Search This Blog

Showing posts with label contoh tesis pendidikan olahraga. Show all posts
Showing posts with label contoh tesis pendidikan olahraga. Show all posts
TESIS UPAYA PEMBINAAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN JASMANI MELALUI KELOMPOK KERJA GURU (KKG)

TESIS UPAYA PEMBINAAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN JASMANI MELALUI KELOMPOK KERJA GURU (KKG)

(KODE : PASCSARJ-0299) : TESIS UPAYA PEMBINAAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN JASMANI MELALUI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) (PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN OLAHRAGA)



BAB II 
KAJIAN PUSTAKA

Dalam bab ini dipaparkan landasan teoritis yang merupakan kerangka konseptual teori, menyangkut konsep-konsep yang berkaitan dengan kegiatan kompetensi guru pendidikan jasmani. 

A. Manajemen Pendidikan Jasmani

1. Pengertian Manajemen

Apakah sebenarnya manajemen itu? Kata manajemen berasal dari bahasa inggris, management yang dikembangkan dari kata to manage, yang artinya mengatur/mengelola. Kata manage itu sendiri berasal dari Italia Maneggio yang diadopsi dari bahasa latin managiare, yang berasal dari kata manus yang artinya tangan. Konsep manajemen tidaklah mudah untuk didefinisikan (Endang Hermawan, 2010 : 230). Apabila kita membuat suatu pembatasan atau definisi tentang manajemen dapatlah dikemukakan sebagai tersebut. "bekerja dengan orang-orang untuk mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia (staffing) pengarahan dan kepemimpinan (leading) dan pengawasan (controlling).
Istilah administrasi dan manajemen yang saling berganti digunakan, meskipun tidak begitu mengganggu dalam pemahaman tentang makna dan substansinya, namun memerlukan penelusuran tentang hakikat konsepnya. Demikian juga cakupan isi dan esensinya. Kecenderungan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa istilah manajemen lebih sering digunakan dengan konotasi makna yang lebih spesifik. Sebagai satu sub disiplin yang baru tumbuh, seperti dalam perkembangannya yang cukup pesat di Eropa, manajemen olahraga (sport management) menunjukkan peranan penting dalam pengelolaan kegiatan Penjas dan olahraga (Husdarta, 2009 : 35).
Bentuk kegiatan yang jika dilaksanakan secara terlembaga, yang melibatkan sejumlah personal dan memanfaatkan sumber daya, maka unsur manajemen memegang peranan penting. Kata kunci di sini adalah manajemen dibutuhkan karena kita selalu berhadapan dengan tantangan berupa kelangkaan sumber daya. Tidak ada sumber daya yang berlebihan, lebih-lebih untuk kondisi Penjas dan olahraga di Indonesia.
Fungsi utama manajemen di sini adalah untuk mengoptimalkan efisiensi, sekaligus efektivitas pembinaan. Kedua istilah ini terkait langsung dengan sasaran dan tujuan pembinaan. Sangat besar peluang bahwa pembinaan itu berlangsung dalam keadaan efisiensi yang amat rendah; jika bukan sebagai pemborosan. Fungsi manajemen juga terkait dengan kesehatan organisasi. Organisasi yang sehat, tercermin dari kultur dan produktivitasnya. Organisasi memiliki budaya yang menjadi pondasi perilaku, dan budaya itu berakar, antara pada sistem nilai yang berlaku.
Dalam konteks penyelenggaraan Penjas di sekolah atau lembaga lainnya yang relatif dikembangkan dalam skala kecil, masalah manajemennya memang seperti tidak begitu kompleks. Makin besar organisasi, makin kompleks kelangsungan fungsi manajemennya. Konsep intinya adalah : 
a. Manajemen berfungsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas program
b. Istilah manajemen dan administrasi diartikan sama, namun lebih disukai untuk menggunakan istilah manajemen.
c. Manajemen merupakan sebuah proses yang melibatkan aspek perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan, dan evaluasi.

2. Proses Manajemen

Dari sudut pandang yang berbeda kita dapat merumuskan definisi administrasi/manajemen yang berbeda dengan rumusan di atas. Manajemen itu, tidak lain adalah proses kelangsungan fungsi yang meliputi : perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan (leading), dan evaluasi.
a. Perencanaan
Perencanaan adalah penentuan lebih dulu tujuan yang ingin dicapai dan
alat-alat yang digunakan untuk mencapai tujuan itu. Perencanaan itu mencakup apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukan, dan siapa yang akan melakukannya. Karena selalu ada gap antara apa yang telah dicapai dan apa yang dituju, maka evaluasi dibutuhkan.
Perencanaan itu selalu berawal dengan perumusan tujuan. Apa yang kita inginkan dari hasil pembinaan Penjas dan olahraga? Tujuan itu dapat mencakup liputan yang luas, seperti aspek ekonomi, layanan, dan dimensi sosial organisasi. Dalam konteks Penjas misalnya, tentu tujuan program mengacu pada tujuan sekolah yang selaras dengan tujuan pendidikan. Namun demikian, tentu ada pula tujuan yang bersifat kelembagaan seperti untuk meningkatkan citra suatu sekolah di masyarakat.
Perencanaan dalam penelitian ini mencakup perencanaan pembinaan kompetensi guru Penjas yang dilakukan oleh (1) KKG, (2) kepala sekolah, (3) pengawas, dan (4) UPTD.
Pengembangan dari perencanaan tersebut, yang dilakukan oleh UPTD, kepala sekolah dan pengawas yaitu melalui supervisi, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dan penataran (in service training).
b. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah menciptakan hubungan antara aktivitas yang akan dikerjakan; personal yang akan melakukannya dan faktor fisik yang dibutuhkan. Untuk mengkoordinasi sumber-sumber yang tersedia, administrator mendesain sebuah struktur formal dari tugas dan kewenangan yang akan mendorong tercapainya tujuan dengan efisien dan efektif. Tujuan utama dari pengorganisasian itu adalah membagi tugas/pekerjaan yang akan dilaksanakan, menentukan kelompok kerja, menata jenjang kesenangan, dan menyeimbangkan otoritas dan tanggung jawab.
Organisasi itu sendiri adalah sebuah pengertian abstrak yang mencerminkan himpunan sejumlah orang yang bersepakat untuk bekerja sama dan memiliki komitmen untuk mencapai tujuan. Tujuan itu, dicapai melalui gabungan kompetensi dan keahlian, gabungan dari pola hubungan berdasarkan kewenangan dan tanggung jawab. Kesemuanya ditata dalam satu jaringan, "siapa melaksanakan untuk tujuan apa" Administrator berfungsi untuk mengendalikan kesemuanya itu untuk, mencapai tujuan dengan menggunakan sumber yang tersedia sehemat mungkin.
Organisasi itu, ibarat sebuah organisme atau tanaman. Mula-mula tumbuh dari kecambah yang kemudian bertambah besar dan berkembang, hingga mencapai puncak kematangan. Pada masa itu ia berbuah, organisasi itu produktif, yang mampu menghasilkan sesuatu seperti yang diharapkan. Nanti pada suatu masa ada saatnya terjadi kemunduran. Seperti pohon, terjadi pelapukan. Organisasi itu sudah payah, sakit-sakitan dan tidak produktif lagi.
Banyak organisasi olahraga yang merana perkembangannya, lambat mencapai kematangan, bahkan ada yang tidak tumbuh, setelah terbentuk kepengurusan, karena beberapa sebab seperti tidak ada program, kepemimpinan yang lemah, partisipasi anggota yang longgar, di antaranya karena tidak ada komitmen untuk melaksanakan tugas.
c. Kepemimpinan
Fungsi manajemen itu, pada intinya adalah kepemimpinan. Dalam kepemimpinan terkandung beberapa aspek penting yaitu membuat keputusan, mengarahkan, membangkitkan motivasi. Jiwanya adalah memberikan arahan, tuntunan dan pengendalian terhadap perilaku personal anggota organisasi.
Pengalaman menunjukkan, kepemimpinan yang dimaksud, menjadi kunci bagi pencapaian keberhasilan; kepemimpinan yang lemah karena berbagai sebab seperti rendah kompetensi dalam bidang yang ditangani, lemah dalam keterampilan sosial dan komunikasi, semuanya tidak akan membawa kemajuan bagi organisasinya. Banyak program macet karena kepemimpinan yang lemah. Atmosfir pengajaran menjadi tidak sehat dan kondusif karena kepemimpinan yang tidak sesuai.
d. Evaluasi
Dalam kegiatan apapun akan selalu ada penyimpangan dan kesenjangan antara apa yang direncanakan dan hasil yang diperoleh. Gap itu perlu ditelaah dan dicari penyebabnya. Proses penentuan sebab dan faktor yang menimbulkan kesenjangan antara rencana dan hasil, termasuk proses pelaksanaan, disebut evaluasi dalam konteks pengelolaan suatu program. Penyebab terjadinya kesenjangan itu bisa karena faktor personal yang kurang cakap, lemah motivasi, atau memiliki sikap negatif terhadap suatu objek. Semua kelemahan itu merupakan hambatan yang di antaranya dapat terjadi pada penyelenggaraan pembaharuan. Keputusan inovatif itu memang berawal pada tingkat pemimpin organisasi.