Search This Blog

SKRIPSI PTK PENINGKATAN PEMAHAMAN MEMBACA INTENSIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI


(KODE : PTK-0097) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN PEMAHAMAN MEMBACA INTENSIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI (BAHASA INDONESIA KELAS III)


BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia. Dengan pendidikan akan diperoleh hal-hal baru yang dapat digunakan dalam proses kelangsungan hidup manusia. Semakin berkembangnya jaman maka semakin bertambah pula usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional seperti yang tertera dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen (2007) bahwa. "Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa".
Upaya peningkatan kualitas manusia tersebut dapat ditempuh melalui bidang pembangunan yang salah satunya adalah pembangunan di bidang pendidikan. Pengertian pendidikan menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen (2007), "Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara". Menurut Ngalimin Purwanto (2007 : 10), "Pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohani kearah kedewasaan".
Di Indonesia pendidikan mendapat perhatian yang utama dari pemerintah. Berbagai upaya pemerintah telah banyak dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar termasuk pembangunan gedung dan fasilitas lain. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dari kualitas pendidikan dan pengajaran yang bermutu maka, akan menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Apabila suatu negara dihuni oleh penduduk yang memiliki SDM yang tinggi maka negara tersebut akan maju. Oleh karena itu pendidikan dan pengajaran haruslah ditingkatkan.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDN X. Ternyata dalam proses pembalajaran Bahasa Indonesia khususnya membaca intensif, guru masih menggunakan metode pembelajaran ceramah, dimana metode pembelajaran tersebut kurang efektif didalam menyampaikan materi pembelajaran membaca intensif. Sehingga proses pembelajaran pun kurang efisien. Siswa yang merasa bosan dan kurang memperhatikan guru. Dan tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai secara maksimal. Yang ditandai dengan prestasi belajar mata pelajaran membaca intensif yang rendah. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia banyak sekali jenis-jenis membaca antara lain membaca kritis, membaca pemahaman, membaca cepat, membaca indah, membaca teknik, membaca praktis, membaca untuk keperluan studi.
Membaca merupakan hal yang paling penting dalam proses pembelajaran. Tujuan pengajaran membaca adalah agar siswa mampu memahami pesan-pesan komunikasi yang disampaikan dengan medium bahasa tulis dengan cermat, tepat dan cepat secara kritis dan kreatif. Sedangkan intensif adalah sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang semaksimal mungkin. Membaca Intensif, yaitu jenis membaca yang dilakukan dengan titik tekan pada pemahaman isi bacaan sampai pada hal-hal kecil. Karena didalam proses pembelajaran, guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar membaca intensif secara efektif dan efisien, sesuai tujuan yang diharapkan. Salah satu cara untuk memilih strategi itu adalah guru harus menguasai metode mengajar membaca intensif tersebut.
Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan membaca intensif dapat diperbaiki dengan menggunakan metode pembelajaran dengan metode demonstrasi. Menurut Mulyadi Sumantri (2001 : 133) metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dngan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang memahami atau ahli dalam topik bahasan yan harus didemonstrasikan. Karena dalam membaca intensif harus siswa yang aktif dan tidak mendengarkan ceramah dari guru secara terus menerus.
Dengan guru menggunakan metode demonstrasi dalam membaca intensif, guru dituntut melibatkan siswanya berpartisipasi aktif untuk menentukan pengetahuan dalam membaca intensif. Dengan ditunjang media-media pembelajaran sebagai sumber belajar. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar perlu mendapat perhatian. Pada saat ini prestasi siswa yang diperoleh oleh proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan metode ceramah di SDN X, masih belum menampakkan hasil optimal. Berdasarkan data yang diperoleh lebih dari setengah jumlah siswa kelas III dalam membaca intensif masih mendapat nilai dibawah rata-rata. Hal ini ditunjukkan dengan masih adanya 16 siswa atau 50% siswa yang nilainya belum dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka peneliti mengadakan penelitian di kelas III dengan menerapkan Metode Demonstrasi yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam kompetensi membaca, khususnya membaca intensif.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut di atas maka penulis menyusun skripsi yang berjudul "Peningkatan Pemahaman Membaca Intensif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas III SDN X"

B. Perumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Apakah dengan penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan pemahaman membaca intensif pada siswa kelas III SDN X ?"

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang terdapat dalam penelitian ini, maka tujuan yang hendak digunakan adalah meningkatkan pemahaman membaca intensif mata pelajaran bahasa indonesia pada siswa kelas III SDN X dengan penerapan metode demonstrasi.

D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapakan mempunyai manfaat sebagai berikut.
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini, diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dan acuan bagi peneliti di tempat yang berbeda dan pada pelajaran yang berbeda, sehingga dapat mengembangkan metode-metode dengan dasar penelitian ini. Pada akhirnya dapat ditemukannya teknik yang paling efektif dalam pengajaran membaca intensif.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Sekolah
Untuk memberi suatu gambaran mengenai kompetensi guru dalam menerapkan metode mengajar dalam membaca intensif, sehingga diharapkan pemahaman membaca intensif dapat ditingkatkan.
b. Bagi Guru
Untuk membantu mengembangkan kemampuan dan merancang dan melaksanakan pembelajaran ketrampilan membaca intensif yang efektif dengan jalan penerapan metode demonstrasi sehingga hasilnya akan lebih baik serta menambah pengalaman guru untuk melaksanakan PTK.
c. Bagi Siswa
Untuk menambah pemahaman mereka bahwa dengan aktif mengikuti pembelajaran ketrampilan membaca intensif dengan metode demonstrasi ini akan membantu mereka dalam pemahaman materi sehingga pemahaman membaca intensif akan meningkat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »