Search This Blog

Showing posts with label multi metode. Show all posts
Showing posts with label multi metode. Show all posts
SKRIPSI PTK PENERAPAN MULTI METODE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR

SKRIPSI PTK PENERAPAN MULTI METODE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR

(KODE : PTK-0153) : SKRIPSI PTK PENERAPAN MULTI METODE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR (EKONOMI KLS VII)



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan wacana yang selalu mengalami perubahan dan metode-metode baru dalam pengembangannya ke depan. Pendidikan merupakan kunci utama kemajuan dan peradaban suatu bangsa, semakin baik kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu masyarakat/bangsa, maka secara tidak langsung akan merubah pemikiran masyarakat/bangsa itu sendiri.
Dalam pengertian yang luas, pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara tingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan. Pendidikan, menurut undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional bab 1 Pasal 1, adalah usaha sadar yang dilakukan untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan agar peserta didik tersebut berperan dalam kehidupan mas a depannya.
Berbicara tentang metode pembelajaran, maka penerapan multi metode kombinasi dalam hal ini metode inquiry, card sort, dan jigsaw adalah suatu metode pembelajaran yang berguna untuk mengatasi kesulitan belajar sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam pembelajaran terutama mata pelajaran Ekonomi.
Dalam pemilihan dan penggunaan metode harus mempertimbangkan aspek efektifitasnya dan relevansinya dengan materi yang disampaikan. Keterampilan menggunakan variasi merupakan salah satu keterampilan mengajar yang harus dikuasai oleh guru. Dalam proses pembelajaran, tidak jarang rutinitas yang dilakukan oleh guru seperti ceramah, tanya jawab, kemudian berdiskusi dengan kelompok membuat siswa jenuh dan bosan. Dalam kondisi seperti ini guru harus pandai menggunakan metode mengajar yaitu dengan mengubah gaya mengajar, dengan menggunakan metode inquiry, card sort, dan jigsaw. Sehingga siswa tidak merasa bosan dan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan.
Metode inquiry merupakan suatu metode yang merangsang murid untuk berfikir, menganalisa suatu persoalan sehingga menemukan permasalahannya. Dalam bahasa Inggris disebut problem solving method. Metode ini membina kecakapan untuk melihat alasan-alasan yang tepat dari suatu persoalan sehingga pada akhirnya dapat ditemukan bagaimana cara penyelesaiannya. Metode ini pun adalah metode yang membina murid-murid untuk dapat berfikir ilmiah yaitu cara berfikir yang mengikuti jenjang-jenjang tertentu di dalam penyelesaian, kemampuannya untuk memperoleh pendidikan, dapat dilatih dan dikembangkan dengan metode semacam ini. Selain itu informasi, konsep dan generalisasi menuntut guru untuk membantu siswa untuk menemukan sendiri data, fakta dan informasi tersebut sebagai sumber agar dengan kegiatan itu dapat memberikan pengalaman kepada siswa.
Metode card sort merupakan metode yang digunakan pendidik dengan maksud mengajak peserta didik untuk menemukan konsep dan fakta melalui klasifikasi materi yang dibahas dalam pembelajaran. metode card sort merupakan model pembelajaran aktif (active learning) yang memberdayakan peserta didik untuk aktif dengan menggunakan otak untuk menemukan konsep dan memecahkan masalah yang dipelajari. Disamping itu, untuk menyiapkan mental dan melatih keterampilan fisik peserta didik.
Metode jigsaw merupakan sebuah teknik yang dipakai secara luas yang memiliki kesamaan dengan teknik "pertukaran dari kelompok ke kelompok" (group-to-group) dengan suatu perbedaan penting; setiap peserta didik mempelajari sesuatu yang dikombinasikan dengan materi yang telah dipelajari oleh peserta didik lain, buatlah kumpulan pengetahuan yang bertalian.
Pembahasan dengan metode jigsaw diawali dengan pengenalan topik yang akan dibahas oleh guru. Guru bisa menuliskan topik yang akan dipelajari pada papan tulis white board. Guru menanyakan kepada peserta didik apa yang mereka ketahui mengenai topik tersebut. Kegiatan sumbang saran ini dimaksud untuk mengaktifkan
skema atau struktur kognitif peserta didik agar siap menghadapi kegiatan pembelajaran yang baru.
Pada penelitian sebelumnya pernah dilakukan oleh Ike Nurfadilah. 2006. Dengan judul "Efektifitas Penggunaan Metode Jigsaw Learning Dalam Pembelajaran Agama Islam (PAI)". Hasil penelitian tersebut adalah : 
Efektifitas penggunaan metode Jigsaw Learning selain didukung oleh prosedur penerapan yang baik, hasil belajar yang memuaskan juga merupakan salah satu pendukung keefektifan penggunaan metode ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Jigsaw Learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP sudah cukup efektif. Metode ini sangat membantu guru PAI karena dapat melibatkan siswa secara aktif dan dapat meningkatkan kerjasama siswa. Penerapan metode ini didukung oleh beberapa sarana yang cukup lengkap yang disediakan oleh SMP. Dan ada beberapa penghambat yang dihadapi oleh guru-guru khususnya guru PAI yaitu kurangnya waktu dan banyaknya siswa dalam satu kelas. Akan tetapi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, seorang guru harus memiliki keterampilan sendiri yaitu keterampilan menggunakan metode jigsaw.
Pada penelitian sebelumnya pernah dilakukan oleh Aminah 2009 dengan judul "Penerapan Strategi Card Sort dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII A Pada Pelajaran Aqidah Akhlak di MTS. Hasil penelitian tersebut adalah : 
Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode card sort dengan menggunakan metode berkelompok, diskusi, mencari pasangan kartu dan tim kuis serta media yang menarik sangat mampu membuat motivasi belajar siswa mata pelajaran aqidah akhlak menjadi meningkat. Motivasi belajar siswa makin meningkat dari setiap pertemuan mulai dari adu cepat menempelkan kartu, mencari pasangan kartu, cerita bergambar dan terutama memakai metode kuis/tebak-tebakan antar kelompok dengan menggunakan kartu, hal itu membuat siswa semakin paham dengan materi dan semakin bersemangat belajar.
Pada penelitian sebelumnya pernah dilakukan oleh Ifa Miming Agustin. 2008. Penerapan metode inquiry dalam pembelajaran PAI Dan Dampaknya Terhadap motivasi belajar siswa di SMP.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode inquiry dalam pembelajaran PAI yang ada di SMP dengan penerapan strategi pembelajaran dengan penerapan metode inquiry berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya semangat belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan siswa tidak akan bosan belajar, serta anak cenderung lebih berusaha mencari jawaban dengan caranya sendiri, hal ini terbukti dari hasil angket yang menyatakan 99% siswa lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran. 
Proses pembelajaran pada hakikatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Namun dalam hal pelaksanaannya yang dilaksanakan justru menghambat aktivitas dan kreativitas peserta didik. Dengan adanya penerapan multi metode diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa mata pelajaran Ekonomi siswa kelas VII SMPN X. Kehadiran metode ini dapat menjadikan kegiatan belajar mengajar ekonomi lebih menyenangkan karena model pembelajaran yang menekankan aktivitas kolaboratif siswa dalam belajar yang berbentuk kelompok kecil, mempelajari materi pembelajaran dan memecahkan masalah secara kolektif.
Melalui Multi Metode ini, guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan. Hubungan saling membutuhkan ini dapat menimbulkan adanya saling ketergantungan positif yang menuntut adanya interaksi yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil prestasi yang optimal.
Berdasarkan beberapa uraian diatas penulis kemudian bermaksud untuk mengadakan penelitian dengan judul "PENERAPAN MULTI METODE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS VII SMPN X".

