oleh Pusat Bahasa, ternyata Provinsi Y tidak pernah mendapatkannya. Hal ini disebabkan Provinsi Y, khususnya Kota X, dinyatakan tidak tertib dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam surat-menyurat kedinasan maupun penulisan nama badan usaha. Khususnya, pemakaian bahasa pada nama badan usaha, masih banyak yang menggunakan bahasa asing.
Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Balai Bahasa X. Syarfina, dkk. (2009:61) menyebutkan masyarakat Kota X banyak melihat kata/istilah asing pada papan nama, papan reklame, nama gedung, spanduk dan lain-lain. Sebenarnya, mereka kurang bangga dengan banyaknya penggunaan kata asing di Kota X atau di sekitar tempat tinggalnya. Walaupun mereka suka menggunakan kata/istilah asing, mereka setuju pemerintah mengimbau para usahawan dan masyarakat menggunakan kata dari bahasa Indonesia untuk menamai papan nama atau papan reklame.
Data di atas menunjukkan bahwa interferensi bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia tidak dapat dihindari. Tingginya interferensi bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia mengakibatkan melemahnya jatidiri bahasa Indonesia. Hal itu karena interferensi bahasa akan mengakibatkan penyimpangan kaidah bahasa Indonesia, baik kaidah fonologi, morfologi, maupun sintaksis. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengindonesiaan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini merupakan pertaruhan harga diri bahasa Indonesia, seperti diungkapkan Badudu (1995:19) dengan adanya interferensi tersebut, kadang-kadang menguntungkan bahasa Indonesia, namun ada juga yang merugikan karena menyimpang dari struktur bahasa Indonesia.
Sejalan dengan itu, dalam UUD 1945, Pasal 36, menyebutkan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Hal ini berarti bahasa Indonesia harus dipelihara dan setiap warga negara wajib turut membinanya. Secara kelembagaan, pemerintah mendirikan Pusat Bahasa sebagai lembaga resmi untuk melakukan pembinaan bahasa Indonesia, seperti dengan membuat Rancangan Undang-Undang Kebahasaan yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Ruang lingkup kebahasaan terdiri dari lima bab. Bagian kesatu, Umum tertuang dalam pasal 25; bagian kedua, Penggunaan Bahasa Indonesia tertuang dalam pasal 26-40; bagian ketiga, Pengembangan, Pembinaan, dan Perlindungan Bahasa Indonesia, tertuang dalam pasal 41-43; bagian keempat, Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia tertuang dalam pasal 44; bagian kelima, Lembaga Kebahasaan tertuang dalam pasal 45.
Selanjutnya undang-undang yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia pada nama badan usaha terdapat dalam pasal 36 ayat 3 berbunyi, “Bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama bangunan atau gedung, jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks, perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia.”
Jika diamati saat ini, adanya kecenderungan penulisan papan nama badan usaha swasta di Kota X menggunakan bahasa asing, baik dalam tataran fonologi, gramatikal, leksikal, dan semantik. Secara kualitatif, penulisan nama badan usaha dideskripsikan dan dianalisis berdasarkan peraturan yang berlaku dalam penggunaan bahasa asing di Indonesia. Hal ini disebabkan kecenderungan menggunakan bahasa asing pada nama badan usaha memiliki alasan tersendiri bagi pengusaha.
Secara kuantitatif, penggunaan bahasa yang ter interferensi tersebut bergantung pada sikap bahasa pengusaha yang senang menggunakan bahasa asing, meniru jenis usaha lain, mengikuti tren masa kini, tidak mengetahui padanan bahasa asing dalam bahasa Indonesia, memudahkan masyarakat dalam mengingat nama usaha, tuntutan zaman dan teknologi, memiliki nilai prestise, dan mengundang ketertarikan konsumen. Oleh karena itu, penyelidikan faktor yang menyebabkan interferensi dari segi usia dan penghasilan, jenis kelamin, pendidikan, dan keturunan menjadi bagian dari kajian ini. Dengan demikian, penggunaan bahasa asing di wilayah Indonesia, khususnya Kota X, sebagai kajian interferensi menemukan alat bukti yang konkret dalam usaha penertiban bahasa asing di tempat umum, sekaligus usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia dalam penulisan nama badan usaha, kawasan, dan bangunan serta nama dan merek dagang.
Berdasarkan hal di atas, perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan interferensi dan sikap bahasa asing pengusaha dalam penulisan nama badan usaha swasta di Kota X.
TESIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA, PENYULUHAN KESEHATAN LANGSUNG, DAN MEDIA MASSA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA

TESIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA, PENYULUHAN KESEHATAN LANGSUNG, DAN MEDIA MASSA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA

(KODE : PASCSARJ-1154) : TESIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA, PENYULUHAN KESEHATAN LANGSUNG, DAN MEDIA MASSA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA (PROGRAM STUDI : KEPERAWATAN)


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang banyak terjadi di negara-negara tropis. Penyakit ini pun masih menjadi masalah kesehatan di dunia (Kemenkes RI, 2010) dan dikategorikan “re-emerging disease”. WHO (World Health Organization) dalam Malaria Report 2011 menyatakan bahwa malaria cenderung selalu meningkat dari tahun ke tahun. Data lima tahun terakhir menunjukkan bahwa pada tahun 2005 terdapat 83.551.210 kasus, tahun 2006 terdapat 85.573.379 kasus, tahun 2007 terdapat 86.746.527 kasus, tahun 2008 terdapat 74.585.630 kasus dan tahun 2009 terdapat 82.485.969 kasus. WHO (2011), melaporkan dari 106 negara yang dinyatakan endemis malaria terdapat 94.299.637 kasus malaria, 345.960 meninggal karenanya dan 2.426 kasus terjadi di Asia Tenggara selama tahun 2010.
Kondisi ini juga terpapar di Indonesia, populasi penduduk Indonesia hampir setengahnya tinggal di daerah endemik malaria (kecuali Pulau Jawa-Bali). WHO (2011) melaporkan bahwa terdapat 1.849.062 kasus dan 432 kasus meninggal selama tahun 2010. Terdapat 424 kabupaten/ kota endemis dari 576 kabupaten/ kota yang ada di Indonesia (Kemenkes, 2010).
Malaria juga merupakan penyakit yang mempengaruhi tingginya kematian terutama kelompok risiko tinggi, yaitu bayi, anak balita, dan ibu hamil. Malaria secara langsung menyebabkan anemia dan dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia (Kemenkes, 2010). Secara tidak langsung, malaria menyebabkan melemahnya perekonomian masyarakat. GF (Global Fund AIDS, Tuberculosis, and Malaria) (2009), menyatakan bahwa penyakit ini dianggap sebagai keadaan berbahaya yang mempengaruhi setengah dari populasi dunia dan menjadi lingkaran kemiskinan di beberapa negara berkembang. Menurut perhitungan para ahli ekonomi kesehatan, kasus malaria saat ini dapat menimbulkan kerugian ekonomi mencapai sekitar 3,3 triliun rupiah sebagai akibat dari tidak dapat bekerja selama satu minggu, biaya pengobatan dan lain-lain, belum termasuk biaya sosial seperti menurunnya tingkat kecerdasan anak dan menurunnya kualitas sumber daya manusia yang berdampak pada penurunan produktifitas (Kemenkes, 2010).
Penanggulangan penyakit malaria telah menjadi kerangka kerja pembangunan nasional, kerangka kerja ini sebagai implikasi dari kesepakatan MDGs (Millennium Development Goals) tahun 2015. Penanggulangan malaria dideklarasikan pula sebagai agenda kesepuluh Sidang WHA (World Health Assembly) di Swiss tahun 2011 (Kemenkes RI, 2011). Penurunan angka kejadian malaria menjadi 1 per 1000 penduduk merupakan indikator yang harus dicapai setiap negara yang menyepakati MDGs tersebut.
Pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular dilakukan melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi individu atau masyarakat, dan ditegaskan pula bahwa pencegahan penyakit menular wajib dilakukan oleh masyarakat melalui perilaku hidup sehat (Kemendagri, 2009). Artinya penanggulangan penyakit ini perlu dilakukan secara komprehensif sesuai dengan paradigma sehat pembangunan kesehatan saat ini, yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mencegah KLB (Kejadian Luar Biasa). Pencapaian hasil yang optimal dilakukan dengan upaya preventif dan kuratif yang berkualitas dan terintegrasi dengan lintas sektor, lintas program, dan lintas daerah (Kemenkes RI, 2010). Hal ini disebabkan karena malaria tidak mengenal batas-batas wilayah administratif (Bappenas, 2006).
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular menjadi upaya wajib (Kemenkes, 2004). Upaya wajib berarti upaya yang ditetapkan sebagai komitmen nasional dan global yang dianggap mampu menjadi daya ungkit tinggi dalam peningkatan derajat kesehatan manusia. Artinya penyakit malaria menjadi prioritas utama program di puskesmas.
Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2010-2014 telah ditetapkan target penurunan angka kejadian kasus malaria (Annual Parasite Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000 penduduk (Kemenkes, 2010). Angka kejadian malaria berdasarkan API sejak tahun 2005–2006 cenderung meningkat dari 2,93-3,14, namun tahun 2007-2011 dengan berbagai upaya pemerintah terjadi penurunan yang sangat tajam dari 2,87-1,75 (Kemenkes, 2012).
Setiap individu dapat terinfeksi plasmodium malaria, akan tetapi dalam keadaan vulnerable, risiko terinfeksi akan lebih tinggi. Keadaan ini akan bertambah lagi bila dipicu dengan faktor-faktor lain seperti usia, jenis, kelamin, ras, riwayat malaria sebelumnya, gaya hidup, sosial ekonomi, status gizi dan imunitas (Kemenkes, 2004). Sehingga, kondisi vulnerable yang dipicu dengan beberapa faktor di atas akan menyebabkan individu mudah terinfeksi malaria.
Penduduk yang tinggal di daerah endemik pun lebih rentan terkena penyakit malaria. Keadaan semacam ini akan meningkatkan risiko memburuknya status kesehatan masyarakat (Stanhope & Lancaster, 2004). Populasi yang rentan merupakan kelompok yang paling membutuhkan dilakukannya tindakan pencegahan dan proteksi terhadap penyakit (Jaspers dan Shoham, 1999; Webb dan Harinarayan, 1999). Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan adalah menghindari/ memproteksi dari agent penyebab malaria.
Agent penyebab malaria adalah protozoa dari genus plasmodium. Bila terjadi kontak yang efektif, agent ini akan lebih mudah menginfeksi pada individu/ keluarga vulnerable. Sedangkan, lingkungan di Indonesia cukup mendukung keberadaan penyakit malaria, seperti: lingkungan fisik (suhu, kelembaban udara, curah hujan, ketinggian, angin), lingkungan biologis dan lingkungan sosial-budaya (Kemenkes, 2004). Kondisi semacam ini semakin memudahkan agent malaria untuk menginfeksi individu/ keluarga yang vulnerable tersebut.
Suryantoro (2008) menemukan bahwa karakteristik lingkungan daerah endemis berpengaruh terhadap ada tidaknya kasus malaria di suatu daerah, adanya danau genangan air, kolam, pembenihan ikan merupakan tempat perkembangbiakan nyamuk anopheles sebagai vektor malaria. Begitu juga Darundiati (2010) yang menemukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna dari faktor lingkungan dengan angka kejadian malaria. Sedangkan Kurniawan (2008) menemukan bahwa faktor risiko kejadian malaria adalah keberadaan genangan air dekat rumah dan tingkat pengetahuan. Keadaan lingkungan yang endemis dapat meningkatkan angka kejadian penyakit malaria.
Penduduk yang tinggal di daerah endemis termasuk dalam kategori populasi rentan. Populasi ini sangat sensitif terhadap risiko yang berasal dari faktor biologis dan didukung dengan faktor ekonomi, sosial, dan gaya hidup. Interaksi hasil beberapa faktor risiko dalam meningkatkan kerentanan terhadap faktor-faktor lain, yang juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan individu (Sebastian & Burshy, 2000 dalam Rita Hammer, Barbara dan Pagliaro, 2006). Keluarga rentan pun memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terjangkitnya penyakit. Keadaan ini disebabkan karena keluarga rentan mempunyai keterbatasan sumber daya fisik dan emosional yang dapat mengancam tugas dan fungsi keluarga. Upaya yang dilakukan keluarga rentan dalam menyelesaikan masalah cenderung tidak tepat bahkan menyimpang (Hitchcock, 1999).
Penduduk yang tinggal di daerah endemik malaria tergolong dalam aggregate vulnerable. Swanson dan Nies (1997), rentan merupakan kondisi tidak terlindunginya dari pengaruh lingkungan. Peneliti juga mengemukakan karakteristik rentan terdiri atas fisik, lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penduduk yang tinggal di daerah endemik malaria, dalam kondisi fisik yang kurang optimal akibat gizi kurang, terpaparnya dengan lingkungan rawa tempat berkembang biak vektor malaria, ditunjang pula dengan interaksi sosial yang kurang pemahaman tentang malaria dan pencegahannya kurang, diperberat lagi dengan kondisi ekonomi yang menyebabkan penduduk termasuk populasi rentan.
Keluarga dengan salah satu anggota keluarganya yang mempunyai pekerjaan di wilayah endemis akan mempunyai risiko lebih tinggi tertular penyakit malaria (Kemenkes, 2004). Hasil wawancara peneliti dengan pengelola Program P2 Malaria Puskesmas X, didapatkan data bahwa selama kurun waktu tahun 2011 terdapat 149 kasus malaria klinis dari 28.328 penduduk dan lebih dari 75% nya disebabkan lokal yang bekerja di wilayah endemis. Karakteristik lain keluarga rentan adalah person with communicable disease atau penderita penyakit menular. Transmisi penularan penyakit malaria begitu mudah dan cepat, sehingga prevalensinya dapat mempengaruhi sosial ekonomi kesehatan masyarakat. Semakin banyak pekerja yang sakit, maka akan makin sedikit keluarga yang mampu bekerja untuk mempertahankan fungsi keluarganya (Stanhope & Lancaster, 2004).
Secara epidemiologis, transmisi penularan malaria merupakan hasil interaksi dari host, agent, dan environment (Kemenkes, 2004). Blum (1974, dalam Notoatmojo, 2010) berpendapat bahwa faktor perilaku manusia merupakan determinan utama dan paling sukar ditanggulangi disamping faktor lain, yaitu: lingkungan, pelayanan kesehatan, dan genetik. Hal ini disebabkan, faktor perilaku mempengaruhi lingkungan hidup manusia.
Malaria merupakan penyakit menular yang berkaitan erat dengan perilaku. Perilaku seseorang juga dipengaruhi oleh keluarga. Keluarga rentan perilakunya berisiko tinggi memburuknya status kesehatan (Chesney dan Barbara, 2008). Hasil penelitian Cruz dan Crookston (2006), menemukan bahwa dari 516 partisipan, terdapat 90 % pekerja lembur dan 77% pekerja non lembur menyatakan tahu bahwa perilaku pencegahan dengan menggunakan kelambu dapat mencegah dari penyakit malaria. Penelitian lain menemukan bahwa perilaku pencegahan pemakaian kelambu, menggunakan jamban, dan menggunakan racun serangga mempunyai hubungan yang bermakna dengan angka kejadian malaria (Salim, 2009). Perilaku pencegahan dengan menggunakan kelambu berinsektisida dapat menurunkan risiko terjangkit malaria 0,7 kali (Taviv; Salim; dan Yeni, 2008). Afridah (2009) dalam penelitiannya tentang pengaruh perilaku penderita terhadap angka kesakitan malaria di Kabupaten Rokan Hilir, dari 110 responden yang diambil secara random menunjukkan bahwa 52,7 % pengetahuan dalam kategori buruk, 51,8% sikap dalam kategori buruk, dan 76,3% tindakan dalam kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, serta tindakan mempunyai pengaruh terhadap tindakan pencegahan malaria.
Perilaku pencegahan digambarkan oleh Glanz dan Rimer (2008), dalam The Health Belief Model (HBM), perilaku dipengaruhi oleh karakteristik individu dan informasi kesehatan yang disampaikan baik melalui penyuluhan kesehatan atau media massa. Penyuluhan kesehatan dan media massa merupakan kegiatan dari promosi kesehatan. Kemenkes (2009), menjelaskan bahwa kegiatan eliminasi malaria lebih banyak terfokus kepada kegiatan promotif dan preventif. Oleh karena itu, peranan promosi kesehatan akan semakin besar agar pelaksanaannya lebih optimal. Notoatmojo, (2010) menjelaskan promosi kesehatan dapat dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dan media massa. Promosi kesehatan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan perilaku individu dalam pencegahan penyakit malaria. Mardiah (2008), telah menemukan bahwa penyuluhan kesehatan memberikan pengaruh signifikan dalam membentuk perilaku pencegahan penyakit malaria. Pasaribu (2005), menemukan kenaikan nilai rata-rata komponen pengetahuan, sikap, dan praktik terjadi setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Hal ini menunjukkan penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat mengubah dan membentuk perilaku individu.
Hasil wawancara dengan pengelola program P2 Malaria Puskesmas X (09 Februari 2012) didapatkan bahwa kegiatan promotif dan preventif yang dilaksanakan saat ini adalah penyuluhan kesehatan setiap bulannya, pelaksanaan 3M (menguras, menutup, mengubur) pada tempat penampungan air, pembagian kelambu berinsektisida kepada keluarga dengan ibu hamil dan balita, pembagian bubuk larvasida, pemasangan banner dan spanduk serta baliho di sepanjang jalan protokol. Selain itu juga disarankan kepada masyarakat agar menggunakan profilaksis saat akan bepergian ke daerah endemis malaria. Lebih lanjut disampaikan, kegiatannya selama ini belum dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap masyarakat. Investigasi kasus dilaksanakan bila ada ditemukan penderita yang mengalami klinis atau positif malaria dan disampaikan laporannya ke Dinas Kesehatan.
Promosi Kesehatan melalui media massa telah digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku. Media massa memberikan peranan kunci dalam perang memerangi malaria. Mozumder dan Marathe (2006) telah menemukan media massa dapat meningkatkan efektivitas sumber daya yang ada untuk pencegahan malaria.
Pencegahan dan pengendalian malaria dilakukan untuk mengurangi prevalensi kejadiannya, sehingga malaria tidak lagi menjadi masalah utama kesehatan di masyarakat (Kemenkes, 2012). Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan melalui pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer dilakukan untuk mengurangi insidensi penyakit malaria melalui promosi dan pendidikan kesehatan, seperti melakukan chemoprophylaxis, pemakaian kelambu berinsektisida, atau pun menghindari gigitan nyamuk anopheles sp. Pencegahan sekunder melalui deteksi dini dan penatalaksanaan, seperti surveilans epidemiologi, investigasi kasus dan penanganan kasus malaria. Sedangkan pencegahan tersier untuk mengurangi komplikasi dan kecacatan, seperti menghindari terjadinya keguguran pada ibu hamil dan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi akibat anemia malaria (Stanhope dan Lancaster, 2004).
Berdasarkan beberapa hal di atas, peneliti bermaksud melakukan penelitian tentang “HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA, PENYULUHAN KESEHATAN LANGSUNG, DAN MEDIA MASSA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA PADA KECAMATAN CEMPAKA KOTA X”.
TESIS EVALUASI PELAKSANAAN JAMKESMAS DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN DASAR BAGI MASYARAKAT MISKIN DI PUSKESMAS

TESIS EVALUASI PELAKSANAAN JAMKESMAS DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN DASAR BAGI MASYARAKAT MISKIN DI PUSKESMAS

(KODE : PASCSARJ-1153) : TESIS EVALUASI PELAKSANAAN JAMKESMAS DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN DASAR BAGI MASYARAKAT MISKIN DI PUSKESMAS (PROGRAM STUDI : ILMU PEMERINTAHAN)


BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Salah satu aspek mendasar pemberian otonomi kepada daerah adalah keleluasaan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan sendiri atas dasar prakarsa, kreativitas, dan peran serta aktif masyarakat dalam rangka mengembangkan dan memajukan daerahnya. Selain itu, adanya pemberian kewenangan untuk mengatur dan menyelenggarakan urusan pemerintahan berdasar skala pelayanan umum apakah lebih efektif diselenggarakan oleh daerah ataukah oleh pusat.
Kehidupan masyarakat yang semakin kompleks menuntut adanya suatu pelayanan yang semakin berkualitas, dalam hal ini pemerintah sebagai provider atau penyedia harus lebih intensif di dalam memperhatikan pelayanan tersebut. Karena diberbagai kesempatan pemerintah senantiasa menjanjikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat, namun dalam kenyataannya belum dilaksanakan secara optimal.
Menurut perspektif Kybernologi, pemerintahan itu adalah pelayanan kepada manusia dan masyarakat. Di bentuknya suatu sistem pemerintahan, pada hakekatnya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah berfungsi sebagai provider jasa-publik yang tidak diprivatisasi kan dan layanan civil termasuk layanan birokrasi. Pemerintahan tidaklah dibentuk untuk melayani diri sendiri tetapi untuk melayani masyarakat, menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap individu dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya untuk tujuan bersama. Pemerintah merupakan manifestasi dari kehendak rakyat, karena itu harus memperhatikan kepentingan rakyat dan melaksanakan fungsi kerakyatan melalui proses dan mekanisme pemerintahan. Pemerintah milik masyarakat akan tercipta jika birokrat dapat mendefinisikan ulang tugas dan fungsi mereka.
Antara pemerintah dengan masyarakat terdapat suatu hubungan, dimana ada masyarakat disana pula pemerintah diperlukan. Hubungan ini lebih didasarkan pada suatu interaksi antara yang menyediakan atau memberikan produk dengan yang membutuhkan atau menerima produk. Pemerintah adalah semua badan yang memproduksi, mendistribusi atau menjual alat pemenuhan kebutuhan rakyat berbentuk jasa publik dan layanan civil, sedangkan masyarakat yang mempunyai hak untuk mendapatkan, menerima dan menggunakan produk dari pemerintah, baik yang bersifat fisik maupun non fisik.
Salah satu bentuk produk pelayanan pemerintah kepada masyarakat adalah pelayan dibidang kesehatan. Kesehatan adalah merupakan salah satu dari hak asasi manusia, seperti termaktub dalam UUD 1945. Dalam UUD 1945 juga dinyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Kesehatan sebagai hak asasi manusia, mengandung suatu kewajiban untuk menyehatkan yang sakit dan berupaya mempertahankan yang sehat untuk tetap sehat. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Hal ini melandasi pemikiran bahwa sehat adalah investasi.
Sentralisasi perencanaan kesehatan yang berlangsung di Indonesia dalam kurun waktu yang cukup lama berdampak pada kekurangberhasilan dalam pencapaian tujuan pembangunan kesehatan yakni peningkatan status derajat kesehatan masyarakat. Kebijakan kesehatan di masa lalu khususnya dalam bidang perencanaan kesehatan didominasi oleh Pemerintah Pusat dan peranan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan kabupaten/kota sangat terbatas. Target program bahkan penentuan prioritas program kesehatan umumnya berdasarkan proyeksi nasional. Hal ini menyebabkan ketidaksesuaian dengan situasi dan kebutuhan kesehatan lokal (kabupaten/kota).
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 131/MENKES/SK/II/2004 telah menetapkan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) sebagai strategi pembangunan kesehatan di Indonesia. SKN merupakan tatanan yang menghimpun berbagai upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mencapai derajat kesehatan yang setinggi tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum, seperti dimaksud di dalam UUD 1945. Sub system pertama SKN adalah upaya kesehatan. Penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan memerlukan dukungan dana. Sumber daya manusia, sumber daya obat dan perbekalan kesehatan sebagai masukan SKN. Dukungan dana sangat berpengaruh terhadap pembiayaan kesehatan yang semakin penting dalam menentukan kinerja SKN. Mengingat kompleksnya pembiayaan kesehatan, maka pembiayaan kesehatan ditetapkan sebagai sub sistem ke dua SKN.
Program pembangunan dibidang kesehatan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dari mutu kehidupan dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya. Terkait dengan kebijakan pelayanan pemerintah dibidang kesehatan masyarakat, diawali dengan pernyataan bahwa “kesehatan adalah hak seluruh masyarakat”. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 ayat (1) dinyatakan bahwa:
“Setiap orang berhak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.
Sedangkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 34 menyatakan bahwa :
Ayat (1)
- Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara.
Ayat (2)
- Negara mengembangkan system jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai martabat kemanusiaan.
Ayat (3)
- Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.
Sedangkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan pasal 4 menyatakan bahwa : “Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal”.
Untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat banyak hal yang perlu dilakukan, salah satu diantaranya dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatnya kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat.
Sejalan dengan makin tingginya tingkat pendidikan dan keadaan sosial ekonomi masyarakat, maka kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan kesehatan tampak makin meningkat pula. Untuk dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan tersebut, tidak ada upaya lain yang dapat dilakukan, kecuali menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya.
Dalam upaya mewujudkan status kesehatan masyarakat yang optimal serta menjamin kualitas pelayanan dasar dibidang kesehatan, maka pemerintah menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1457/MENKES/SK/X/2003 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten Kota. Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan selanjutnya disebut SPM Kesehatan adalah tolok ukur kinerja pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Daerah Kabupaten/Kota.
Melalui penetapan standarisasi pelayanan minimal bidang kesehatan tersebut, diharapkan kiranya masyarakat akan mendapat kepastian hukum khususnya kemudahan dalam pemberian layanan oleh masing-masing instansi teknis didaerah. Selain itu, diharapkan pula agar para pejabat pembuat kebijakan (Gubernur/Walikota/Bupati) di setiap daerah akan memperoleh kesamaan pandangan dalam metode pemberian pelayanan kesehatan untuk masyarakat di tingkat dasar di Indonesia adalah melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang merupakan unit organisasi fungsional Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan diberi tanggung jawab sebagai pengelola kesehatan bagi masyarakat tiap wilayah kecamatan dari kabupaten/ Kota bersangkutan.
Pelayanan kesehatan yang langsung menyentuh pada lapisan masyarakat yang paling bawah dan sangat diperlukan oleh masyarakat adalah sangat penting hal ini dikarenakan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas akan memberikan perlindungan kesehatan kepada warga masyarakat khususnya bagi warga kurang mampu.
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) sebagai salah satu institusi fasilitas pemerintah daerah dan sebagai lini terdepan dalam pemberian pelayanan kesehatan non-profit kepada masyarakat dan merupakan ujung tombak dalam sistem kesehatan Nasional, juga dituntut untuk dapat memberikan pelayanan dengan baik berdasarkan wewenang tugas pokok dan fungsinya yang disesuaikan dengan situasi, kondisi, masalah dan kemampuan Puskesmas tersebut. Puskesmas diharapkan mampu memberikan jaminan bagi warga masyarakat sekitarnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang sangat dibutuhkan. Sehingga jelaslah bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk menyediakan pelayanan kesehatan minimum yang dibutuhkan rakyatnya. Kelalaian pemerintah untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang optimal (minimum) yang mampu diberikan oleh pemerintah akan menimbulkan keresahan sosial di masyarakat. Bagi penyelenggara pelayanan kesehatan prinsip yang harus dipegang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah bagaimana masyarakat puas dan nyaman dalam menerima pelayanan kesehatan yang diberikan dan keberadaan Puskesmas sebagai media untuk memberikan pelayanan kesehatan haruslah dijalankan dengan baik sehingga kualitas pelayanan yang diberikan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh masyarakat.
Implementasi pelaksanaan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1457/Menkes/Sk/X/2003 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten Kota sampai saat ini belum dapat dikatakan berhasil 100% sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Berbagai permasalahan mengenai standar dan mutu pelaksanaan pelayanan kesehatan sering terjadi, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dinas Kesehatan Kabupaten X yang terkait langsung dengan pelaksanaan program kesehatan masyarakat di Kabupaten X diberikan wewenang dalam memformulasikan sistem jaminan kesehatan dengan mengacu kepada petunjuk teknis dari Depkes. Dengan demikian akan dapat dilakukan evaluasi implementasi pelaksanaan Jamkesmas di kabupaten X dalam mencapai target yang telah ditetapkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) salah satunya adalah cakupan pemeliharaan kesehatan masyarakat miskin..
Permasalahan tersebut sampai saat ini masih menjadi fenomena tersendiri bagi kelancaran pembangunan nasional khususnya bidang kesehatan. Berbagai informasi mengenai rendahnya kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah dimulai dari rumitnya prosedur pelayanan, kekurangan peralatan medis dan obat-obatan, rendahnya kualitas sumberdaya manusia pelaksana kegiatan pelayanan, minimnya ketersediaan tenaga medis, serta sarana penunjang kegiatan pelayanan kesehatan yang tidak memadai kerap terjadi.
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti terhadap kurangnya pemanfaatan Jamkesmas oleh masyarakat disebabkan oleh pelayanan dan sarana pelayanan kesehatan belum tercapai, sarana pelayanan kesehatan yang susah dijangkau (kondisi demografi), yang menggunakan kartu Jamkesmas itu hanya masyarakat yang tinggal di sekitar puskesmas terdekat.
TESIS PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PEMADAM KEBAKARAN

TESIS PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PEMADAM KEBAKARAN

(KODE : PASCSARJ-1152) : TESIS PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PEMADAM KEBAKARAN (PROGRAM STUDI : ADMINISTRASI PUBLIK)

BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sebagai usaha guna memenuhi kebutuhan hidupnya manusia memerlukan manusia lain dengan membentuk hubungan kerjasama dan selanjutnya membentuk kelompok-kelompok (organisasi). Dalam organisasi perlu adanya manusia sebagai pendukung utama apapun bentuk dari organisasi tersebut. Perilaku manusia yang berada dalam suatu kelompok merupakan awal dari perilaku organisasi, oleh karena adanya perbedaan persepsi, kepribadian serta pengalaman hidupnya.
Pandangan alamiah manusia mempunyai sikap rata-rata: tidak menyukai (menghindari) kerja, harus dipaksa untuk bekerja mencapai tujuan organisasi, pasif dan menunggu perintah dibanding harus menerima tanggung jawab, hanya dapat dimotivasi dengan insentif berkaitan dengan fisiologi dan rasa aman, memiliki kapasitas terbatas untuk pemecahan masalah secara kreatif, serta harus diamati dan dikontrol secara baik untuk menjamin pencapaian kinerja.
Pembauran manusia dengan berbagai sifat serta karakter dalam suatu kelompok disertai dengan pandangan alamiah sikap rata-rata manusia, akan membentuk suatu iklim organisasi dari serangkaian sifat lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap kinerja individu dalam suatu organisasi. Iklim organisasi yang digambarkan sebagai iklim kerja sebuah organisasi dapat diukur melalui empat dimensi yaitu : psikologis, sosial, struktural dan birokrat.
Dimensi psikologis meliputi variabel beban kerja, kurang otoritas, kurang pemenuhan diri sendiri (self fulfillment clerkship) dan kurang inovatif. Dimensi struktural meliputi variabel fisik, bunyi serta tingkat keserasian kerja antara keperluan kerja dengan struktur fisik. Dimensi sosial meliputi aspek interaksi dengan klien (kuantitas dan permasalahan), rekan sejawat (dukungan dan kerjasama), dan para penyelia (berupa dukungan dan imbalan). Dimensi birokratis meliputi Undang-undang serta peraturan konflik peranan dan ketidak jelasan peranan.
Iklim organisasi yang bersifat terbuka akan lebih memacu karyawan untuk mengutarakan kepentingan serta adanya ketidakpuasan, tanpa adanya rasa takut, tindakan balasan maupun bertujuan untuk mendapatkan perhatian, yang harus ditangani secara positif dan bijaksana. Iklim keterbukaan bagaimanapun juga akan tercipta apabila seluruh anggota memiliki tingkat keyakinan yang tinggi serta mempercayai akan adanya keadilan tindakan.
Iklim organisasi penting untuk diciptakan karena merupakan persepsi seseorang tentang apa yang diberikan organisasi yang menjadi dasar bagi penentuan sikap perilaku anggota selanjutnya. Iklim organisasi ditentukan oleh seberapa baiknya anggota diarahkan, dibangun dan dihargai oleh organisasi.
Birokrasi Dinas Pemadam Kebakaran kota X sebagai organisasi pemerintah dibawah naungan pemerintah kota X sebagai satuan organisasi yang menjalankan fungsi operasional lapangan dalam pelaksanaan tugas penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran, membutuhkan iklim serta suasana kerja yang menunjang untuk dapat senantiasa mempertahankan kinerja secara maksimal dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.
Berdasarkan pengamatan dan penilaian absensi pelaksanaan kegiatan apel masuk kerja dan pulang kerja pegawai pada Dinas Pemadam Kebakaran terdapat kecenderungan penurunan kinerja individual pegawai secara menyeluruh melalui ketidakhadiran pada saat dilakukannya apel pagi (23%) dan apel siang (30%) ataupun melalui merosotnya semangat serta motivasi pegawai untuk melaksanakan fungsi serta tugas-tugas yang seharusnya diemban dalam pelaksanaan tanggung jawab sebagai aparatur negara dan abdi masyarakat, yang semestinya senantiasa siaga untuk memberikan pelayanan dalam penanggulangan bencana dan pemadaman kebakaran yang menimpa di masyarakat.
Berkaitan dengan hal diatas, maka muncul pertanyaan apakah menurunnya kinerja para pegawai dipengaruhi oleh iklim organisasi pada Dinas Pemadam Kebakaran, dan seberapa besar iklim organisasi berpengaruh terhadap kinerja para pegawai. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti dan menetapkan judul : "Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pemadam Kebakaran Kota X".

JUDUL TESIS PASCASARJANA (14)

JUDUL TESIS PASCASARJANA (14)

contoh judul tesis


  • (KODE : PASCSARJ-1102) : IKLAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT-KAJIAN SEMIOTIK (PROGRAM STUDI : LINGUISTIK)
  • (KODE : PASCSARJ-1103) : MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SDN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1104) : PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DI SDN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1105) : ANALISIS EKONOMI PENGEMBANGAN BENDUNGAN DI KABUPATEN JEMBRANA (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-1106) : PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BANK INDONESIA (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-1107) : PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT PELINDO (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-1108) : PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KEMENTRIAN PU (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-1109) : PENGARUH MOTIVASI DAN PENGAWASAN TERHADAP KEPUASAN KERJA DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN PT X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-1110) : PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SERTA PRESTASI KERJA TERHADAP PENGEMBANGA KARIR PEGAWAI (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-1111) : PENGARUH PROMOSI PENJUALAN UNTUK MENINGKATKAN OMZET WARUNG TRADISIONAL (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-1112) : PENGARUH SUPERVISI PENGAWAS DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1113) : EFEKTIVITAS MANAJEMEN KURIKULUM TERPADU DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL DAN KREATIVITAS GURU (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1114) : IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL DALAM MENGENTASKAN MASALAH DI SMA (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1115) : IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER STUDI MULTI KASUS DI MI DAN SDN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1116) : KORELASI ANTARA PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN SERTIFIKASI GURU DENGAN KINERJA GURU (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1117) : KORELASI KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1118) : MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PROGRAM TAHFIDZUL QURAN DI MI (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1119) : MENTAL ADJUSTMENT DALAM UPAYA PERUBAHAN PERILAKU AGRESIF DAN PENGARUHNYA TERHADAP MORAL SISWA (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1120) : OPTIMALISASI ANTARA PENGAWAS DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1121) : PEMBINAAN AKHLAK PESERTA DIDIK MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DI SMP (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1122) : PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN SANTRI DALAM PENINGKATAN KUALITAS HAFALAN AL-QURAN - STUDI MULTIKASUS PONDOK PESANTREN TAHFIDZ (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1123) : PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1124) : PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP RASA PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK KELAS XI (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1125) : PENGARUH KEDISIPLINAN SISWA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DI MI (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1126) : PERANAN MOTIVASI KERJA DAN KINERJA GURU DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1127) : PERANAN PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGEMBANGAN KAPASITAS PEDAGOGIK GURU PAI DI SMP (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1128) : PERENCANAAN KURIKULUM ASWAJA PADA MTS DAN MAS MUSLIMAT NU (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1129) : STRATEGI PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QURAN DI PONDOK PESANTREN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1130) : UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DENGAN PROGRAM SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN DI MTS (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1131) : ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI KERJA DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-1132) : PENGARUH REWARD,INSENTIF,PEMBAGIAN TUGAS DAN PENGEMBANGAN KARIER PADA KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RS (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-1133) : IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1134) : PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1135) : PENGARUH KOMUNIKASI ORANGTUA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KARAKTER SISWA DI SMA (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-1136) : PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN INQUIRI, DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR PKN DITINJAU DARI KEMANDIRIAN SISWA (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN IPS)
  • (KODE : PASCSARJ-1137) : PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN GROUP INVESTIGATION MELALUI HANDS ON ACTIVITIES DAN E-LEARNING (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BIOLOGI)
  • (KODE : PASCSARJ-1138) : PENGEMBANGAN MODEL INVESTIGATIVE FIELD WORK DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP EKOSISTEM DAN INTERAKSINYA, MINAT DAN KERJA ILMIAH SISWA KELAS X (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN IPA)
  • (KODE : PASCSARJ-1139) : EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN REALISTICS MATHEMATICS EDUCATION (RME) DENGAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA SMP (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-1140) : EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SNOW BALLING DAN PENEMUAN TERBIMBING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN RELASI DAN FUNGSI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS XI (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-1141) : EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW PADA KOMPETENSI DASAR PERSAMAAN KUADRAT DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR KELAS (KELAS X) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-1142) : MANAJEMEN KELOMPOK MUSIK BUTTER COOKIEZZ BAND (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN SENI)
  • (KODE : PASCSARJ-1143) : PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGAMBAR BEBAS SISWA B1 MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PEMBERIAN MOTIVASI DI TK (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN SENI)
  • (KODE : PASCSARJ-1144) : STRUKTUR SIMBOLIK TARI TOPENG PATIH PADA PERTUNJUKAN DRAMATARI WAYANG TOPENG MALANG (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN SENI)
  • (KODE : PASCSARJ-1145) : PENGARUH TINGKAT MOTIVASI, PENDIDIKAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI (PROGRAM STUDI : PENYULUHAN PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1146) : KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI (PROGRAM STUDI : PETERNAKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1147) : PENGARUH KANDUNGAN ENERGI DAN PROTEIN RANSUM TERHADAP PENAMPILAN AYAM KAMPUNG UMUR 0-10 MINGGU-ISI (PROGRAM STUDI : PETERNAKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1148) : KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL SEBAGAI PREDIKTOR SERVANT LEADERSHIP PENDETA (PROGRAM STUDI : PSIKOLOGI)
  • (KODE : PASCSARJ-1149) : ANALISIS ALOKASI DANA DESA (ADD) BERDASARKAN KARAKTERISTIK DESA (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1150) : UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA SAMPAH ANORGANIK MELALUI BANK SAMPAH (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1151) : ANALISIS BIAYA DAN PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS (PROGRAM STUDI : TEKNIK SIPIL)


JUDUL TESIS PASCASARJANA (13)

JUDUL TESIS PASCASARJANA (13)

contoh judul tesis

  • (KODE : PASCSARJ-1051) : ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN STUDI KASUS PUSKESMAS KEC X (PROGRAM STUDI : ADMINISTRASI PUBLIK)
  • (KODE : PASCSARJ-1052) : EVALUASI FORMULA ALOKASI DANA DESA DI KABUPATEN X (PROGRAM STUDI : ADMINISTRASI PUBLIK)
  • (KODE : PASCSARJ-1053) : KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA PUSKESMAS DI KOTA X (PROGRAM STUDI : ADMINISTRASI PUBLIK)
  • (KODE : PASCSARJ-1054) : ANALISIS KEBIJAKAN PENANGANAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) LADA DI DINAS PERTANIAN (PROGRAM STUDI : ADMINISTRASI PUBLIK)
  • (KODE : PASCSARJ-1055) : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN PERTANIAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI (PROGRAM STUDI : AGRIBISNIS)
  • (KODE : PASCSARJ-1056) : PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA PENGKACIPAN JAMBU METE (PROGRAM STUDI : AGRIBISNIS)
  • (KODE : PASCSARJ-1057) : ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PEJABAT PEMKOT (PROGRAM STUDI : AKUNTANSI)
  • (KODE : PASCSARJ-1058) : ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA DENGAN PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (PROGRAM STUDI : AKUNTANSI)
  • (KODE : PASCSARJ-1059) : ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KOMITMEN PIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING (PROGRAM STUDI : AKUNTANSI)
  • (KODE : PASCSARJ-1060) : EVALUASI AKTIVITAS DAN PELAPORAN CSR PADA PT. X (PROGRAM STUDI : AKUNTANSI)
  • (KODE : PASCSARJ-1061) : PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI DAN BUKAN AKUNTANSI TERHADAP PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK X (PROGRAM STUDI : AKUNTANSI)
  • (KODE : PASCSARJ-1062) : PERBANDINGAN MODEL MCCULLOH CUBIC SPLINE DAN MODEL NELSON SIEGEL DALAM MENGESTIMASI IMBAL HASIL SURAT UTANG NEGARA (SUN) (PROGRAM STUDI : AKUNTANSI)
  • (KODE : PASCSARJ-1063) : SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) UPAYA PENGAMANAN ASET DAERAH (PROGRAM STUDI : AKUNTANSI)
  • (KODE : PASCSARJ-1064) : IJAZ AL-QURAN DITINJAU DARI USLUB ISTIARAH (KAJIAN BALAGHAH PADA SURAT AL-BAQARAH, ALI IMRAN, AN-NISA, DAN SURAT AL-MAIDAH) (PROGRAM STUDI : BAHASA DAN SASTRA ARAB)
  • (KODE : PASCSARJ-1065) : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PROGRAM STUDI : EKONOMI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1066) : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT KONSUMTIF BANK PEMERINTAH (PROGRAM STUDI : EKONOMI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1067) : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DESA WISATA DALAM USAHA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN (PROGRAM STUDI : EKONOMI PUBLIK)
  • (KODE : PASCSARJ-1068) : PENGARUH KEMAJUAN SEKTOR PERBANKAN TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA (PROGRAM STUDI : EKONOMI PUBLIK)
  • (KODE : PASCSARJ-1069) : PELATIHAN LONCAT DI PASIR DENGAN RINTANGAN BOX JUMP DAN SKIPPING DALAM MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KECEPATAN SMASH BELAKANG SEPAK TAKRAW SISWA SMP-ISI (PROGRAM STUDI : FISIOLOGI OLAHRAGA)
  • (KODE : PASCSARJ-1070) : PENGARUH BUDAYA ORAGANISASI, KOMPETENSI DAN MOTIVASI KERJA, TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PROGRAM STUDI : FISIP-ADMINISTRASI)
  • (KODE : PASCSARJ-1071) : PENGARUH SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 90012008 TERHADAP KINERJA UNIVERSITAS (PROGRAM STUDI : FISIP-ADMINISTRASI)
  • (KODE : PASCSARJ-1072) : IMPLEMENTASI ANGGARAN BERBASIS KINERJA STUDI KASUS DEPNAKER (PROGRAM STUDI : FISIP-ADMINISTRASI)
  • (KODE : PASCSARJ-1073) : ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM DI INSTALASI RAWAT JALAN RS (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1074) : DESAIN MUTU PELAYANAN DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT HAJI MEDAN DENGAN METODE SERVQUAL-QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1075) : FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN SOSIOKULTUR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA REMAJA INDONESIA (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1076) : HUB KENYAMANAN PASIEN DINAS KODAM I-BB DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI INSTALASI RAWAT INAP RS (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1077) : KESIAPAN PERAWAT DALAM MENERAPKAN KONSEP KESELAMATAN PASIEN DI RS (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1078) : KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI RS DARI PERSPEKTIF PELANGGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1079) : PENGARUH MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1080) : PENGARUH PERILAKU PENDERITA TERHADAP ANGKA KESAKITAN MALARIA DI KAB X (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1081) : PENGARUH PERSEPSI TENTANG KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN DAN INTENSITAS WARGA BEROBAT KELUAR NEGERI (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1082) : PENGARUH TATA RUANG DAN LINGKUNGAN RUMAH SAKIT TERHADAP KENYAMANAN PASIEN SELAMA MENERIMA PERAWATAN DI RSU (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1083) : STRATEGI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DI RSU (PROGRAM STUDI : FKM)
  • (KODE : PASCSARJ-1084) : ANALISIS YURIDIS PENERAPAN UNDANG-UNDANG NO.2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM MENDUKUNG IKLIM USAHA DAN INVESTASI (PROGRAM STUDI : HUKUM)
  • (KODE : PASCSARJ-1085) : KEBIJAKAN PEMBARUAN HUKUM PIDANA DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN KARTU KREDIT (CREDIT CARD) (PROGRAM STUDI : HUKUM)
  • (KODE : PASCSARJ-1086) : PELAKSANAAN PEMBINAAN DAN REHABILITASI TERHADAP NARAPIDANA NARKOTIKA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 (PROGRAM STUDI : HUKUM)
  • (KODE : PASCSARJ-1087) : PENGUATAN MAJELIS RAKYAT PAPUA DALAM UU NO 35 TH 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS UU NO 21 TH 2001 TENTANG OTONOMI KHUSUS PAPUA (PROGRAM STUDI : HUKUM)
  • (KODE : PASCSARJ-1088) : PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK PEKERJA AKIBAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA MENGUNDURKAN DIRI (PROGRAM STUDI : HUKUM)
  • (KODE : PASCSARJ-1089) : TINJAUAN HUKUM TERHADAP PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK ATAS TANAH TIDAK BERSERTIFIKAT (PROGRAM STUDI : HUKUM)
  • (KODE : PASCSARJ-1090) : ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PROYEK PNPM MANDIRI PERDESAAN DI KECAMATAN (PROGRAM STUDI : ILMU EKONOMI)
  • (KODE : PASCSARJ-1091) : IMPLEMENTASI UU NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT (PROGRAM STUDI : ILMU PEMERINTAHAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1092) : KAJIAN POTENSI DAN EVALUASI PENERAPAN PRINSIP – PRINSIP DAN KRITERIA EKOWISATA DI TAMAN WISATA ALAM (PROGRAM STUDI : KAJIAN PARIWISATA)
  • (KODE : PASCSARJ-1093) : PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN TIPE POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK PRASEKOLAH DI TK X (PROGRAM STUDI : KEDOKTERAN KELUARGA)
  • (KODE : PASCSARJ-1094) : ANALISIS TERHADAP PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN LISTRIK (PROGRAM STUDI : KENOTARIATAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1095) : KAJIAN YURIDIS TERHADAP BERALIHNYA KEWENANGAN PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN DARI PEMERINTAH PUSAT KE PEMERINTAH DAERAH (PROGRAM STUDI : KENOTARIATAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1096) : KEDUDUKAN HUKUM BANK SEBAGAI PEMEGANG JAMINAN KEBENDAAN PADA PERJANJIAN KREDIT DLM KEADAAN DEBITUR PAILIT (PROGRAM STUDI : KENOTARIATAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1097) : KEDUDUKAN SERTIPIKAT HAK MILIK ATAS TANAH YANG TERDAFTAR ATAS NAMA SEORANG AHLI WARIS (PUTUSAN MAHKAMAH SYARIYAH) (PROGRAM STUDI : KENOTARIATAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1098) : PENYELESAIAN UTANG DEBITOR TERHADAP KREDITOR MELALUI KEPAILITAN (PROGRAM STUDI : KENOTARIATAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1099) : TANGGUNG JAWAB DAN PERLINDUNGAN HUKUM PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DALAM PEMBUATAN AKTA JUAL BELI TANAH (PROGRAM STUDI : KENOTARIATAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1100) : TINJAUAN YURIDIS ATAS KESETARAAN DLM PERJANJIAN KREDIT PERBANKAN (PROGRAM STUDI : KENOTARIATAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1101) : BAHASA GAUL PADA KALANGAN WARIA DI JALAN X-TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK (PROGRAM STUDI : LINGUISTIK)

JUDUL TESIS PASCASARJANA (12)

JUDUL TESIS PASCASARJANA (12)

JUDUL TESIS PASCASARJANA (12)

  • (KODE : PASCSARJ-0957) : TESIS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-0958) : TESIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA KURIKULUM 2013 KELAS V (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-0959) : TESIS PEMBELAJARAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PEMANDANGAN INDAH PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI PERCOBAAN (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-0960) : TESIS PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MENYIMAK FABEL DENGAN PEMBELAJARAN PRODUKTIF DAN MULTIMEDIA KOMPUTER (KELAS VII) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-0961) : TESIS QT-HUB ANTARA KEMAMPUAN PENALARAN DAN KEBIASAAN MEMBACA KARYA SASTRA DG KEMAMPUAN MENGAPRESIASI CERITA PENDEK (SURVAI SISWA SMA) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-0962) : TESIS QT-HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DAN SIKAP BAHASA DENGAN KEMAMPUAN MENGAPRESIASI CERITA PENDEK (SURVAI SISWA SD) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-0963) : TESIS THE EFFECTIVENESS OF RECIPROCAL TEACHING MODEL TO TEACH READING (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS)
  • (KODE : PASCSARJ-0964) : TESIS THE EFFECTIVENESS OF TGT TO TEACH READING COMPREHENSION VIEWED FROM STUDENTS’ READING HABIT (MTSN) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS)
  • (KODE : PASCSARJ-0965) : TESIS THE EFFECTIVENESS OF THINK-PAIR-SHARE (TPS) TO TEACH WRITING VIEWED FROM STUDENTS MOTIVATION (KELAS XI) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS)
  • (KODE : PASCSARJ-0966) : TESIS PEMBELAJARAN SISTEM SARAF BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP, KETERAMPILAN GENERIK SAINS, DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BIOLOGI)
  • (KODE : PASCSARJ-0967) : TESIS PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MULTIMEDIA KIT DAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI DAN MODALITAS BELAJAR SISWA (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN FISIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0968) : TESIS HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN PERHATIAN ORANG TUA DG PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS IX SMP (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN GEOGRAFI)
  • (KODE : PASCSARJ-0969) : TESIS PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA KELAS XI (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN GEOGRAFI)
  • (KODE : PASCSARJ-0970) : TESIS ANALISIS STRATEGI MENGAJAR PADA TOPIK SISTEM SARAF DI SMU (FILE LAMA) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN IPA)
  • (KODE : PASCSARJ-0971) : TESIS PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM PADA KONSEP KINGDOM PLANTAE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH SISWA (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN IPA)
  • (KODE : PASCSARJ-0972) : TESIS PENGGUNAAN PRAKTIKUM KONFRONTATIF UNTUK MEMFASILITASI PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS VII PADA POKOK BAHASAN KERAGAMAN PADA SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN IPA)
  • (KODE : PASCSARJ-0973) : TESIS ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DALAM KURIKULUM 2013 DI SMP (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN IPS)
  • (KODE : PASCSARJ-0974) : TESIS PENGEMBANGAN MEDIA BUKU ILUSTRASI POP-UP SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR (KELAS IV) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN IPS)
  • (KODE : PASCSARJ-0975) : TESIS PENGEMBANGAN POTENSI KAWASAN WISATA DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN IPS)
  • (KODE : PASCSARJ-0976) : TESIS KONTRIBUSI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, MOTIVASI GURU SERTA SARANA DAN PRASARANA TERHADAP KINERJA GURU KEJURUAN SMK (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN KEJURUAN)
  • (KODE : PASCSARJ-0977) : TESIS QT-METODE SCIENCE TECHNOLOGY AND SOCIETY (STS) DG EKSPERIMEN DAN PROYEK PADA MATERI ELEKTROKIMIA DITINJAU DARI EMOTIONAL QUOTIENT (EQ) SISWA (KELAS XII) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN KIMIA)
  • (KODE : PASCSARJ-0978) : TESIS EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN MAJEMUK (KELAS VII) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0979) : TESIS EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA SUB POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X SMK SE-KAB X (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0980) : TESIS EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD YANG DIMODIFIKASI DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0981) : TESIS EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DG METODE PENEMUAN DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0982) : TESIS MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALOGI DAN GENERALISASI MATEMATIS SISWA SMP DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (KELAS VIII) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0983) : TESIS MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW (KELAS X) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0984) : TESIS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN STRATEGI KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KONEKSI MATEMATIS (KELAS VIII) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0985) : TESIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DG MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN DIRECT INSTRUCTION BERBANTUAN KOMPUTER DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA (KELAS VII) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0986) : TESIS PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP (KELAS VII) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0987) : TESIS PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP DG MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALITIK (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0988) : TESIS QT-PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN (KELAS VIII) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN PKN)
  • (KODE : PASCSARJ-0989) : TESIS PEMBELAJARAN FISIKA DG METODE DEMONSTRASI MELALUI MEDIA ANIMASI DAN KIT IPA DITINJAU DR KEMAMPUAN AWAL DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN SAINS)
  • (KODE : PASCSARJ-0990) : TESIS PENGGUNAAN MODEL STAD DG MEDIA TORSO DAN ANIMASI DITINJAU DR KEMAMPUAN AWAL SISWA (BIOLOGI KELAS VIII) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN SAINS)
  • (KODE : PASCSARJ-0991) : TESIS MATERI SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN IPS (STUDI KASUS DI SMK) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN SEJARAH) Q-L
  • (KODE : PASCSARJ-0992) : TESIS PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN KOORDINASI MATA TANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERMAIN BOLA VOLI MINI SISWA SD (PROGRAM STUDI : PENJASORKES)
  • (KODE : PASCSARJ-0993) : TESIS PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN GERAK TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK DAN TAHAN BOLA PADA PERMAINAN SEPAK BOLA DI SD (PROGRAM STUDI : PENJASORKES)
  • (KODE : PASCSARJ-0994) : TESIS PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL INTERAKTIF TERHADAP PEMBELAJARAN GEOGRAFI FISIK (KELAS X) (PROGRAM STUDI : PKLH)
  • (KODE : PASCSARJ-0995) : TESIS PERANAN DUKUNGAN ORGANISASI DAN BULLYING DI TEMPAT KERJA TERHADAP KOMITMEN KARYAWAN PADA ORGANISASI (PROGRAM STUDI : PSIKOLOGI)
  • (KODE : PASCSARJ-0996) : TESIS ANALISIS MASALAH KEMISKINAN NELAYAN TRADISIONAL DI DESA X (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-0997) : TESIS ANALISIS PENGARUH DETERMINAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DIKAITKAN DG PEMBANGUNAN WILAYAH (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-0998) : TESIS ARAHAN PUSAT PELAYANAN SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG JALAN LINGKAR KOTA X (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-0999) : TESIS EVALUASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MP) TERHADAP PENGEMBANGAN SOSIO-EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KEC X (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-1000) : TESIS MODEL KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM PENYEDIAAN PRASARANA PERDESAAN DI KAWASAN PESISIR (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-1001) : TESIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYUSUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG KOTA (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-1002) : TESIS PELAYANAN AIR BERSIH MELALUI KEMITRAAN PEMERINTAH-SWASTA (STUDI KASUS PDAM KAB X) (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-1003) : TESIS PENGARUH ALOKASI DANA KELURAHAN TERHADAP PERKEMBANGAN KELURAHAN DI KECAMATAN X (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-1004) : TESIS PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP PEMANFAATAN ASET PASAR (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-1005) : TESIS PENGARUH PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU SMP TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI KAB X (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-1006) : TESIS PENGARUH PROSES PERENCANAAN TERHADAP KUALITAS RENCANA KERJA PEMERINTAH DALAM RANGKA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN WILAYAH (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-1007) : TESIS RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DALAM RANGKA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PROGRAM STUDI : PWD)
  • (KODE : PASCSARJ-1008) : TESIS ANTOLOGI PUISI TADARUS DAN PAHLAWAN DAN TIKUS KARYA A. MUSTOFA BISRI (TINJAUAN KRITIK SOSIAL, NILAI RELIGIUS, DAN NILAI PENDIDIKAN) (PROGRAM STUDI : SASTRA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-1009) : TESIS CAMPUR KODE BAHASA INDONESIA-BAHASA INGGRIS DALAM ACARA 'WELCOME TO BCA' DI METRO TV (PROGRAM STUDI : SASTRA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-1010) : TESIS CAMPUR KODE PADA PROGRAM ACARA RADIO REPUBLIK INDONESIA (PROGRAM STUDI : SASTRA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-1011) : TESIS KAJIAN SINONIM NOMINA DALAM BAHASA INDONESIA (PROGRAM STUDI : SASTRA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-1012) : TESIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR NEGERI X (PROGRAM STUDI : SASTRA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-1013) : TESIS STRUKTUR DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL DALAM MIHRAB CINTA DAN ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARANNYA (PROGRAM STUDI : SASTRA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-1014) : TESIS TINGKAT TUTUR BAHASA JAWA DALAM PROGRAM BERITA X-KAJIAN SOSIOLINGUISTIK (PROGRAM STUDI : SASTRA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-1015) : TESIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DI KAB X (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1016) : TESIS ANALISIS PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA, DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROPINSI X (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1017) : TESIS ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAN KRISIS EKONOMI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1018) : TESIS ANALISIS PENYERAPAN ASPIRASI MASYARAKAT DALAM ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KAB X (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1019) : TESIS ANALISIS PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KAB X (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1020) : TESIS DAMPAK INVESTASI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN (PENDEKATAN ANALISIS INPUT-OUTPUT) (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1021) : TESIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEPALA KELURAHAN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PEMERINTAHAN (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1022) : TESIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR PELAYANAN PERIJINAN TERPADU KABUPATEN X (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1023) : TESIS HUB ALOKASI DANA DESA DG PEMBANGUNAN DESA DI KEC X (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1024) : TESIS HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DENGAN KOMPETENSI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI BIDANG PELAYANAN PUBLIK (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1025) : TESIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MANAJEMEN ASET DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1026) : TESIS KINERJA KANTOR KECAMATAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1027) : TESIS PELESTARIAN BANGUNAN BERSEJARAH-KAJIAN TENTANG PERANAN PEMERINTAH KOTA (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1028) : TESIS PENERAPAN TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN KINERJA DAN DISIPLIN PEGAWAI BKD (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1029) : TESIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INVESTASI DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1030) : TESIS PENGARUH PERILAKU APARAT TERHADAP KUALITAS LAYANAN PUBLIK DI KEC X (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1031) : TESIS PENYUSUNAN AGENDA ISU PEMEKARAN DAERAH KAB X (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1032) : TESIS PERAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PEDESAAN TERHADAP PENDAPATAN PEREMPUAN (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1033) : TESIS PERAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PERTAMBANGAN X DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1034) : TESIS PERAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN X DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1035) : TESIS PERANAN IKLIM ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA BIRO UMUM PEMERINTAH PROVINSI X (PROGRAM STUDI : STUDI PEMBANGUNAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1036) : TESIS PARTISIPASI MASYARAKAT PADA TAHAP PELAKSANAAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERKOTAAN (PROGRAM STUDI : TEKNIK ARSITEKTUR)
  • (KODE : PASCSARJ-1037) : TESIS PEMETAAN DAERAH POTENSI BANJIR DENGAN SEGMENTASI DATA DIGITAL ELEVATION MODEL (PROGRAM STUDI : TEKNIK ELEKTRO)
  • (KODE : PASCSARJ-1038) : TESIS HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN AWAL, KREATIFITAS SISWA DAN KETRAMPILAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PRODUKTIF DI SMK X (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1039) : TESIS IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DI SMP X (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1040) : TESIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DAN HASIL PEMBELAJARAN (KELAS I) (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1041) : TESIS IMPLEMENTASI SISTEM PEMBELAJARAN TERPADU DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) X (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1042) : TESIS KONTRIBUSI PERHATIAN ORANG TUA, KONSEP DIRI, DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PRODUKTIF SISWA KELAS XIII SMK (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1043) : TESIS PELAKSANAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMKN X (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1044) : TESIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SDN X (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1045) : TESIS PENGARUH MEDIA GAMBAR DAN VERBALIS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS II SDN X (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1046) : TESIS PENGARUH RAGAM MEDIA PEMBELAJARAN DAN KECERDASAN INTELEKTUAL SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA BIOLOGI KELAS VII (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1047) : TESIS PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DG MEDIA PEMBELAJARAN PROYEKSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA MAPEL PKN SD (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1048) : TESIS PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA DG VCD TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP X (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1049) : TESIS PROSES PELAKSANAAN PRAKTIK MESIN CNC (MILLING) UNTUK MENINGKATKAN MUTU LULUSAN SMK X (PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI PENDIDIKAN)
  • (KODE : PASCSARJ-1050) : TESIS PELAYANAN KONSELING PASTORAL TANPA PENDETA JEMAAT (PROGRAM STUDI : THEOLOGIA)


JUDUL TESIS PASCASARJANA (11)

JUDUL TESIS PASCASARJANA (11)

JUDUL TESIS PASCASARJANA (11)

  • (KODE : PASCSARJ-0857) : TESIS ANALISIS PENGARUH DESKRIPSI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DI YAYASAN PENDIDIKAN X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0858) : TESIS ANALISIS PENGARUH EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI, PERILAKU KARYAWAN DAN KUALITAS ALAT TAKSIR TERHADAP RESIKO OPERASIONAL PERUM PEGADAIAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0859) : TESIS ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR REKRUTMEN TERHADAP KINERJA GURU SMA X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0860) : TESIS ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KEPALA LEMBAGA TERHADAP KINERJA PETUGAS LP (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0861) : TESIS ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0862) : TESIS ANALISIS PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN RESTORAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0863) : TESIS ANALISIS PENGARUH HARGA, MEREK DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI BOLA LAMPU PHILIPS DI KECAMATAN X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0864) : TESIS ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UNIVERSITAS X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0865) : TESIS ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU STM (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0866) : TESIS ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DG KOMITMEN ORGANISASIONAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0867) : TESIS ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN RISIKO SISTEMATIS TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0868) : TESIS ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP TARGET PENJUALAN SPEEDY (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0869) : TESIS ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PROMOSI JABATAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0870) : TESIS ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN & LOYALITAS OCCUPANT PADA HOTEL (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0871) : TESIS ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN PELAYANAN TERHADAP KESADARAN MEREK PADA NASABAH BANK (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0872) : TESIS ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0873) : TESIS ANALISIS PENGARUH LOKASI, PRODUK, DAN PELAYANAN PADA PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DI PERCETAKAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0874) : TESIS ANALISIS PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PNS (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0875) : TESIS ANALISIS PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN, SERTA PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0876) : TESIS ANALISIS PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI RUMAH TAHANAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0877) : TESIS ANALISIS PENGARUH PERANAN INTERNAL AUDITOR SEBAGAI SALAH SATU FUNGSI PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0878) : TESIS ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN DAN KINERJA PEGAWAI DIRJEN PAJAK (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0879) : TESIS ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN DAN KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERSETUJUAN PEMBERIAN KREDIT MODAL KERJA PADA PT. BANK X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0880) : TESIS ANALISIS PENGUKURAN RISIKO KREDIT KONSUMTIF DENGAN METODE CREDIT RISK PADA BANK X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0881) : TESIS EVALUASI RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD TEMA PENDAPATAN NEGARA PADA DEPARTEMEN KEUANGAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0882) : TESIS PENGARUH BUDAYA KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PERSONEL SATLANTAS (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0883) : TESIS PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN PENGAWASAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0884) : TESIS PENGARUH ETOS KERJA, KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PDAM (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0885) : TESIS PENGARUH INOVASI DAN PERIKLANAN TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN JASA OPERATOR SELULER (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0886) : TESIS PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KEBIJAKAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERILAKU PROSOSIAL ORGANISASI (STUDI KASUS DI SMP) (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0887) : TESIS PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP MOTIVASI DAN KINERJA KARYAWAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0888) : TESIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA DOSEN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0889) : TESIS PENGARUH KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA MENGAJAR DOSEN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0890) : TESIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS NASABAH (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0891) : TESIS PENGARUH LABA BERSIH DIVIDEN PENDANAAN DAN INVESTASI TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0892) : TESIS PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DI RUMAH PENYIMPANAN BENDA SITAAN NEGARA KLAS-I (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0893) : TESIS PENGARUH PELAYANAN, KUALITAS PRODUK, HARGA TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN TELKOMSEL (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0894) : TESIS PENGARUH PEMBEBASAN BERSYARAT DAN CUTI MENGUNJUNGI KELUARGA TERHADAP PERILAKU NARAPIDANA DI LP X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0895) : TESIS PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SERTA PRESTASI KERJA TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA KANTOR BUPATI KAB X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0896) : TESIS PENGARUH PENERAPAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT TERHADAP KINERJA NON PERFORMING LOAN DAN HARGA SAHAM BANK MANDIRI (ADA JURNAL) (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0897) : TESIS PENGARUH PERIKLANAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN BERLANGGANAN TELKOMSPEEDY (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0898) : TESIS PENGARUH SEMANGAT KERJA, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI AKADEMI PARIWISATA X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0899) : TESIS PENGARUH STRATEGI BAURAN PEMASARAN ECERAN TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN PADA SWALAYAN X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0900) : TESIS PENGARUH STRATEGI BAURAN PEMASARAN RITEL TERHADAP KEPUASAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN LOYALITAS PELANGGAN PLAZA (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0901) : TESIS PENGARUH STRES KERJA DAN KONFLIK TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0902) : TESIS PERANCANGAN BALANCED SCORECARD UNTUK PT X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0903) : TESIS PERBAIKAN PROSES BISNIS DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KAPASITAS UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN (TESIS (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN) DA-LAM BAHASA INGGRIS)
  • (KODE : PASCSARJ-0904) : TESIS STRATEGI MENINGKATKAN HUNIAN TEMPAT BERJUALAN PADA PD PASAR (STUDI KASUS) (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0905) : TESIS STRATEGI OPTIMALISASI OPERASIONAL PASAR TRADISIONAL (STUDI KASUS) (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0906) : TESIS T-EVALUASI PENERAPAN PEMASARAN RELASIONAL PADA PERUSAHAAN PENERBIT BUKU (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0907) : TESIS TINJAUAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DI PT X (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)
  • (KODE : PASCSARJ-0908) : TESIS ANALISIS SENSITIVITAS DAN KETIDAKPASTIAN DALAM PROGRAM LINIER (PROGRAM STUDI : MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0909) : TESIS DEKOMPOSISI FUNGSI MULTIVARIAT (PROGRAM STUDI : MATEMATIKA)
  • (KODE : PASCSARJ-0910) : TESIS ANALISIS KEPUASAN KERJA KARYAWAN MELALUI FAKTOR-FAKTOR QUALITY OF WORK LIFE (QWL) PADA PT. PERTAMINA (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-0911) : TESIS ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA, INSENTIF, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PELAYANAN PAJAK (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-0912) : TESIS ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PNS (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-0913) : TESIS ANALISIS PENGARUH KONDISI KERJA, MOTIVASI, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DIRJEN KEKAYAAN NEGARA DEPARTEMEN KEUANGAN (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-0914) : TESIS ANALISIS PENGARUH PENGAWASAN KERJA, SARANA PRASARANA DAN KUALITAS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-0915) : TESIS ANALISIS PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN, DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BKPM (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-0916) : TESIS ANALISIS PENGARUH TANGGUNG JAWAB KERJA, KODE ETIK DAN REMUNERASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-0917) : TESIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-0918) : TESIS PENGEMBANGAN MODEL REMUNERASI BERBASIS KOMPETENSI DI PT. X (PROGRAM STUDI : MSDM)
  • (KODE : PASCSARJ-0919) : TESIS AKIBAT HUKUM PERJANJIAN KAWIN YANG DIBUAT SETELAH PERKAWINAN STUDI KASUS (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0920) : TESIS ANALISIS YURIDIS ATAS AKTA NOTARIS TERKAIT DENGAN PENGIKATAN JUAL BELI HAK ATAS TANAH DENGAN CICILAN (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0921) : TESIS ANALISIS YURIDIS ATAS EKSISTENSI SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK TANGGUNGAN YANG DIINGKARI DEBITUR (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0922) : TESIS ANALISIS YURIDIS ATAS HARTA GONO GINI YANG DIHIBAHKAN AYAH KEPADA ANAK (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA) (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0923) : TESIS ANALISIS YURIDIS PEMBERIAN KUASA BLANKO PADA AKTA PERIKATAN JUAL BELI (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI) (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0924) : TESIS EFEKTIVITAS DAN PENERAPAN KUASA DALAM AKTA PENGIKATAN-PERJANJIAN JUAL BELI ATAS OBJEK TANAH SERTA KETERKAITANNYA DENGAN AKTA KUASA JUAL (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0925) : TESIS KAJIAN HUKUM TERHADAP PENGALOKASIAN LAHAN UNTUK FASILITAS UMUM DIATAS HAK PENGELOLAAN UNTUK KEGIATAN PERUMAHAN (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0926) : TESIS KEDUDUKAN CORPORATE GUARANTEE SEBAGAI PIHAK PENJAMIN DEBITUR UTAMA DALAM PROSES KEPAILITAN (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0927) : TESIS KEDUDUKAN HAK TANGGUNGAN TERHADAP PENINGKATAN HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH UNTUK RUMAH TINGGAL YANG DIBEBANI HAK TANGGUNGAN (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0928) : TESIS PELAKSANAAN KAWIN KONTRAK DAN KONSEKUENSI PELAKU KAWIN KONTRAK TERHADAP ISI SURAT PERJANJIAN (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0929) : TESIS PELAKSANAAN PENGALIHAN TANAH NON SERTIFIKAT DENGAN MENGGUNAKAN BLANKO AKTA JUAL BELI PPAT (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0930) : TESIS PERAN NOTARIS DALAM MEMBANTU MENYELESAIKAN MASALAH WARIS MELALUI PEMBUATAN KETERANGAN MEWARIS (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0931) : TESIS PERJANJIAN JUAL BELI KAVLING OLEH PENGEMBANG PERUMAHAN (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0932) : TESIS PERJANJIAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH (STUDI D PEMPROV) (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0933) : TESIS TINJAUAN YURIDIS ATAS HAK DI BAWAH TANGAN SEBAGAI DASAR PENDAFTARAN HAK ATAS TANAH (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0934) : TESIS TINJAUAN YURIDIS PENGGUNAAN FORMULIR AKTA JUAL BELI KAPLING PERUMAHAN OLEH PPAT (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0935) : TESIS TINJAUAN YURIDIS TERHADAP AKTA PERJANJIAN KAWIN PASANGAN CALON SUAMI ISTERI YANG AKAN MENIKAH MENURUT UU NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (PROGRAM STUDI : NOTARIAT)
  • (KODE : PASCSARJ-0936) : TESIS GAYA KEPEMIMPINAN DAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM USAHA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU (MTS) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0937) : TESIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERWAWASAN VISIONER-TRANSFORMATIF DALAM PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0938) : TESIS INOVASI DAN REALISASI KURIKULUM ISMUBA DI SD (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0939) : TESIS INTERNALISASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK SISWA BERKARAKTER MULIA DI SMA (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0940) : TESIS KONSEP PENDIDIKAN ANAK PASCANATAL DALAM ISLAM SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN KENAKALAN ANAK (STUDI ATAS PEMIKIRAN ABDULLAH NASIH ULWAN) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0941) : TESIS KONTRIBUSI NILAI2 FIQIH DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0942) : TESIS KONTRIBUSI PENDIDIKAN MODEL BOARDING SCHOOL DAN FULL DAY SCHOOL TERHADAP PEMBENTUKAN KREATIVITAS SISWA SMP (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0943) : TESIS METODE PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERFIKIR ANAK USIA DINI (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0944) : TESIS PENDIDIKAN KARAKTER (STUDI KASUS POLA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMP) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0945) : TESIS PENDIDIKAN KARAKTER KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN DI SMK (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0946) : TESIS PENDIDIKAN KARAKTER MENURUT K.H. HASYIM ASYARI (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0947) : TESIS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MAPEL PAI BERBASIS MULTIKULTURAL (KELAS XII) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0948) : TESIS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS PEMBELAJARAN TEMATIK (KELAS III) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0949) : TESIS PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FIQIH HAJI BERBASIS MULTIMEDIA DI MA (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0950) : TESIS PERAN AKTIVASI OTAK TENGAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SD (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0951) : TESIS PERANAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DAN MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0952) : TESIS POLA PEMBINAAN RELIGIUSITAS PERILAKU SISWA (STUDI KASUS DI SMA X) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0953) : TESIS TELAAH TERHADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH DINIYAH PONDOK PESANTREN (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
  • (KODE : PASCSARJ-0954) : TESIS ANALISIS WACANA LISAN INTERAKSI GURU DAN SISWA DI KELAS (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-0955) : TESIS HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENYUSUN PARAGRAF DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KETERAMPILAN MENULIS LAPORAN (KELAS XI) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA)
  • (KODE : PASCSARJ-0956) : TESIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MENYIMAK DENGAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS V (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA)