Search This Blog

Showing posts with label persaingan industri siaran radio. Show all posts
Showing posts with label persaingan industri siaran radio. Show all posts
SKRIPSI STRATEGI PROGRAM RADIO DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN INDUSTRI SIARAN RADIO

SKRIPSI STRATEGI PROGRAM RADIO DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN INDUSTRI SIARAN RADIO

(KODE : ILMU-KOM-0074) : SKRIPSI STRATEGI PROGRAM RADIO DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN INDUSTRI SIARAN RADIO



BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Menjamurnya stasiun radio siaran di Ibu Kota Jakarta membuat persaingan makin keras. Pada masa krisis seperti sekarang, industri penyiaran radio harus semakin kreatif menggarap program-program acaranya, jika tidak inovatif, sebuah stasiun radio pasti akan kehilangan pendengar dan ujungnya tak mendatangkan iklan (Kompas, 2010 : 15).
Berdasarkan catatan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), jumlah perusahaan radio se-Indonesia saat ini berkisar 1.300 stasiun. Di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan X) sendiri ada sekitar 60 stasiun. Dari 60 stasiun radio legal di Jabodetabek, yang terdaftar sebagai anggota PRSSNI sebanyak 48 stasiun. Jumlah pendengar radio pun menurun dari 15 juta pendengar tahun lalu menjadi 12 juta pendengar saja di tahun 2009.
Sebuah stasiun radio tidak hanya bersaing dengan sesama radio, namun juga bersaing dengan media yang lain seperti televisi, surat kabar, dan majalah Oi (2007 : 196) menjelaskan, radio dan televisi termasuk media elektronik, surat kabar merupakan media cetak. Radio dan televisi mencari, meliput berita hampir sama. Bedanya radio mengutamakan suara dan efek suara, sedangkan televisi hanya gambar saja semua sudah terwakilkan, penonton tinggal menyaksikan, emosi cenderung tidak terganggu.
Effendy (2008 : 107) menyatakan bahwa radio siaran mendapat julukan "kekuasaan kelima" atau the fifth estate, setelah pers dianggap sebagai "kekuasaan keempat" (the fourth estate). Ada tiga hal yang mendukung radio dijuluki sebagai kekuasaan kelima, yaitu : (1) radio siaran bersifat langsung; (2) radio siaran tidak mengenal jarak dan rintangan; (3) radio siaran memiliki daya tarik.
Jika dibandingkan dengan televisi siaran, televisi sebenarnya lebih lengkap daripada radio. Meskipun demikian, sampai sekarang televisi belum pernah diberi julukan "kekuasaan keenam" (the sixth estate) (Effendy, 2008 : 107). Hal ini tentu menguatkan bahwa siaran radio tidak kalah saing dengan media baru yang banyak bermunculan saat ini.
Masing-masing media memiliki kelebihan dan juga kelemahan dalam fungsinya sebagai sarana, namun demikian, bagi khalayak, kelebihan dan kelemahan ini justru dapat saling melengkapi dalam memperjelas penerimaan informasi atau isi pesan (Wahyudi, 1996 : 2).
Dalam persaingan radio yang ada berarti Radio X harus memiliki strategi yang tepat dalam menyusun berbagai program acaranya agar tidak kalah saing dengan radio lainnya. Munthe (1996 : 56) menyatakan pendengar radio selektif memilih acara. Hanya acara yang menurut penilaiannya baik yang dinikmati, sementara acara yang menurutnya tidak baik akan dilewatkan begitu saja.
Radio X lebih mempertegas sebagai radio yang memiliki konten hiburan dan informasi lewat diperkenalkannya program variety show pagi yang memadukan informasi, obrolan ringan dan musik dangdut untuk menemani aktifitas di pagi hari. Selain itu program lain yang disuguhkan oleh Radio X adalah Lift, chart lagu pop Indonesia yang disiarkan berbarengan di empat radio Group.
Program yang baik dan menarik akan mendatangkan banyak pendengar. Jumlah pendengar tersebut akan membuat para pengiklan yang akan memasukan iklan yang akan mendatangkan pendapatan dan keuntungan bagi stasiun radio tersebut (Romli, 2007 : 103).
Program acara yang berkualitas merupakan hasil akhir yang sangat diharapkan masing-masing stasiun radio, sejak awal beroperasi. Keunggulan dalam bidang manajemen suatu organisasi stasiun radio tidak dapat dilepaskan dari keunggulan dalam mengelola program acara, karena ini merupakan penentu untuk memenangkan persaingan dalam industri siaran radio. Seperti yang dikatakan Omar Abidin Gilang dalam Munthe (1996 : 54) salah satu aspek yang dapat menentukan keberhasilan radio adalah berkaitan dengan program-program acara yang disiarkan.
Program-program unggulan Radio X dalam menghadapi persaingan siaran dikemas secara menarik dan ringan sesuai dengan segmentasinya. Radio X berusaha menyuguhkan program-programnya dengan format dan tema yang enak untuk didengar serta mengenai hati pendengarnya, seperti tag linenya yaitu “enak didengar, kena di hati".
Untuk itu penulis tertarik meneliti strategi program Radio X dalam menghadapi persaingan industri siaran radio. Penulis mengangkat Radio X sebagai unit analisis penelitian dengan judul penelitian : "STRATEGI PROGRAM RADIO X DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN INDUSTRI SIARAN RADIO".

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang masalah di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian, "Bagaimana strategi program Radio X dalam menghadapi persaingan industri siaran radio".

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi program Radio X dalam menghadapi persaingan industri siaran radio.

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Akademis
Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menambah wawasan mahasiswa ilmu komunikasi bidang jurnalistik untuk mengembangkan wawasan pemahaman lebih baik mengenai perkembangan ilmu komunikasi. 
2. Manfaat Praktis
Sebagai informasi bagi perusahaan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam membuat suatu program acara dan dapat dijadikan bahan evaluasi bagi setiap kebijakan perusahaan dalam menghadapi persaingan di dunia penyiaran khususnya siaran radio dan diharapkan dapat bermanfaat bagi akademis maupun masyarakat pada umumnya. 

E. Sistematika Penulisan
Sebagai sebuah karya ilmiah, penulis berusaha menyusun kerangka sistematika penulisan yang disusun dengan urutan sebagai berikut : 
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab pertama ini, penulis membahas latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II : KAJIAN TEORITIS
Pada bab ini, penulis menguraikan teori-teori yang relevan dengan kasus yang diteliti. Antara lain, komunikasi, komunikasi massa, media massa radio, strategi program, program radio.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini, penulis menguraikan metode yang digunakan dalam pengumpulan data, teknik dan metode analisis data selama melakukan penelitian untuk menyusun skripsi ini.
BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini, berisi hasil penelitian mencakup gambaran umum tentang objek penelitian, serta hal pengumpulan data yang berhubungan dengan masalah penelitian.
BAB V : PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir, di mana untuk menyempurnakan skripsi ini akan dikemukakan tentang kesimpulan dari bab-bab sebelumnya yang telah dibahas dan berdasarkan kesimpulan tersebut akan dikemukakan saran-saran yang dapat bermanfaat bagi semua pihak yang bersangkutan, khususnya Radio X.