Search This Blog

Showing posts with label media audio kaset cerita. Show all posts
Showing posts with label media audio kaset cerita. Show all posts
SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO KASET CERITA

SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO KASET CERITA

(KODE : PTK-0120) : SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO KASET CERITA (PGTK)



BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kemampuan bahasa dipelajari dan diperoleh anak usia dini secara alamiah untuk beradaptasi dengan lingkungannya, sebagai alat bersosialisasi, bahasa juga merupakan suatu cara merespon orang lain. Bromley (Dhieni, 2011 : 1.11) mendefinisikan bahasa adalah sebagai sistem simbol yang teratur untuk mentransfer berbagai ide maupun informasi yang terdiri simbol-simbol visual maupun verbal. Simbol visual tersebut dapat dilihat, ditulis, dan dibaca. Sedangkan simbol verbal dengan diucap dan didengar. Bromley (Dhieni, 2011 : 1.11) menyebutkan bahwa : 
pada awal kehidupan manusia lebih dulu belajar menyimak, setelah itu belajar berbicara, kemudian membaca, dan menulis. Perkembangan berbicara pada anak berawal dari membeo maupun menggumam. Ketika anak tumbuh dan berkembang, maka akan terjadi perubahan dan peningkatan dalam hal kualitas maupun kuantitas produk bahasanya.
Berdasarkan pendapat tersebut maka kemampuan menyimak merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang seharusnya dikembangkan pada anak usia dini. Kemampuan ini sangat erat kaitannya dengan kemampuan-kemampuan berbahasa lainnya seperti kemampuan menyimak dipadukan dengan kemampuan berbicara, adalah mengungkapkan kembali isi cerita. Pada anak usia dini (4-6 tahun) kemampuan berbahasa yang paling umum dan efektif dilakukan adalah kemampuan berbicara, hal ini sesuai dengan karakteristik umum kemampuan bahasa anak pada usia tersebut. Belajar berbicara dapat dilakukan anak dengan bantuan orang tuanya atau orang dewasa yang berada di sekitarnya, melalui percakapan, dengan bercakap-cakap anak mendapatkan pengalaman dan meningkatkan pengetahuannya serta mengembangkan bahasanya. Pemerolehan bahasa seorang anak juga berawal dari menyimak ucapan di lingkungan keluarga. Bila seorang anak sering mendengarkan atau dilatih untuk selalu mendengarkan cerita di masa awal kehidupannya, maka perkembangan bahasa dan kosa kata anak akan berkembang dengan sangat baik. Skinner dalam (Dhieni, 2009 : 2.9) berpendapat bahwa perkembangan bahasa seorang anak tidak diperoleh dengan begitu saja, tetapi melalui imitasi rangsangan yang diberikan oleh lingkungan terdekat anak, yaitu orang tua, maka kewajiban orang tua dan orang dewasa lainnya yang berada di dekat anak untuk memberikan rangsangan berbahasa anak salah satunya dengan membacakan cerita atau memperdengarkan cerita pada anak.
Tampubolon (1991 : 50) menyatakan bahwa bercerita kepada anak memainkan peranan penting bukan saja dalam menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca, tetapi juga dalam mengembangkan bahasa dan pikiran anak, dengan demikian fungsi dari kegiatan bercerita bagi anak usia 4-6 tahun adalah membantu perkembangan bahasa anak. Dengan bercerita melatih pendengaran anak yang difungsikan dengan baik untuk membantu kemampuan bicara, dengan menambah perbendaharaan kosa kata, kemampuan mengucapkan kata-kata, melatih merangkai kalimat sesuai dengan tahapan perkembangannya, selanjutnya anak dapat mengekspresikannya melalui bernyanyi, bersyair, menulis, ataupun menggambar. Salah satu cara melatih pendengaran dan menumbuhkan minta anak dalam bercerita, diantaranya dengan menggunakan media audio kaset cerita, dimana anak dapat mendengarkan cerita-cerita menarik , sehingga imajinasi anak dapat terlatih dan berkembang dengan baik.
Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang berarti perantara, antara, atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan. Schramm (1977) dalam (Eliyawati, 2005 : 108) mendefinisikan mengenai media yaitu teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan. Adapun penggunaan media dalam kegiatan pendidikan untuk anak usia dini pada umumnya untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran, memberikan penguatan maupun motivasi, adapun beberapa peranan penting media dalam kegiatan pembelajaran adalah : 
1. Memperjelas penyajian pesan dan mengurangi verbalitas.
2. Memperdalam pemahaman anak didik terhadap materi pelajaran.
3. Memperagakan pengertian yang abstrak kepada pengertian yang konkret dan jelas.
4. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera manusia.
5. Penggunaan media yang tepat dalam pembelajaran akan mengatasi sikap pasif pada anak.
6. Mengatasi sifat unik pada setiap anak didik yang diakibatkan oleh lingkungan yang berbeda.
7. Media mampu memberikan variasi dalam proses belajar-mengajar.
8. Memberi kesempatan pada anak didik untuk mengulang pelajaran yang diberikan.
9. Memperlancar pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar dan mempermudah tugas guru.
Media berdasarkan cara penyampaian dan penerimaannya terbagi menjadi tiga, yaitu media Audio, media Visual dan media Audio Visual.
Media Audio atau media dengar adalah media yang dapat menyampaikan pesan melalui suara-suara atau bunyi yang diperdengarkan. Media ini sangat mengandalkan kemampuan pendengaran dari para penggunanya. Adapun unsur suara ini memiliki komponen bahasa, musik, dan sound effect yang dapat dikombinasikan untuk menguatkan isi pesan. Media Audio juga merupakan media yang sangat fleksibel, relatif murah, praktis dan singkat serta mudah dibawa, oleh karena itu para guru dan orang tua dapat menggunakan media ini sebagai alat atau fasilitas penunjang perkembangan bahasa anak. Dimana orang tua pada masa sekarang ini memiliki kesibukan yang lain maka membacakan cerita atau memperdengarkan cerita pada anak sudah jarang dilakukan, oleh karena itu anak hanya mendengarkan cerita dari sekolah saja, dan itu pun kebanyakan ibu guru di sekolah tidak selalu setiap hari membacakan cerita, dari kedua permasalahan ini berdampak pada berkurangnya kemampuan anak untuk bercerita, mereka seolah kehilangan imajinasi yang seharusnya banyak terdapat di dalam pikiran mereka, atau mungkin saja mereka memiliki imajinasi namun mereka tidak mempunyai kemampuan untuk mengungkapkannya. 
Agar kegiatan dalam meningkatkan kemampuan bercerita pada anak dapat terlaksana dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal, maka diperlukan sebuah media yang dapat membantu anak dalam meningkatkan kemampuannya untuk bercerita, diantaranya adalah dengan menggunakan media audio kaset cerita.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan serta kejadian yang dialami oleh peneliti, di Taman kanak-kanak X yang memiliki satu kelas kelompok B, sebagian besar anak belum memiliki kemampuan untuk menyimak, seperti anak belum mampu mengulang cerita yang dibacakan oleh guru atau mengulang cerita teman serta belum dapat menceritakan pengalaman yang pernah dialaminya.
Kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kurangnya peran guru dalam memberikan fasilitas dan motivasi pada anak, selain itu media yang digunakan dalam bercerita hanya menggunakan buku cerita dan terkadang media boneka dan belum pernah menggunakan media lain. Padahal media memegang peranan penting dalam kegiatan pembelajaran bahasa di Taman Kanak- Kanak. Berdasarkan kondisi di lapangan yang tidak memiliki Media audio Visual, maka penulis mencoba memanfaatkan Media pembelajaran yang ada di lapangan, yaitu media Audio kaset cerita yang dipadukan dengan tape sebagai penyampai informasi pada anak dalam meningkatkan kemampuan menyimak. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Schramm (Eliyawati, 2005 : 108) Media pembelajaran dapat dijadikan sebagai wahana penyalur informasi atau pesan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini mencoba di fokuskan pada sejauh mana media audio kaset cerita dapat meningkatkan kemampuan menyimak pada anak usia dini.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Bagaimana meningkatkan kemampuan menyimak pada anak usia dini melalui penggunaan media audio kaset cerita".
Adapun rumusan masalahnya tertuang sebagai berikut : 
1. Bagaimana kondisi objektif kemampuan menyimak anak usia dini di kelompok B TK X ?
2. Bagaimana langkah-langkah penggunaan media audio kaset cerita dalam meningkatkan kemampuan menyimak di kelompok B TK X ?
3. Bagaimana peningkatan kemampuan menyimak di kelompok B TK X ?

C. Tujuan Penelitian
penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan media audio kaset cerita dalam meningkatkan kemampuan bercerita pada anak usia dini.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi siswa : 
a. Membantu meningkatkan konsentrasi dalam kegiatan pembelajar.
b. Membantu mengembangkan bahasa anak serta menambah kosa kata pada anak.
c. Membantu meningkatkan kemampuan menyimak pada anak
d. Membantu meningkatkan prestasi anak
2. Bagi Guru dan Kepala TK
a. Memudahkan penyampaian materi atau tema pembelajaran
b. Tercapainya tujuan pembelajaran
c. Terlaksananya kurikulum pembelajaran
3. bagi Peneliti selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan bagi peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian mengenai pengembangan bahasa anak usia dini.