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah proses perencanaan pembelajaran dengan menggunakan penerapan Multi Metode untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VII SMPN X ?
2. Bagaimanakah proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan penerapan Multi Metode untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VII SMPN X ?
3. Bagaimanakah hasil penilaian pembelajaran dengan menggunakan penerapan Multi Metode untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VII SMPN X ?

C. Tujuan Penelitian
1. Mendeskripsikan proses perencanaan pembelajaran dengan menggunakan penerapan Multi Metode untuk Meningkatkan Motivasi dan prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VII SMPN X ? 
2. Mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan penerapan Multi Metode untuk Meningkatkan Motivasi dan prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VII SMPN X ?
3. Mendeskripsikan hasil penilaian pembelajaran dengan menggunakan penerapan Multi Metode untuk Meningkatkan motivasi dan prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VII SMPN X ?

D. Manfaat Penelitian
Peneliti mengharapkan bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan motivasi siswi Kelas VII SMPN X" terhadap mata pelajaran ekonomi Adapun manfaat tersebut, antara lain bagi : 
1. Lembaga
Sebagai sumbangan pemikiran bahwa dengan menggunakan Multi Metode ini, dalam upaya meningkatkan motivasi siswa kelas VII SMPN X.
2. Peneliti
Sebagai pengalaman membuat karya tulis ilmiah dan sekaligus menambah pengetahuan penulis bahwasanya dengan menerapkan Multi Metode ini akan dapat mempermudah para guru dalam menyampaikan materi Ekonomi, khususnya untuk meningkatkan belajar.
3. Siswa
Sebagai tambahan pengetahuan bahwasanya dengan menggunakan Multi Metode ini lebih efektif, maka siswa akan dapat dengan mudah menerima dan memahami materi serta hasil belajarnya akan meningkat.

E. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian tindakan kelas ini hanya akan meneliti atau menerapkan pembelajaran kontekstual model inquiry, card sort, dan jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa mata pelajaran Ekonomi pada siswa kelas VII SMPN X.

F. Definisi Operasional
1. Motivasi Belajar
Motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu : 1) motivasi intrinsik; 2) motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Termasuk dalam motivasi intrinsik siswa adalah perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut, misalnya kebutuhan untuk masa depan siswa yang bersangkutan. Dalam penelitian ini motivasi belajar yang digunakan adalah motivasi intrinsik.
2. Prestasi Belajar
Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Diciptakan, baik secara individu maupun kelompok. Jadi prestasi belajar adalah hasil dari belajar baik secara individu maupun kelompok.
3. Inquiry
Metode inquiry adalah metode yang merangsang murid untuk berfikir, menganalisa suatu persoalan sehingga menemukan permasalahannya.
4. Card sort
Card sort adalah metode yang digunakan pendidik dengan maksud mengajak peserta didik untuk menemukan konsep dan fakta melalui klasifikasi materi yang dibahas dalam pembelajaran dengan menggunakan kartu.
5. Jigsaw
Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggung jawab terhadap penguasaan setiap komponen/sub topik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggung jawab terhadap sub topik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. 

G. Sistematika Pembahasan
Sistematika adalah tata urutan yang beraturan dan berkesesuaian. Sistematika ini memuat kerangka pemikiran yang akan digunakan dalam pelaporan hasil penelitian yang dilakukan. Adapun sistematika dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut : 
BAB I Pendahuluan
Pendahuluan menjelaskan tentang pokok-pokok pemikiran yang melatarbelakangi penulisan skripsi, yaitu terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, penelitian terdahulu, manfaat penelitian, sistematika pembahasan. 
BAB II Kajian Pustaka
Kajian pustaka menguraikan tentang kajian teori yang berhubungan dengan pembelajaran kontekstual dengan Penerapan Multi Metode yang mendasari penelitian tindakan kelas ini.
BAB III : Metode Penelitian
Metode penelitian menjelaskan tentang metode-metode yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas yang berisi lokasi penelitian, pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, sumber dan jenis data, pengumpulan data, analisis data, tahap-tahap penelitian (siklus penelitian : perencanaan, implementasi, pengamatan dan refleksi). 
BAB IV Hasil Penelitian
Hasil penelitian menjelaskan data-data yang diperoleh di lapangan (rencana pembelajaran dan hasil pembelajaran) yaitu gambaran umum SMPN X dan deskripsi data sesuai dengan rumusan masalah. 
BAB V Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan menjelaskan hasil penelitian dikaitkan dengan teori-teori yang sudah ada yang berisi tentang Penerapan Multi Metode Dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa, proses dan hasil penelitian. 
BAB VI Penutup
Penutup berisi tentang kesimpulan dari penelitian dan saran yang akan diberikan oleh peneliti terhadap hasil penelitian.