gudang makalah, skripsi dan tesis: skripsi pendidikan agama islam
HARAP DIBACA DULU !

Kami tidak bisa membuatkan skripsi/tesis/makalah, kami hanya sekedar menyediakan contoh-contoh file skripsi/tesis jadi sebagai bahan referensi dari skripsi/tesis yang sedang anda susun.

Cara pemesanan file-file referensi :
  • Tuliskan jenisnya (skripsi/tesis), jurusan, fokus penelitian dan alamat email anda, lalu kirimkan SMS ke : 0878-5103-3593 (bukan voice line, SMS only). Contoh : skripsi, akuntansi, penerapan activity based costing, xxxxxx@gmail.com.
  • Setelah pesan anda kami terima, kami akan mengirimkan lewat SMS judul-judul yang sesuai dengan request untuk anda pilih, sekaligus menginstruksikan untuk membayar ganti biaya pengetikan ke rekening kami di Bank MANDIRI No. Rek: 141-00-0649103-9 a/n: Santi Rahayu (bisa lewat transfer antar ATM, Internet Banking, SMS Banking atau Setor langsung dari Bank).
  • Jika anda telah selesai mentransfer, lakukan konfirmasi dengan mengirim SMS ke nomor 0878-5103-3593(bukan voice line, SMS only).
  • Apabila langkah-langkah diatas telah anda lakukan, kami akan segera mengirim TUGAS AKHIR, SKRIPSI atau TESIS sesuai dengan request anda (lengkap dari cover s/d daftar pustaka, bisa dalam format WORD atau PDF) melalui attachment (lampiran) ke alamat email yang anda berikan (maksimal 1 jam dari saat pengecekan transfer), sehingga anda tinggal mengeditnya.
Mohon maaf, dengan segala hormat kami tidak melayani :
• Komplain setelah lewat 2 hari dari tanggal pengiriman
• Pertanyaan-pertanyaan semacam : "Kalau saya telah mentransfer dananya, apa jaminan filenya akan dikirim?" (Dalam transaksi di dunia maya, kepercayaan adalah mutlak diperlukan). Jaminan kami adalah reputasi blog ini. Disamping itu, mungkin yang juga perlu ditanyakan adalah : "Kalau filenya telah dikirim, apa jaminan dana akan ditransfer?"
Sebagai catatan : kami tidak akan membocorkan identitas pemesan (nomor telepon, alamat email, dll.) karena itu staff kami tidak akan pernah menanyakan data pribadi anda seperti : nama, alamat, kampus tempat anda menuntut ilmu, dll. Kerahasiaan klien adalah yang terpenting bagi kami.

Terima kasih atas perhatiannya.
Tampilkan posting dengan label skripsi pendidikan agama islam. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label skripsi pendidikan agama islam. Tampilkan semua posting

JUDUL SKRIPSI JURUSAN TARBIYAH (PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)


JUDUL SKRIPSI JURUSAN TARBIYAH (PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)

  • (KODE : PEND-AIS-0001) : SKRIPSI ANALISIS KONSEP KECERDASAN PERSPEKTIF HOWARD GARDNER DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 
  • (KODE : PEND-AIS-0002) : SKRIPSI DAMPAK STRATEGI MODELING PARTISIPAN TERHADAP PEMAHAMAN MATERI TATA KRAMA PRIBADI (BERPAKAIAN, BERHIAS, ADAB DALAM PERJALANAN, BERTAMU DAN MENERIMA TAMU) PADA SISWA KELAS 1 SMA MUHAMMADIYAH X 
  • (KODE : PEND-AIS-0003) : SKRIPSI EFEKTIFITAS STRATEGI BELAJAR PQ4R (PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDY FIQIH KELAS V DI MI NEGERI X 
  • (KODE : PEND-AIS-0004) : SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN CREATIVE INTELLIGENCE (KECERDASAN KREATIF) MELALUI KETERAMPILAN BERTANYA DASAR DI MI X 
  • (KODE : PEND-AIS-0005) : SKRIPSI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GURU RAMAH ANAK PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD X 
  • (KODE : PEND-AIS-0006) : SKRIPSI MENJADIKAN ANAK UNGGUL DALAM PRESTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (KAJIAN PENERAPAN KONSEP METODE INTEGRATED DI SDIT LAB. SCHOOL X) 
  • (KODE : PEND-AIS-0007) : SKRIPSI MODERNISASI PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN (STUDI PROBLEMATIKA DAN UPAYA MENANGANINYA DI PONDOK PESANTREN X) 
  • (KODE : PEND-AIS-0008) : SKRIPSI PELAKSANAAN HOME SCHOOLING DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DI TAMAN PEMBINAAN ANAK SHOLEH (TAPAS) X 
  • (KODE : PEND-AIS-0009) : SKRIPSI PENERAPAN METODE PROYEK DALAM MENINGKATKAN ASPEK PSIKOMOTORIK ANAK DIDIK PADA PELAJARAN PAI DI SMPN X 
  • (KODE : PEND-AIS-0010) : SKRIPSI PENGARUH EDUCATION GAMES TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA DINI PADA SENTRA AGAMA DI PAUD X 
  • (KODE : PEND-AIS-0011) : SKRIPSI PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM PERCEPATAN BELAJAR (AKSELERASI) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI X 
  • (KODE : PEND-AIS-0012) : SKRIPSI PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMP X 
  • (KODE : PEND-AIS-0013) : SKRIPSI PENGARUH PENERAPAN TEORI PEMBIASAAN PERILAKU RESPON (OPERANT CONDITIONING) B.F. SKINNER DALAM PEMBELAJARAN TAJWID TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI TPQ X 
  • (KODE : PEND-AIS-0014) : SKRIPSI PENGARUH STRATEGI BELAJAR MURDER (MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DIGEST, EXPAND, REVIEW) TERHADAP PENGUASAAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS X-1 DI SMA NEGERI X 
  • (KODE : PEND-AIS-0015) : SKRIPSI PENGARUH STRATEGI QUANTUM QUOTIENT DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PAI SISWA DI SMPN X 
  • (KODE : PEND-AIS-0016) : ANALISIS NILAI-NILAI PROFETIK DENGAN KERANGKA FILSAFAT PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (STUDI ATAS PEMIKIRAN KUNTOWIJOYO) 
  • (KODE : PEND-AIS-0017) : PENGARUH UPAYA PREVENTIF GURU AGAMA TERHADAP SIKAP SISWA DALAM MENGHADAPI PENYEBARAN AJARAN ISLAM SEMPALAN PADA SISWA DI SMA X 
  • (KODE : PEND-AIS-0018) : PROSEDUR DAN EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KITAB MATNUL GHOYAH WAT TAQRIB BAB HAJI MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH 8 DI PESANTREN X 
  • (KODE : PEND-AIS-0019) : IMPLEMENTASI METODE TANDUR DALAM PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN (JOYFULL LEARNING) DI PLAY GROUP “ADITUKA PELANGI” KELURAHAN X 
  • (KODE : PEND-AIS-0020) : PERSPEKTIF KH SHOLEH BAHRUDDIN DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN X 
  • (KODE : PEND-AIS-0022) : PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER MADRASAH DINIYAH DI MTS. X 
  • (KODE : PEND-AIS-0023) : MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN SOSIAL DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSI ANAK 
  • (KODE : PEND-AIS-0024) : PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAP (DEVELOPMENTALLY APPROPRIATE PRACTICE) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN X 
  • (KODE : PEND-AIS-0025) : URGENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK MENTAL IDEOLOGI TNI DI AKADEMI ANGKATAN LAUT (AAL) 
  • (KODE : PEND-AIS-0026) : IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN HUMANIZING THE CLASSROOM DALAM INTERAKSI EDUKATIF SISWA DI SEKOLAH KREATIF SD X 
  • (KODE : PEND-AIS-0027) : SKRIPSI ANALISIS KONSEP PENDIDIKAN ISLAM AL-MAWARDI DALAM KITAB ADAB AD-DUNYA WA AD-DIN 
  • (KODE : PEND-AIS-0028) : SKRIPSI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MAHMUD YUNUS 
  • (KODE : PEND-AIS-0029) : SKRIPSI MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF PROF. DR. AZYUMARDI AZRA M.A 
  • (KODE : PEND-AIS-0030) : SKRIPSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL-QOBISI 
  • (KODE : PEND-AIS-0031) : SKRIPSI PROFESIONALITAS GURU MA X PASCA UJI SERTIFIKASI GURU 
  • (KODE : PEND-AIS-0032) : SKRIPSI STUDI KOMPARASI ANTARA GURU YANG BELUM SERTIFIKASI DENGAN GURU SUDAH SERTIFIKASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU
  • (KODE : PEND-AIS-0033) : SKRIPSI PENGARUH STRATEGI QUANTUM QUOTIENT DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PAI SISWA DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0034) : SKRIPSI ANALISIS KURIKULUM TAMAN KANAK-KANAK RELEVANSINYA DENGAN PERKEMBANGAN PSIKIS ANAK DI TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0035) : SKRIPSI IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM PLUS TERHADAP PENGEMBANGAN POTENSI SISWA DI TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0036) : SKRIPSI PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM PADA SISWA TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0037) : SKRIPSI PENERAPAN METODE KARYAWISATA SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN INTERAKSI SOSIAL DI TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0038) : SKRIPSI PENERAPAN METODE MONTESSORI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK ANAK PRASEKOLAH DI TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0039) : SKRIPSI PENGARUH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS GERAK IRAMA TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOMOTORIK SISWA DI TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0040) : SKRIPSI PENGARUH PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PILAR HORMAT DAN SANTUN TERHADAP SOPAN SANTUN SISWA DI TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0041) : SKRIPSI PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI EDUCATIVE PUNISHMENT UNTUK ANAK USIA DINI DAN UPAYA SOLUSINYA DI TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0042) : SKRIPSI SOLUSI MENGEMBANGKAN KREATIFITAS BELAJAR BAGI ANAK BERBAKAT DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0043) : SKRIPSI STUDI TENTANG PENGELOLAAN KELAS ANAK PRASEKOLAH DI TK X (TELAAH PSIKOLOGIS PEDAGOGIS)
  • (KODE : PEND-AIS-0044) : SKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DALAM MEMPERSIAPKAN ANAK KE JENJANG SEKOLAH FORMAL
  • (KODE : PEND-AIS-0045) : SKRIPSI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SENTRA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN KEIMANAN PADA ANAK USIA DINI
  • (KODE : PEND-AIS-0046) : SKRIPSI IMPLEMENTASI METODE BERMAIN DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK DI PLAY GROUP X
  • (KODE : PEND-AIS-0047) : SKRIPSI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0048) : SKRIPSI IMPLEMENTASI REMIDIAL TEACHING DG METODE RESITASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS XI
  • (KODE : PEND-AIS-0049) : SKRIPSI INISIATIF GURU AGAMA DALAM MENUMBUHKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • (KODE : PEND-AIS-0050) : SKRIPSI KORELASI ANTARA KEMAMPUAN KOGNITIF DENGAN SIKAP KEAGAMAAN SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN X
  • (KODE : PEND-AIS-0051) : SKRIPSI KORELASI HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PERILAKU SISWA DI SMP X
  • (KODE : PEND-AIS-0052) : SKRIPSI MODERNISASI PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN X
  • (KODE : PEND-AIS-0053) : SKRIPSI PENDIDIKAN PRASEKOLAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DAN IMPLIKASINYA THD PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK
  • (KODE : PEND-AIS-0054) : SKRIPSI PENERAPAN KONSELING INDIVIDUAL DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU MORAL SISWA DI MAN X
  • (KODE : PEND-AIS-0055) : SKRIPSI PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0057) : SKRIPSI EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMPN X
  • KODE : PEND-AIS-0058) : SKRIPSI PENGARUH METODE QUICK ON THE DRAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA BIDANG STUDI FIQIH DI SMP X
  • (KODE : PEND-AIS-0059) : SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR ANAK DISLEKSIA DENGAN PENDEKATAN SAVI PADA BIDANG STUDI PAI DI SDN X
  • (KODE : PEND-AIS-0060) : SKRIPSI UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR X
  • (KODE : PEND-AIS-0061) : SKRIPSI PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DI MADRASAH ALIYAH X
  • (KODE : PEND-AIS-0062) : SKRIPSI PENGARUH STRATEGI PREDICTION GUIDE (TEBAK PELAJARAN) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMP NEGERI X
  • (KODE : PEND-AIS-0063) : SKRIPSI PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP KECEPATAN PEMAHAMAN SISWA BIDANG STUDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0064) : SKRIPSI MANAJEMEN KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI BERTARAF INTERNASIONAL
  • (KODE : PEND-AIS-0065) : SKRIPSI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KUASAI DALAM MENGEFEKTIFKAN DAYA INGAT PADA MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD X
  • (KODE : PEND-AIS-0066) : SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN PENILAIAN PROYEK (PROJECT ASSESSMENT) DENGAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA X
  • (KODE : PEND-AIS-0067) : SKRIPSI HUBUNGAN AKTIFITAS BELAJAR KELOMPOK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI X
  • (KODE : PEND-AIS-0068) : SKRIPSI EFEKTIVITAS TEKNIK BERTANYA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MI X
  • (KODE : PEND-AIS-0069) : SKRIPSI EFEKTIFITAS STRATEGI PLANTED QUESTIONS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0070) : SKRIPSI PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENANGGULANGI DELINQUENCY SISWA
  • (KODE : PEND-AIS-0071) : SKRIPSI POLA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI PENDIDIKAN RAMAH ANAK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • (KODE : PEND-AIS-0072) : SKRIPSI IMPLEMENTASI FULL DAY SCHOOL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI
  • (KODE : PEND-AIS-0073) : SKRIPSI PENERAPAN SISTEM FULL DAY SCHOOL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH
  • (KODE : PEND-AIS-0074) : SKRIPSI PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN FORMAL ORANGTUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA 
  • (KODE : PEND-AIS-0075) : SKRIPSI PENGARUH PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP PERILAKU PESERTA DIDIK SMP X
  • (KODE : PEND-AIS-0076) : SKRIPSI STRATEGI GURU AGAMA ISLAM DALAM IMPLEMENTASI KTSP PADA PEMBELAJARAN FIQIH
  • (KODE : PEND-AIS-0077) : SKRIPSI STRATEGI PEMBELAJARAN AL-QURAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BACAAN AL-QURAN SANTRI DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN
  • (KODE : PEND-AIS-0078) : SKRIPSI UPAYA GURU DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN PADA SISWA TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN
  • (KODE : PEND-AIS-0079) : SKRIPSI UPAYA GURU DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA PADA PROSES PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH
  • (KODE : PEND-AIS-0080) : SKRIPSI UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QURAN PADA ANAK DIDIK DI SDN X
  • (KODE : PEND-AIS-0081) : SKRIPSI PENANAMAN NILAI AGAMA PADA ANAK DI TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0082) : SKRIPSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN DAN HADITS
  • (KODE : PEND-AIS-0083) : SKRIPSI METODE INTERNALISASI NILAI AKHLAK MELALUI MAPEL AL-QURAN HADITS DI MTS X
  • (KODE : PEND-AIS-0084) : SKRIPSI IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001-2000 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PAI DI SMA
  • (KODE : PEND-AIS-0085) : SKRIPSI ANALISIS KISAH-KISAH INTERAKSI EDUKATIF DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN
  • (KODE : PEND-AIS-0086) : SKRIPSI ANALISIS KONSEP FILSAFAT PENDIDIKAN PERENIALISME DAN APLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • (KODE : PEND-AIS-0087) : SKRIPSI ANALISIS PEMBARUAN PENDIDIKAN MADRASAH PERSPEKTIF A. MALIK FADJAR
  • (KODE : PEND-AIS-0088) : SKRIPSI APLIKASI METODE DISKUSI BUZZ GROUP DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA PADA MATERI PAI DI SMA
  • (KODE : PEND-AIS-0089) : SKRIPSI APLIKASI PEMBELAJARAN VIRTUAL LEARNING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PAI DI SMP
  • (KODE : PEND-AIS-0090) : SKRIPSI APLIKASI TEHNIK FUTURISTICS DALAM PENGAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BERPIKIR SISWA
  • (KODE : PEND-AIS-0091) : SKRIPSI EFEKTIFITAS EVALUASI MODEL CIPP (CONTEXS, INPUT, PROSESS, PRODUCT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PAI DI SD
  • (KODE : PEND-AIS-0092) : SKRIPSI EFEKTIFITAS EVALUASI MODEL COUNTENANCE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PAI DI SMAN X
  • (KODE : PEND-AIS-0093) : SKRIPSI EFEKTIFITAS METODE DISKUSI KELAS MODEL FISH BOWL TERHADAP PENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MAPEL AKHLAK DI MTS X
  • (KODE : PEND-AIS-0094) : SKRIPSI EFEKTIFITAS METODE ROTE LEARNING DALAM ILMU TAJWID UTK MENINGKATKAN KEBERHASILAN MEMBACA AL-QURAN DI SMA
  • (KODE : PEND-AIS-0095) : SKRIPSI EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN LITERASI DALAM MENINGKATKAN DAYA SERAP BACA SISWA PADA BIDANG STUDI SKI
  • (KODE : PEND-AIS-0096) : SKRIPSI EFEKTIFITAS PENDEKATAN PUMPING STUDENT TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VIII
  • (KODE : PEND-AIS-0097) : SKRIPSI EFEKTIFITAS PENERAPAN METODE IMAGE STREAMING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAQ SISWA KELAS XII
  • (KODE : PEND-AIS-0098) : SKRIPSI EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X
  • (KODE : PEND-AIS-0099) : SKRIPSI EFEKTIFITAS PENGAJARAN BERPROGRAMA (LEARNING PROGRAM) TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA BIDANG STUDI PAI DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0100) : SKRIPSI EFEKTIFITAS STRATEGI GUIDED NOTE TAKING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF BIDANG STUDI FIQIH
  • (KODE : PEND-AIS-0101) : SKRIPSI EFEKTIFITAS STRATEGI HEURISTIK TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP
  • (KODE : PEND-AIS-0102) : SKRIPSI EFEKTIFITAS STRATEGI PEMBELAJARAN ELABORASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PAI DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0103) : SKRIPSI EFEKTIFITAS TEORI SUCCESSFUL INTELLIGENCE DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PAI DI SDN X
  • (KODE : PEND-AIS-0104) : SKRIPSI EFEKTIFITAS TIPE BELAJAR CHAINING TERHADAP PEMAHAMAN BELAJAR SISWA
  • (KODE : PEND-AIS-0105) : SKRIPSI EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PENILAIAN PERFORMANCE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA BIDANG STUDI PAI DI SMP X
  • (KODE : PEND-AIS-0106) : SKRIPSI EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ARTIKULASI TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR PAI SISWA DI SMAN X
  • (KODE : PEND-AIS-0107) : SKRIPSI EFEKTIVITAS PENDEKATAN MINDFUL LEARNING TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HASIL BELAJAR PAI DI SMA X
  • (KODE : PEND-AIS-0108) : SKRIPSI EFEKTIVITAS PENERAPAN STRATEGI BINGO REVIEW DALAM MENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA MAPEL FIQIH DI MTS X
  • (KODE : PEND-AIS-0109) : SKRIPSI EFEKTIVITAS SISTEM PENDIDIKAN GAYA BANK TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI AL-QURAN HADITS DI MTS X
  • (KODE : PEND-AIS-0110) : SKRIPSI EFEKTIVITAS STRATEGI BIOSMART DALAM UPAYA MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA PADA MAPEL PAI DI SMU
  • (KODE : PEND-AIS-0111) : SKRIPSI EFEKTIVITAS STRATEGI LIGHTENING THE LEARNING CLIMATE (MENGHIDUPKAN SUASANA BELAJAR) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PAI DI SMA X
  • (KODE : PEND-AIS-0112) : SKRIPSI EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN REHEARSAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL QURAN HADITS DI MI X
  • (KODE : PEND-AIS-0113) : SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA IMPLEMENTASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI AQIDAH AKHLAK DI MTSN X
  • (KODE : PEND-AIS-0114) : SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN ADVERSITAS (ADVERSITY QUOTIENT-AQ) DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII (MAPEL AKHLAK)
  • (KODE : PEND-AIS-0115) : SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA METODE PRAKTIK DENGAN KETERAMPILAN RANAH PSIKOMOTOR SISWA
  • (KODE : PEND-AIS-0116) : SKRIPSI HUBUNGAN PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PAI DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH DINIYYAH X
  • (KODE : PEND-AIS-0117) : SKRIPSI IMPEMENTASI METODE SUPER MEMORY SYSTEM DALAM MENINGKATKAN DAYA INGAT SISWA PADA MAPEL FIQIH
  • (KODE : PEND-AIS-0118) : SKRIPSI IMPLEMENTASI ACTIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA
  • (KODE : PEND-AIS-0119) : SKRIPSI IMPLEMENTASI METODE KWL (KNOW-WANT TO KNOW-LEARNED) DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMK
  • (KODE : PEND-AIS-0120) : SKRIPSI IMPLEMENTASI METODE PQRST (PREVIEW, QUESTION, READ, SUMMARIZE, TES) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI SMA
  • (KODE : PEND-AIS-0121) : SKRIPSI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN MASYARAKAT BELAJAR (LEARNING COMMUNITY) PADA MAPEL PAI DI KELAS IX A SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0122) : SKRIPSI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAKEM PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PAI DI SD X
  • (KODE : PEND-AIS-0123) : SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK DI SMAN X
  • (KODE : PEND-AIS-0124) : SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI GIFTED CHILD (ANAK BERBAKAT) DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP X
  • (KODE : PEND-AIS-0125) : SKRIPSI IMPLEMENTASI WAJAR DIKDAS (WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR) 9 TAHUN PROGRAM DEPAG DALAM MENGATASI ANAK PUTUS SEKOLAH (DROP OUT) DI PONPES X
  • (KODE : PEND-AIS-0126) : SKRIPSI INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI SD X
  • (KODE : PEND-AIS-0127) : SKRIPSI INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA MAN X
  • (KODE : PEND-AIS-0128) : SKRIPSI KEEFEKTIFAN METODE ELITASI TERHADAP PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VIII
  • (KODE : PEND-AIS-0129) : SKRIPSI KEEFEKTIFAN STRATEGI BELAJAR THE POWER OF TWO DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTS X
  • (KODE : PEND-AIS-0130) : SKRIPSI KENDALI MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENINGKATAN KINERJA GURU PAI (SD)
  • (KODE : PEND-AIS-0131) : SKRIPSI KONSEP AL-QURAN TENTANG KOMPETENSI GURU (STUDI ANALISIS TEMATIK SURAT AL-QALAM AYAT 1-4)
  • (KODE : PEND-AIS-0132) : SKRIPSI KONSEP BELAJAR BERMAKNA DAVID AUSUBEL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • (KODE : PEND-AIS-0133) : SKRIPSI KONSEP BELAJAR KONSTRUKTIVISME JEAN PIAGET DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • (KODE : PEND-AIS-0134) : SKRIPSI KONSEP KURIKULUM PROGRESIVISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM
  • (KODE : PEND-AIS-0135) : SKRIPSI KONSEP METODE PENDIDIKAN ISLAM (STUDI PEMIKIRAN QURAISH SHIHAB)
  • (KODE : PEND-AIS-0136) : SKRIPSI KONSEP PEMBELAJARAN MENURUT JEROME S BRUNER DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KARYA MUHAIMIN
  • (KODE : PEND-AIS-0137) : SKRIPSI KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ANTISIPATORIS MOCHTAR BUCHORI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
  • (KODE : PEND-AIS-0138) : SKRIPSI KONSEP PENDIDIKAN ANAK SHOLEH PERSPEKTIF ABDULLAH NASHIH ULWAN
  • (KODE : PEND-AIS-0139) : SKRIPSI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MUHAIMIN
  • (KODE : PEND-AIS-0140) : SKRIPSI KONSEP PROPHETIC INTELLIGENCE (KECERDASAN KENABIAN) PERSPEKTIF HAMDANI BAKRAN ADZ-DZAKIEY (STUDI ANALISIS KURIKULUM PAI DI SMA)
  • (KODE : PEND-AIS-0141) : SKRIPSI KONSEP ZAKAT DALAM ISLAM IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN SOSIAL
  • (KODE : PEND-AIS-0142) : SKRIPSI KONTRIBUSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUKU "LA TAHZAN" KARYA 'AIDH AL-QARNI TERHADAP PERKEMBANGAN JIWA REMAJA
  • (KODE : PEND-AIS-0143) : SKRIPSI KORELASI ANTARA PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK PAIRED STORYTELLING DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI DI MTS X
  • (KODE : PEND-AIS-0144) : SKRIPSI KORELASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN AL-QURAN HADITS DI MTS
  • (KODE : PEND-AIS-0145) : SKRIPSI KORELASI MODEL PEMBELAJARAN OUT BOUND TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN AQIDAH AKHLAK DI SD X
  • (KODE : PEND-AIS-0146) : SKRIPSI KORELASI PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DENGAN BELAJAR EFEKTIF BIDANG STUDI PAI SISWA KELAS VIII SMP
  • (KODE : PEND-AIS-0147) : SKRIPSI KORELASI PENERAPAN PERMAINAN TIC TAC TOE BERBASIS KOMPUTER DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA X
  • (KODE : PEND-AIS-0148) : SKRIPSI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAI SEBAGAI UPAYA GURU DALAM MENCIPTAKAN SISWA AKTIF (SD)
  • (KODE : PEND-AIS-0149) : SKRIPSI MINAT MASYARAKAT KELAS BAWAH TERHADAP TAMAN KANAK-KANAK TERPADU X
  • (KODE : PEND-AIS-0150) : SKRIPSI MODERNISASI PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN WAWASAN KEILMUAN SANTRI
  • (KODE : PEND-AIS-0151) : SKRIPSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB AL-BARJANZI
  • (KODE : PEND-AIS-0152) : SKRIPSI PARADIGMA PROGRESSIVISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM KONSEP MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN ISLAM LIBERAL
  • (KODE : PEND-AIS-0153) : SKRIPSI PELAKSANAAN BIMBINGAN ROHANI ISLAM BAGI REMAJA NAKAL DALAM PERSPEKTIF KONSELING ISLAM
  • (KODE : PEND-AIS-0154) : SKRIPSI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN AL QURAN DI MA X
  • (KODE : PEND-AIS-0155) : SKRIPSI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK PADA USIA ANAK (STUDI KASUS DI MI X)
  • (KODE : PEND-AIS-0156) : SKRIPSI PEMBELAJARAN NILAI-NILAI MORAL ISLAMI MELALUI BCM (BERMAIN, CERITA, MENYANYI) DI RA X
  • (KODE : PEND-AIS-0157) : SKRIPSI PEMBINAAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM MELALUI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD AL FALAH
  • (KODE : PEND-AIS-0158) : SKRIPSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN PRESPEKTIF IKHWAN AL SAFA
  • (KODE : PEND-AIS-0159) : SKRIPSI PENDEKATAN BELAJAR KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN PAI (PERSPEKTIF VYANGOTSKY)
  • (KODE : PEND-AIS-0160) : SKRIPSI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI (TELAAH ASPEK PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) ATAS PENDIDIKAN ANTIKORUPSI)
  • (KODE : PEND-AIS-0161) : SKRIPSI PENERAPAN METODE INFORMATION SEARCH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PAI (KLS VII)
  • (KODE : PEND-AIS-0162) : SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC TERHADAP KETERCAPAIAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN SKI DI SMP ISLAM WATES TANJUNG X
  • (KODE : PEND-AIS-0163) : SKRIPSI PENERAPAN TAKSONOMI BLOOM DUA DIMENSI PADA EVALUASI BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • (KODE : PEND-AIS-0164) : SKRIPSI PENERAPAN TEORI DISCRIMINATION LEARNING PERSPEKTIF ROBERT M. GAGNE DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • (KODE : PEND-AIS-0165) : SKRIPSI PENGARUH IMPLEMENTASI STRATEGI INDEX CARD MATCH (MENCOCOKKAN KARTU INDEX) TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI SMP X
  • (KODE : PEND-AIS-0166) : SKRIPSI PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP KEPRIBADIAN MUSLIM PESERTA DIDIK DI MTS
  • (KODE : PEND-AIS-0167) : SKRIPSI PENGARUH KURIKULUM BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MAPEL PAI
  • (KODE : PEND-AIS-0168) : SKRIPSI PENGARUH KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) TERHADAP PRESTASI SISWA DI SDN X
  • (KODE : PEND-AIS-0169) : SKRIPSI PENGARUH MANAJEMEN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) BUKU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MTS X
  • (KODE : PEND-AIS-0170) : SKRIPSI PENGARUH METODE ASSESMENT SEARCH (MENILAI KELAS) TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR PAI SISWA KELAS VIII SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0171) : SKRIPSI PENGARUH METODE MEMORY SKILLS TERHADAP PENINGKATAN DAYA INGAT SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS XII
  • (KODE : PEND-AIS-0172) : SKRIPSI PENGARUH METODE METAFORA TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAQ KELAS IV DI MI
  • (KODE : PEND-AIS-0173) : SKRIPSI PENGARUH METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA MAPEL PAI DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0174) : SKRIPSI PENGARUH METODE SUFISTIK TERHADAP PENGEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK DI MI X
  • (KODE : PEND-AIS-0175) : SKRIPSI PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTS X
  • (KODE : PEND-AIS-0176) : SKRIPSI PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, DAN SATISFACTION) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MI
  • (KODE : PEND-AIS-0177) : SKRIPSI PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAKEM TERHADAP AKHLAK SISWA MI X
  • (KODE : PEND-AIS-0178) : SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MTS
  • (KODE : PEND-AIS-0179) : SKRIPSI PENGARUH ORANG TUA SEBAGAI MOTIVATOR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP X
  • (KODE : PEND-AIS-0180) : SKRIPSI PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MAPEL PAI DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0181) : SKRIPSI PENGARUH PENDEKATAN STOP THINK DO TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI AL-QURAN HADITS KELAS VIII
  • (KODE : PEND-AIS-0182) : SKRIPSI PENGARUH PENERAPAN EDUCATION GAMES TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MAPEL FIQIH KLS IV DI MIN X
  • (KODE : PEND-AIS-0183) : SKRIPSI PENGARUH PENERAPAN METODE SIMULASI TERHADAP KETERCAPAIAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN PAI KELAS XI
  • (KODE : PEND-AIS-0184) : SKRIPSI PENGARUH PENERAPAN MODEL ACCELERATED LEARNING TIPE MASTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH KLS VII
  • (KODE : PEND-AIS-0185) : SKRIPSI PENGARUH PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN FLANNEL TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN HURUF HIJAIYAH PADA SISWA DI TK X
  • (KODE : PEND-AIS-0186) : SKRIPSI PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA TERHADAP DAYA SERAP SISWA PADA BIDANG STUDI PAI DI SDN X
  • (KODE : PEND-AIS-0187) : SKRIPSI PENGARUH PENGGUNAAN METODE DISTANCE LEARNING (BJJ) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMA MUHAMMADIYAH 2 X UNTUK SISWA KELAS XI
  • (KODE : PEND-AIS-0188) : SKRIPSI PENGARUH SIKLUS PLAN DO REVIEW SHARE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANGSTUDI PAI DI KELAS V SDN X
  • (KODE : PEND-AIS-0189) : SKRIPSI PENGARUH STRATEGI LEARNING START WITH A QUESTION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM BIDANG STUDI FIQIH DI MTS X
  • (KODE : PEND-AIS-0190) : SKRIPSI PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDENGANE SHARING TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MAPEL PAI DI SDN X
  • (KODE : PEND-AIS-0191) : SKRIPSI PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN POINT COUNTERPOINT TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS XII
  • (KODE : PEND-AIS-0192) : SKRIPSI PERAN BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PERILAKU NEGATIF SISWA KELAS VIII DI SMP X
  • (KODE : PEND-AIS-0193) : SKRIPSI PERAN GURU AGAMA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PAI DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0194) : SKRIPSI PERAN GURU BP DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA MENGHADAPI UAN DI MAN X
  • (KODE : PEND-AIS-0195) : SKRIPSI PERAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMA X
  • (KODE : PEND-AIS-0196) : SKRIPSI PERAN PENDEKATAN MATEMATIKA AKHLAK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA BIDANG STUDI AKHLAK DI MINU X
  • (KODE : PEND-AIS-0197) : SKRIPSI PERANAN MEDIA LABORATORIUM KEAGAMAAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA
  • (KODE : PEND-AIS-0198) : SKRIPSI PERANAN MULTIMEDIA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMP X
  • (KODE : PEND-AIS-0199) : SKRIPSI PERANAN STRATEGI MNEMONIK DALAM MENINGKATKAN DAYA INGAT SISWA PADA MATERI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MI
  • (KODE : PEND-AIS-0200) : SKRIPSI PROFESIONALISASI GURU PAI MELALUI JALUR PENDIDIKAN PROFESI GURU
  • (KODE : PEND-AIS-0201) : SKRIPSI SIGNIFIKANSI STRATEGI PREDICTION GUIDE DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI PAI DI SMP X
  • (KODE : PEND-AIS-0202) : SKRIPSI STRATEGI OPTIMALISASI PERAN KOMITE MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MIN
  • (KODE : PEND-AIS-0203) : SKRIPSI STRATEGI PENANGANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK HIPERAKTIF DI SDN X
  • (KODE : PEND-AIS-0204) : SKRIPSI STRATEGI PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN MELALUI PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI SDN X
  • (KODE : PEND-AIS-0205) : SKRIPSI STRATEGI PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DALAM MENGGALI POTENSI KEAGAMAAN ANAK USIA DINI DI TK X-QL
  • (KODE : PEND-AIS-0206) : SKRIPSI STUDI KOMPARASI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DALAM MATERI FIQIH MENGGUNAKAN DAN TIDAK MENGGUNAKAN MODEL PENGAJARAN ADVOKASI DI MAN X
  • (KODE : PEND-AIS-0207) : SKRIPSI STUDI KOMPARASI TENTANG PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM KETERAMPILAN BERARGUMENTASI SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA X
  • (KODE : PEND-AIS-0208) : SKRIPSI STUDI KOMPARASI TENTANG PRESTASI BELAJAR DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME RADIKAL DAN NON KONSTRUKTIVISME RADIKAL PADA MATERI PAI SISWA KELAS VII
  • (KODE : PEND-AIS-0209) : SKRIPSI STUDI TENTANG HUBUNGAN PENDIDIKAN AKHLAK DENGAN KEDISIPLINAN SISWA DI SDI X
  • (KODE : PEND-AIS-0210) : SKRIPSI TELAAH KONSEP NASIONALISME PENDIDIKAN SOEKARNO DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
  • (KODE : PEND-AIS-0211) : SKRIPSI TELAAH KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK PRESPEKTIF MIFTAHUL LUTHFI MUHAMMAD
  • (KODE : PEND-AIS-0212) : SKRIPSI TEORI AKTUALISASI DIRI ABRAHAM HAROLD MASLOW DAN RELEVANSINYA DENGAN TUJUAN PENDIDIKAN MENURUT IBN KHALDUN
  • (KODE : PEND-AIS-0213) : SKRIPSI UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMPN X
  • (KODE : PEND-AIS-0214) : SKRIPSI URGENSI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU AGAMA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI SMA X
  • (KODE : PEND-AIS-0215) : SKRIPSI URGENSI METODE BERMAIN BAGI PENANAMAN AKIDAH PADA ANAK USIA DINI


SKRIPSI IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001-2000 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PAI DI SMA


(KODE : PEND-AIS-0084) : SKRIPSI IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001-2000 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PAI DI SMA


BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Globalisasi sebagai kondisi dimana terlalu tipisnya untuk tidak mengatakan tidak ada sekat atau batas antara satu negara dengan negara lain, satu budaya dengan budaya lain, satu profesi dengan profesi yang lain, hingga satu paradigma dengan paradigma lainnya, sebagai suatu kenyataan yang kita rasakan dalam kehidupan keseharian kita. Internet misalnya, telah mampu menembus negara, desa bahkan dalam setiap keluarga (rumah). Sehingga apa yang terjadi hari (saat) ini di Eropa, Amerika, Asia, Afrika, Timur Tengah dan bagian dunia lainnya dapat kita akses langsung dari rumah (kalau ada jaringan internetnya). Demikian pula dalam institusi bisnis seperti KFC (Kentucky Fried Chicken) yang awalnya hanya di Amerika kini telah hadir di hampir setiap kota di suatu negara termasuk di Indonesia. Dengan demikian globalisasi memang tidak dapat untuk dihindari dalam kehidupan keseharian kita.
Untuk tidak menafikan efek dari globalisasi, fenomena ini memang memiliki dua sisi yaitu positif dan negatif. Pada sisi positif, globalisasi memberikan kita kemudahan dalam mengakses informasi dengan cepat, kita juga dapat memilih produk dengan kualitas yang baik dan murah, memiliki banyak pilihan lainnya, membuka wawasan berfikir dan peka terhadap perubahan. Setiap orang menginginkan perwujudan produk yang terbaik, paling mutakhir dan paling modern. Sementara sisi negatifnya, globalisasi menciptakan daya kompetisi yang tinggi, siapa saja yang berwawasan lokal akan kalah oleh yang global, yang bermodal pas-pasan akan dikuasai oleh para kapitalis, yang menguasai sumber industri hilir dan hulu akan menjadi raksasa bisnis sementara yang lain hanya mampu sebagai pengikut yang tidak mungkin menang dalam persaingan.
Pendidikan dapat menjadi tolak ukur bagi kemajuan dan kualitas kehidupan suatu bangsa, sehingga dapat dikatakan bahwa kemajuan suatu bangsa atau negara dapat dicapai dengan salah satunya melalui pembaharuan serta penataan pendidikan yang baik. Jadi, keberadaan pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang cerdas, pandai, berilmu pengetahuan yang luas, berjiwa demokratis serta berakhlak karimah.
Sedangkan pendidikan sendiri adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengemban potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Upaya dalam peningkatan mutu pendidikan banyak dilakukan, sehingga dalam hal ini langkah awal yang dilakukan pemerintah dalam membenahi keberadaan pendidikan salah satunya adalah dengan pembenahan di bidang proyek penelitian nasional pendidikan, sehingga diharapkan dengan kegiatan ini akan dapat memecahkan masalah pendidikan yang menyangkut masalah peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan, masalah esensial dan efektifitas yang berhubungan dengan proses belajar mengajar. Dengan demikian keberadaan pendidikan bisa beradaptasi selaras dengan perkembangan zaman sehingga dengan ini mampu menaikkan harkat, martabat manusia.
Dari sini pemerintah banyak menyoroti bagaimana keberadaan serta pelaksanaan pendidikan dan terus melakukan pembenahan dan pembaharuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, dimana tujuan tersebut ditindaklanjuti dalam lingkup tujuan-tujuan yang lebih khusus di dalam lembaga pendidikan atau sekolah. Adapun arah dan tujuan dalam program pendidikan ditegaskan dalam UU Sisdiknas 2003. yaitu : 
Pendidikan Nasional bertujuan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Selain itu keberhasilan pendidikan itu dapat kita lihat dari beberapa hal, diantaranya : tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, seperti pada perolehan nilai akhir yang memuaskan. Namun, yang paling utama adalah adanya perubahan sikap perilaku yang menonjol pada diri peserta didik dengan adanya perubahan pola pemikiran atas dasar pengetahuan ataupun ilmu yang telah didapat dari guru, dari pengalaman atau lingkungan sekitarnya, sehingga keberadaan pendidikan bagi seorang anak atau siswa sangat berpengaruh bagi perkembangan anak di usia selanjutnya.
Namun demikian walaupun pemerintah khususnya Departemen Pendidikan Nasional sudah membuka diri dalam kancah global, tapi apakah lembaga-lembaga pendidikan nasional baik negeri atau swasta di Indonesia juga mampu berwawasan global? Pertanyaan ini perlu untuk diangkat karena jika pendidikan nasional masih berfikir lokal maka cepat atau lambat akan kalah dengan lembaga pendidikan yang sudah mapan secara global diatas. Dan ternyata bagi orang yang mempunyai uang lebih dari sekedar berkecukupan, mereka jarang menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan nasional tapi selalu mencari lembaga pendidikan internasional yang memang terbukti telah mampu berkompetisi secara global. Hal ini wajar karena daya kompetisi lembaga-lembaga pendidikan internasional sudah sangat baik.
Dalam sebuah wadah organisasi atau kelembagaan tentulah mempunyai tujuan, visi dan misi yang menjadi target pencapaian dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Untuk mencapai kesemuanya tersebut maka perlulah melalui serangkaian proses yakni; perencanaan program, implementasi program, hingga sampai tahapan evaluasi hasil pelaksanaan program. Semua hal diatas haruslah terstruktur dengan jelas dan rapi karena hal di atas adalah merupakan prinsip manajemen dalam ajaran Islam. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : 
Artinya : "Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melakukan sesuatu pekerjaan, dilakukan secara itqan (tepat, terarah, jelas, dan tuntas) ". (HR Thabrani)
Membahas tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengevaluasian dalam sebuah wadah organisasi ataupun lembaga tentulah tidak dapat terlepas dari manajemen yang dalam bukunya T. Hani Handoko mengartikan manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan-penggunaan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Demi menanggulangi kemajuan teknologi, transportasi dan informasi, masyarakat internasional akan terus memperbaiki kualitas sumber daya masing-masing secara terus menerus, begitu juga Indonesia ditengah-tengah persaingan bebas ini bangsa Indonesia berusaha memperbaiki kualitas sumberdaya manusianya secara berkesinambungan, begitu juga organisasi-organisasi ataupun lembaga pendidikan-lembaga pendidikan, mereka saling mempersiapkan diri dengan cara memperbaiki kualitas mutu masing-masing dalam menyambut era pasar bebas.
Sistem manajemen mutu menurut adanya pengawasan statistik dan sirkulasi kualitas, menuntut adanya perubahan budaya dan juga perbaikan tim kerja, maka dunia internasional melalui lembaga-lembaga ekonominya melakukan sebuah langkah standarisasi mutu. Salah satu standar mutu yang sedang berkembang pesat pada saat-saat ini adalah ISO 9000, yang dihasilkan oleh ISO (International Organization for Standardization) Merupakan organisasi bukan pemerintah yang didirikan pada tahun 1947 yang berkedudukan di Jenewa.
Sedangkan untuk Indonesia sendiri, Dewan Standar Nasional (DSN) mengadopsi secara total seri ISO 9000 menjadi standar seri SNI 19-9000 berdasarkan peraturan pemerintah No 15 tahun 1991 tentang Standar Nasional Indonesia. Dan keputusan presiden No 12 tentang penyusunan, penerapan, dan pengawasan standar nasional. ISO muncul sebagai sebuah solusi untuk standar penilaian kualitas organisasi, perusahaan, atau lembaga pendidikan yang diakui secara internasional. Seperti halnya sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 yang telah di terapkan di sekolah-sekolah yang menuju taraf internasional, apakah hal tersebut memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa ataupun tidak sama sekali.
Berpijak pada uraian diatas maka penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian dalam bentuk skripsi dengan judul "IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2000 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PAI DI SMA X

B. Rumusan Masalah
Agar penelitian dapat berjalan dengan baik, maka peneliti harus merumuskan masalahnya, sehingga jelas memulai dan bagaimana memecahkannya.
Masalah juga diartikan sebagai keadaan yang berstandar dari hubungan antara dua factor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan, perumusan masalah pokok penelitian menjadi pusat perhatian dalam penelitian, supaya persoalan tidak melebar maka peneliti membatasinya.
Dari uraian latar belakang permasalahan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 
1. Bagaimana dampak implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 di SMA X terkait dengan kualitas sekolah?
2. Bagaimana kualitas proses belajar PAI di SMA X dengan adanya sistem manajemen mutu ISO 9001:2000?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian hendaknya tidak menyimpang dari pemecahan masalah, tujuan penelitian ini merupakan target yang ingin dicapai, secara substansi suatu penelitian bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, atau menguji kebenaran suatu pengetahuan. Adapun tujuan yaitu : 
1. Untuk mengetahui dampak ISO 9001:2000 pada mutu sekolah di SMA X.
2. Untuk mengetahui bagaimana kualitas proses belajar PAI di SMA X terhadap adanya sistem manajemen mutu ISO 9001:2000.

D. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan tidak hanya cukup pada mempelajari teorinya saja, akan tetapi adanya penelitian juga merupakan suatu hal yang penting untuk perkembangan ilmu selanjutnya. Dalam hal ini penulis berharap penelitian ini dapat berguna : 
1. Sebagai bahan informasi bagi Kalangan pendidik baik itu pengelola pendidikan, kepala sekolah, guru dan staff agar memiliki wawasan penjaminan mutu dalam pendidikan di era globalisasi ini.
2. Sebagai bahan kajian bagi instansi ataupun lembaga terkait dalam fungsinya untuk turut mengelola sekaligus mengembangkan kegiatan pendidikan dalam usaha meningkatkan kualitas belajar PAI.
3. Memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka memperkaya khasanah keintelektualan Islam, dalam lingkup manajemen pendidikan khususnya mengenai sistem manajemen mutu ISO 9001:2000.
4. Dengan penelitian ini diharapkan dapat menambah cakrawala keilmuan peneliti dan menjadi masukan serta referensi bagi SMA X khususnya tentang sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 yang berhubungan dengan kualitas belajar PAI.
5. Sebagai Khazanah perpustakaan, sekaligus menjadi bahan referensi bagi penelitian yang sejenis dan titik tolak untuk melakukan penelitian selanjutnya.

E. Sistematika Pembahasan
Untuk memberi gambaran yang jelas mengenai isi penelitian ini, maka pembahasan ini dibagi menjadi enam bab. Uraian masing-masing bab ini disusun sebagai berikut : 
BAB I : Merupakan bab pendahuluan yang berfungsi sebagai pengantar informasi penelitian yang terdiri dari : latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penelitian.
BAB II : Berisikan tentang kajian tentang manajemen yang meliputi : pengertian manajemen, aspek-aspek manajemen, prinsip-prinsip manajemen. Tentang ISO 9001:2000 yang meliputi : Pengertian ISO 9001:2000, penerapan prinsip manajemen ISO 9001:2000, tujuan penerapan ISO 9001:2000, manfaat penerapan ISO 9001:2000, Delapan langkah Prinsip-prinsip ISO 9001:2000, tahap implementasi ISO 9001:2000, kesalahan-kesalahan pandangan terhadap ISO 9001:2000. Tentang proses belajar mengajar yang meliputi : pengertian proses belajar mengajar, cirri dan pola interaksi proses belajar mengajar, beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar, fungsi tujuan dalam proses belajar mengajar, tingkatan proses belajar, komponen belajar mengajar. Dan membahas tentang Pendidikan Agama Islam yang meliputi : pengertian pendidikan agama islam, dasar dan tujuan pendidikan agama islam, kedudukan dan fungsi pendidikan agama islam, faktor-faktor pendidikan agama islam.
BAB III : Berisikan tentang metode yang digunakan dalam penelitian yang terdiri dari : pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, data dan sumber data, metode pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.
BAB IV : Merupakan pembahasan tentang laporan hasil penelitian yang terdiri dari latar belakang : sejarah berdirinya SMA X, lokasi dan letak biografis, visi, misi dan tujuan, struktur organisasi, keadaan guru dan karyawan, keadaan siswa-siswi, keadaan sarana dan prasarana, serta kegiatan ekstrakurikuler. Dan Berisikan tentang pembahasan hasil penelitian Implementasi Sistem Manajemen ISO 9001:2000 dalam Meningkatkan Kualitas Proses Belajar PAI di SMA X yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta faktor pendukung dan penghambat yang ada di SMA X.
BAB V : Merupakan pembahasan yang meliputi : Bagaimana implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 di SMA X terkait dengan kualitas sekolah. Bagaimana kualitas proses belajar PAI di SMA X terhadap adanya sistem manajemen ISO 9001:2000?
BAB VI : Merupakan Penutup bagi seluruh rangkaian pembahasan seluruh isi skripsi ini, juga berisi Kesimpulan dan Saran-saran yang bersifat konstruktif.
Dalam bab ini diuraikan kesimpulan akhir yang penulis peroleh dari penelitian ini. Sehingga dengan kesimpulan tersebut penulis dapat mengetahui bagaimanakah "Relevansi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 di SMA X".
Sehingga demikian akhirnya penulis berusaha memberikan sumbangan pemikiran yang berupa saran-saran yang difokuskan pada hal-hal yang dapat mengembangkan SMA X.

SKRIPSI METODE INTERNALISASI NILAI AKHLAK MELALUI MAPEL AL-QURAN HADITS DI MTS X


(KODE : PEND-AIS-0083) : SKRIPSI METODE INTERNALISASI NILAI AKHLAK MELALUI MAPEL AL-QURAN HADITS DI MTS X


BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kehidupan dan peradaban manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam merespon fenomena itu, manusia berpacu mengembangkan kualitas pendidikan Islam, yaitu melalui internalisasi nilai-nilai Islam, salah satunya nilai akhlak. Pendidik dalam proses pendidikan Islam tidak hanya dituntut untuk menguasai sejumlah mated yang akan diberikan kepada peserta didiknya, tetapi ia hams menguasai berbagai metode dan teknik pendidikan guna kelangsungan transformasi dan internalisasi nilai-nilai Islam, yang salah satunya nilai akhlak melalui mata pelajaran Al-Qur'an Hadits. Hal ini karena metode dan teknik pendidikan Islam tidak sama dengan metode dan teknik pendidikan yang lain.
Di dalam menginternalisasikan suatu nilai-nilai Islam, yaitu nilai akhlak penting sekali adanya metode, karena metode adalah salah satu aspek penting yang memiliki pengaruh dalam pencapaian suatu tujuan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ali Qaimi di dalam bukunya, yaitu : "Metode adalah cara ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan".
Meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia merupakan ranah pendidikan Agama dan Keagamaan yang seyogyanya dirumuskan melalui pendekatan yang komprehensif, sehingga mampu menjelaskan realitas keagamaan yang sebenarnya. Hal tersebut sebagai landasan pengembangan cara, proses pengembangan dan mencapai tujuan pendidikan.
Kegiatan pembelajaran merupakan fungsi pokok dan usaha yang paling strategis guna mewujudkan tujuan institusional. Tujuan setelah proses pembelajaran adalah sistem nilai yang harus tampak dalam perilaku dan merupakan karakteristik kepribadian siswa. Oleh karena itu, metodologi pendidikan diartikan sebagai prinsip-prinsip yang mendasari kegiatan yang mengarahkan pengembangan seseorang, khususnya proses belajar. Mengajar yaitu salah satunya untuk menginternalisasikan nilai akhlak. Melalui mata pelajaran Al-Qur'an Hadits tersebut dapat dilakukan dengan keteladanan, pembiasaan, nasihat, perhatian, dan dengan hukuman.
Atas dasar tersebut, maka metode pendidikan harus didasarkan dan disesuaikan dengan : 
1. Pandangan bahwa manusia dilahirkan dengan potensi bawaan tertentu dan dengan itu ia mampu berkembang secara aktif dalam lingkungan. 
2. Karakteristik masyarakat madani, yaitu manusia yang bebas dari ketakutan, berekspresi dan bebas untuk menentukan arah kehidupannya,
3. Competency, yaitu peserta didik akan memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, sikap, wawasan dan penerapannya sesuai dengan kriteria/tujuan pembelajaran. Proses belajar diorientasikan pada pengembangan kepribadian yang optimal dan didasarkan pada nilai-nilai ilahiah.
Di dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits prinsip ini menuntut peserta didik untuk diberi kesempatan secara aktif dalam merealisasikan dan menginternalisasikan segala potensi bawaan kea rah tujuan yang diinginkan, yaitu manusia muslim yang berkualitas, inovatif, kerja keras, sportifitas, kesiapan bersaing dan sekaligus bekerja sama serta memiliki disiplin diri.
Dengan demikian pendidikan Islam akan mampu memproduk peserta didik yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, bebas dari ketakutan, mandiri, bebas berekspresi, inovatif dan bebas untuk menentukan arah kehidupannya. Pendidikan Islam merupakan pendidikan nilai karena lebih banyak menonjolkan aspek nilai, baik nilai ketuhanan maupun nilai kemanusiaan yang hendak ditanamkan atau ditumbuhkembangkan ke dalam diri peserta didik sehingga dapat melekat pada dirinya dan menjadi kepribadiannya. (Muhaimin : 159).
Internalisasi adalah upaya menghayati dan mendalami nilai, agar nilai tersebut tertanam dalam diri setiap manusia. Karena pendidikan Islam berorientasi pada pendidikan nilai sebagai perlu adanya proses internalisasi tersebut. Pertumbuhan itu terjadi ketika siswa menyadari suatu "Nilai" yang terkandung di dalam pengajaran agama dan kemudian nilai-nilai itu dijadikan suatu "Sistem nilai akhlak" sehingga menuntun segenap pernyataan sikap, tingkah laku, dan perbuatan moralnya dalam menjalani kehidupan ini.
Oleh karena itu, untuk mengadakan interaksi, manusia menciptakan aturan-aturan dan nilai-nilai tertentu. Aturan dan nilai tertentu dapat berbentuk tata tertib, etika, adap dan aturan perundang-undangan. Semua yang dihasilkan manusia dalam aturan ini hanya berlaku untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi yang melingkungi manusia tersebut. Sumber nilai umat Islam hanya digunakan sepanjang tidak menyimpang dari nilai yang bersumber dari nilai ilahi, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah sebagaimana tersebut dalam firman Allah QS. Al-Hasyr [59] : 7 : 
Artinya : "Dan apa yang diberikan rasul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya ".
Kelebihan Al-Qur'an diantaranya terletak pada metode yang menakjubkan dan unik, sehingga dalam konsep pendidikan yang tergantung di dalamnya. Al-Qur'an mengawali konsep pendidikan dari hal yang sifatnya konkrit menuju hal yang abstrak. Setelah Al-Qur'an yang menjadi sumber nilai dalam agama Islam maka yang kedua adalah As-sunnah. Pada hakikatnya keberadaan As-Sunnah ditujukan untuk mewujudkan suatu sasaran, yaitu : menjelaskan apa yang terdapat dalam Al-Qur'an. Tujuan ini diisyaratkan dalam firmannya QS. An-Nahl [16] : 
Artinya : "Dan Kami turunkan kepadamu Adzkr (Al-Qur'an kepadamu agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka, dan agar mereka memikirkan". 
Dengan demikian jelaslah bahwa kedua sumber tersebut merupakan sumber nilai yang mutlak yang harus dianut oleh manusia agar tercapai hidup yang dijalaninya tidak dalam kesesatan dan jauh dari ridla Allah. Untuk itulah perlu adanya internalisasi nilai-nilai Islam salah satunya nilai akhlak. Dalam proses internalisasi nilai-nilai Islam khususnya nilai akhlak harus memperhatikan metode-metode apa yang digunakan. Pada hakikatnya suatu metode tidak ada yang paling tepat, kecuali dengan menyesuaikan dengan mated apa yang akan diberikan. Internalisasi nilai-nilai luhur tersebut selain diemban oleh orang tua yang paling dominan di keluarga. Maka juga harus dilaksanakan oleh para guru yang berada di lingkungan penduduk.
Pentingnya akhlak dalam Islam adalah nomor dua setelah iman. Seseorang tidaklah dikatakan beriman kepada Allah kecuali ia berakhlak mulia. Sebab tanda iman yang paling utama terletak pada akhlak yang mulia, dan di antara nifak yang paling menonjol adalah akhlak yang buruk. Persoalan akhlak ini harus mendapatkan perhatian utama dalam diri umat islam. Karena Rasulullah sendiri adalah orang yang memiliki moral dan akhlak yang tinggi.
Pendidikan agama Islam menyangkut manusia seutuhnya, ia tidak hanya membekali anak dengan pengetahuan agama, atau mengembangkan intelek anak saja dan tidak pula mengisi dan menyuburkan perasaan (sentimen) agama saja, akan tetapi ia menyangkut keseluruhan diri pribadi anak, mulai dari latihan-latihan (amaliah) sehari-hari, yang sesuai dengan ajaran agama, baik yang menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan dirinya sendiri.
Oleh karena itu, latar belakang yang tersebut di atas memberikan inspirasi bagi penulis dalam penyusunan skripsi yang diberi judul : METODE INTERNALISASI NILAI AKHLAK MELALUI MATA PELAJARAN AL-QUR'AN HADITS DI MADRASAH TSANAWIYAH X.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pelaksanaan Internalisasi nilai akhlak melalui mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di Madrasah Tsanawiyah X ?
2. Metode apakah yang digunakan guru untuk menginternalisasikan nilai akhlak melalui mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di Madrasah Tsanawiyah X?

C. Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian
Sejalan dengan formulasi di atas, penelitian ini mempunyai tujuan untuk : 
1. Mengetahui pelaksanaan Internalisasi nilai akhlak melalui mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di Madrasah Tsanawiyah X.
2. Mengetahui dan memahami metode apakah yang digunakan guru untuk menginternalisasikan nilai akhlak melalui mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di Madrasah Tsanawiyah X.
Manfaat penelitian, yaitu : 
1. Manfaat bagi Instansi : 
Memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka melengkapi dan mengembangkan hasil penelitian yang sudah ada.
2. Obyek Penelitian
Sebagai bahan informasi dan konstitusi pemikiran bagi lembaga terkait dalam melaksanakan internalisasi nilai akhlak melalui mata pelajaran Al-Qur'an Hadits khususnya dan dalam pembelajaran pelajaran yang lain.
3. Pengembangan Ilmu Pengetahuan
a. Sebagai sumbangan pemikiran dan diharapkan mampu memberikan ruangan dan wahana baru bagi pengembangan ilmu khususnya internalisasi nilai-nilai Islam, yaitu nilai akhlak di masa yang akan datang.
b. Sebagai kajian tentang nilai akhlak yang bermaksud memberikan sumbangan pemikiran terhadap dunia pendidikan terutama pendidikan Islam yang dikaitkan dengan upaya mengembalikan nilai-nilai religius dan nilai-nilai luhur bangsa, yang pada hari ini telah banyak tergantikan atau bahkan ditinggalkan oleh masyarakat.
4. Bagi Peneliti
a. penelitian ini selain sebagai perluasan dalam pemikiran, juga sebagai pengalaman.
b. Memberikan bekal-bekal pengertian tentang pedoman keyakinan hidup manusia di dalam mengarungi samudra dan gelombang hidup.
c. Diharapkan mempunyai arti kemasyarakatan khususnya bagi umat Islam.

D. Penegasan Istilah atau Definisi Operasional
1. "Metode" adalah cara atau jalan yang hams ditempuh atau dilalui untuk mencapai tujuan tertentu.
2. "internalisasi" diartikan sebagai suatu proses penanaman sikap ke dalam diri pribadi seseorang melalui pembinaan, bimbingan dan sebagainya, agar ego menguasai secara mendalam suatu nilai serta menghayatinya sehingga dapat tercermin dalam sikap dan tingkah laku sesuai dengan standar yang diharapkan.
3. "Nilai Akhlak" merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang terwujud dalam kenyataan pengalaman rohani dan jasmani. Nilai-nilai keislaman merupakan tingkatan integritas kepribadian yang mencapai tingkat budi (insan kamil). "Akhlak" adalah ilmu pengetahuan yang memberikan pengertian tentang baik dan buruk, ilmu yang mengajarkan manusia dan menyatakan tujuan mereka yang terakhir dari seluruh usaha dan pekerjaan mereka.
4. "Mata Pelajaran Al-Qur'an Hadits" adalah unsure mata pelajaran Agama Islam pada madrasah yang memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang Al-Qur'an Hadits sebagai sumber ajaran Islam.

SKRIPSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN DAN HADITS


(KODE : PEND-AIS-0082) : SKRIPSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN DAN HADITS


BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Berbicara mengenai pendidikan memang tidak akan pernah ada habisnya. Berbagai persoalan pendidikan pun muncul seiring dengan perkembangan zaman. Begitu juga solusinya, yang kian hari kian banyak opini, pendapat, jurnal, artikel bahkan penelitian khusus tentang pendidikan, baik kajian teoritik maupun empirik.
Kebutuhan manusia akan pendidikan merupakan suatu yang sangat mutlak dalam hidup ini, dan manusia tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pendidikan. Fatah Yasin mengutip perkataan John Dewey yang juga dikutip dalam bukunya Zakiyah Daradjat menyatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia guna membentuk dan mempersiapkan pribadinya agar hidup dengan disiplin.
Pernyataan Dewey tersebut mengisyaratkan bahwa sejatinya suatu komunitas kehidupan manusia, di dalamnya telah terjadi dan selalu memerlukan pendidikan, mulai dari model kehidupan masyarakat primitif sampai pada model kehidupan masyarakat modern. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan secara alami merupakan kebutuhan hidup manusia, upaya melestarikan kehidupan manusia dan telah berlangsung sepanjang peradaban manusia itu ada. Dan hal ini sesuai dengan kodrat manusia yang memiliki peran rangkap dalam hidupnya yaitu sebagai makhluk individu yang perlu berkembang dan sebagai anggota masyarakat di mana mereka hidup. Untuk itu pendidikan mempunyai tugas ganda, yakni di samping mengembangkan kepribadian manusia secara individual, juga mempersiapkan manusia sebagai anggota penuh dari kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa, negara, dan lingkungan dunianya.
Berbicara mengenai pendidikan, tema diskusi dan seminar yang marak akhir-akhir ini adalah tentang pendidikan karakter, bukan hanya karena terpengaruh oleh isu yang dilontarkan oleh Menteri Pendidikan Nasional tentang tema dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional, "Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa", tetapi juga karena keprihatinan yang sama di berbagai kalangan masyarakat.
Berbagai diskusi itu diselenggarakan untuk mencari akar penyebab, dan selanjutnya jika mungkin berusaha menemukan jalan keluarnya, untuk mengurangi rasa prihatin itu. Sudah barang tentu persoalan itu bukan hal ringan, bisa dijawab dengan cepat dan mudah. Persoalannya sudah sedemikian berat dan rumit. Ada berbagai variabel penyebab yang terlanjur terjadi, dan tidak bisa dihapus. Kemerosotan akhlak tersebut adalah merupakan akibat, sedangkan sebab-sebab yang mendahului sudah terjadi, dan karena itu tidak akan mungkin dihilangkan atau ditarik kembali.
Jika ingin mengurai, mengapa keadaan tersebut terjadi, kiranya perlu merenungkan peristiwa-peristiwa beberapa tahun terakhir di negeri ini. Sejak tahun 1998 yang lalu, ketika terjadi reformasi, sehari-hari di kampus-kampus, hingga di kota-kota kecil, dan bahkan di tingkat desa terjadi demonstrasi yang seolah-olah tidak ada henti-hentinya. Dalam setiap demo itu selain mereka membawa poster-poster bernada protes, juga melontarkan teriakan-teriakan yang bernada mengolok-olok, dan bahkan juga menghujat terhadap mereka yang dianggap keliru atau salah dalam mengambil kebijakan.
Maka dalam waktu yang cukup lama, muncul generasi yang pekerjaannya sehari-hari menyalahkan terhadap generasi sebelumnya. Siapapun dianggap salah, apalagi pejabat pemerintah. Dengan begitu sopan santun terhadap generasi tua, termasuk terhadap orang tua, guru, pemimpin menjadi hilang. Kewibawaan menjadi tidak ada. Yang terjadi adalah menyalahkan dan menuduh. Keadaan seperti itu, maka otomatis menghilangkan tradisi yang sekian lama dipelihara, misalnya menghormat kepada orang tua, pemimpin, guru dan seterusnya.
Generasi muda yang telah kehilangan figur mulai merasa bahwa dia yang paling benar dan jika dia disalahkan akan dengan mudah mengembalikan kepada mereka yang telah menuduhnya salah. Prestasi akademik yang membanggakan dirasa cukup baginya untuk menutupi kekeliruan-kekeliruan akhlak yang diperbuat. Sehingga harapan masyarakat Indonesia untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dapat diibaratkan seperti telur di ujung tanduk.
Wacana tentang pendidikan karakter yang dikenal oleh dunia telah digagas oleh Dr. Thomas Lickona, seorang profesor pendidikan dari Cortland University pada tahun 1991, namun menurut penulis, penggagas pembangunan karakter pertama kali adalah Rasulullah SAW. Pembentukan watak yang secara langsung dicontohkan Nabi Muhammad SAW merupakan wujud esensial dari aplikasi karakter yang diinginkan oleh setiap generasi. Secara asumtif bahwa keteladanan yang ada pada diri Nabi menjadi acuan perilaku bagi para sahabat, tabi'in dan umatnya. Namun, sampai abad 15 sejak Islam menjadi agama yang diakui universal ajarannya, penerapan pendidikan karakter justru dipelopori oleh negara-negara yang penduduknya minoritas muslim.
Dalam Al-Qur'an, teks yang membicarakan tentang keteladanan telah mengingatkan kita yang mengakui diri sebagai muslim dan memiliki akal untuk berpikir sejak 15 abad silam.
Namun, untuk mewujudkan generasi Qur'ani sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah bukan pekerjaan yang mudah. Ia harus diusahakan secara teratur dan berkelanjutan baik melalui pendidikan informal seperti dalam keluarga, pendidikan formal atau melalui pendidikan non formal (masyarakat). Generasi Qur'ani tidak lahir dengan sendirinya, tetapi ia dimulai dari pembiasaan dan pendidikan dalam keluarga, misalnya menanamkan pendidikan agama yang sesuai dengan tingkat perkembangannya, sebagaimana hadits Nabi : "Perintahlah anak-anakmu mengerjakan shalat, lantaran ia sudah berumur 7 tahun, pukullah mereka setelah mereka berumur 10 tahun dan pisahkan tempat tidurmu dan tempat tidur mereka" (HR. Abu Daud).
Dalam kaitan ini, maka nilai-nilai akhlak mulia hendaknya ditanamkan sejak dini melalui pendidikan agama dan diawali dalam lingkungan keluarga melalui pembudayaan dan pembiasaan. Kebiasaan itu kemudian dikembangkan dan diaplikasikan dalam pergaulan hidup kemasyarakatan. Di sini diperlukan kepeloporan para pemuka agama serta lembaga-lembaga keagamaan yang dapat mengambil peran terdepan dalam membina akhlak mulia di kalangan umat. Oleh karena itu, terlepas dari perbedaan makna karakter, moral dan akhlak, ketiganya memiliki kesamaan tujuan dalam pencapaian keberhasilan dunia pendidikan.
Fenomena pendidikan karakter yang telah dikritisi oleh Prof. H. Imam Suprayogo di atas, membuat penulis merasa tergugah untuk meneliti lebih lanjut bagaimana Al-Qur'an dan Hadits sebagai referensi utama ajaran Islam mengkaji tentang konsep pendidikan karakter.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Al-Qur'an mengkaji tentang konsep pendidikan karakter?
2. Bagaimana Hadits mengkaji tentang konsep pendidikan karakter?
3. Bagaimana relevansi kandungan Al-Qur'an dan Hadits dengan paradigma pendidikan karakter?

C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui dan memahami bagaimana Al-Qur'an mengkaji tentang konsep pendidikan karakter.
2. Mengetahui dan memahami bagaimana Hadits mengkaji tentang konsep pendidikan karakter.
3. Mengetahui dan memahami relevansi kandungan Al-Qur'an dan Hadits dengan paradigma pendidikan karakter.

D. Manfaat Penelitian
1. Kegunaan Teoritis
a. Memberikan informasi tentang wacana pendidikan karakter dalam telaah dua sumber pokok ajaran Islam (Al-Qur'an dan Hadits).
b. Memberikan kontribusi secara ilmiah mengenai konsep pendidikan karakter dalam sudut pandang dua sumber hukum Islam (Al-Qur'an dan Hadits).
2. Kegunaan Praktis
a. Memberi pengalaman moril dan tambahan khazanah pemikiran baru dalam Al-Qur'an dan Hadits tentang pendidikan karakter.
b. Menambah kecintaan terhadap Al-Qur'an sehingga akan terus tertarik untuk mendalami isi dan kandungannya.
c. Menambah kecintaan terhadap Rasulullah sehingga akan terus meneladani akhlak beliau.

E. Ruang Lingkup Penelitian
Agar pembahasan dalam penelitian ini tidak melebar jauh serta lebih mudah dipahami, maka penulis membatasi kajian pada ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan pendidikan karakter melingkupi dasar pendidikan karakter, waktu yang tepat untuk menanamkan pendidikan karakter, siapa saja subjek dan objek pendidikan karakter dan bagaimana proses membentuk karakter. Adapun dari Hadits, penulis hanya membatasi pada hadits yang menguatkan ayat-ayat yang dimaksud.

F. Definisi Operasional
1. Pendidikan
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Adapun yang dimaksud dengan pendidikan dalam tulisan ini adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup dan segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hidup.
2. Karakter
Dalam Kamus Bahasa Indonesia karakter diartikan sebagai tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain; watak; Karakter juga dapat didefinisikan sebagai huruf, angka, ruang, simbol khusus yang dapat dimunculkan pada layar dengan papan ketik.
Adapun yang dimaksud dalam tulisan ini, karakter adalah tabiat atau potensi yang dimiliki manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna dalam penciptaannya.
3. Pendidikan Karakter
Menurut Thomas Lickona, seorang psikolog perkembangan dan Profesor Pendidikan di Universitas Negeri New York di Cortland mengatakan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan untuk "membentuk" kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti, yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras dan sebagainya.
Adapun yang dimaksud dalam tulisan ini, pendidikan karakter adalah konsep internalisasi nilai dan transformasi ilmu pengetahuan yang ditumbuhkembangkan pada peserta didik, sehingga potensi yang dimilikinya dapat dibangun dan diasah dengan baik sesuai dengan ajaran agama Islam. 
4. Al-Qur'an
Menurut ulama ahli bahasa, ahli Fiqh dan ahli Ushul Fiqh definisi Al-Qur'an adalah firman Allah yang bersifat (berfungsi) mukjizat (sebagai bukti kebenaran atas kenabian Muhammad) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, yang tertulis di dalam mushaf-mushaf, yang dinukil (diriwayatkan) dengan jalan mutawatir, dan yang membacanya dipandang beribadah.
Sedangkan dalam Kamus Bahasa Indonesia, Al-Qur'an diartikan sebagai firman-firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. dengan perantara malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia atau kitab suci umat Islam.
Adapun yang dimaksud dengan Al-Qur'an dalam tulisan ini sesuai dengan definisi di atas dengan artian bahwa sebagai kitab suci umat Islam maka sepatutnya umat Islam merujuk semua sisi problematika kehidupan padanya dan mengambilnya sebagai solusi dari setiap permasalahan tersebut. 
5. Hadits
Dalam pengertian terbatas, Hadits dapat diartikan sebagai perkataan, perbuatan, pernyataan dan sifat-sifat atau keadaan-keadaan Nabi Muhammad SAW. yang lain, yang semuanya hanya disandarkan kepada beliau saja. Adapun dalam arti luas Hadits diartikan sebagai segala berita yang marfu', mauquf (disandarkan kepada sahabat) dan maqthu' (disandarkan kepada tabi'iy).
Adapun yang dimaksud dengan Hadits dalam tulisan ini adalah beberapa Hadits Nabi yang dikategorikan sebagai Hadits yang berkaitan dengan konsep pembentukan karakter dan Hadits yang sebatas penulis temukan.

G. Sistematika Pembahasan
BAB I : Pendahuluan, meliputi : latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional, tinjauan pustaka dan sistematika pembahasan.
BAB II : Kajian Pustaka, meliputi : definisi pendidikan karakter, dasar pembentukan karakter, metode pendidikan karakter, tujuan pendidikan karakter dan perbedaan antara pendidikan karakter dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak.
BAB III : Metode Penelitian, meliputi : jenis penelitian, jenis pendekatan, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
BAB IV : Paparan data berupa ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits Nabi yang berkaitan dengan pendidikan karakter berikut penjelasan atau tafsiran dari masing-masing ayat dan hadits tersebut.
BAB V : Pembahasan berupa analisis ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits yang mengkaji tentang konsep pendidikan karakter dan relevansi kandungan Al-Qur'an dan Hadits dengan paradigma pendidikan karakter.
BAB VI : Kesimpulan dan Saran. 
DAFTAR PUSTAKA

SKRIPSI PENANAMAN NILAI AGAMA PADA ANAK DI TK X


(KODE : PEND-AIS-0081) : SKRIPSI PENANAMAN NILAI AGAMA PADA ANAK DI TK X


BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antar keluarga, sekolah, dan masyarakat, bahkan menjadi tanggungjawab seluruh bangsa Indonesia. Karena dengan pendidikan seseorang itu akan mempunyai pengetahuan tentang suatu wawasan pendidikan.
Berdasarkan UUSPN tahun 2003 pasal 4 (Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional) pengertian pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Dalam rangka mencapai keberhasilan pembentukan kepribadian anak agar mampu diwarnai dengan nilai-nilai agama, maka perlu didukung oleh unsur keteladanan dari orang tua dan gum. Untuk tujuan tersebut dalam pelaksanaannya gum dapat mengembangkan strategi pembelajaran secara bertahap dan menyusun program kegiatan seperti program kegiatan rutinitas, program kegiatan terintegrasi dan program kegiatan khusus.
Dengan demikian, pendidikan anak itu merupakan modal terbesar yang dimiliki bangsa untuk mewujudkan cita-cita bangsa kelak. Berhasil atau tidaknya langkah yang sudah kita rintis ini sangat bergantung pada generasi penerus kita nanti. Oleh karena itu, kita seharusnya sedapat mungkin mengupayakan agar si penerus ini tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin, sehingga mereka kelak akan mampu mewujudkan apa yang diinginkan bangsa dengan tepat bahkan lebih dari apa yang kita harapkan, dan karena itulah anak sejak kecil sudah hams diberikan pendidikan.
Pendidikan agama Islam merupakan segala usaha yang berupa pengajaran, bimbingan dan asuhan terhadap anak agar kelak setelah pendidikannya dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agamanya serta menjadikannya sebagai way of life (jalan kehidupan) sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial kemasyarakatan. Sangatlah tepat apabila usaha penanaman nilai-nilai keagamaan selain dari keluarga juga diberikan pada pendidikan prasekolah. Pendidikan nilai disini tidak mudah dengan pendidikan ketrampilan (skill), karena pendidikan itu sendiri mempunyai syarat-syarat yang berlainan dengan pendidikan ketrampilan dan fakta-fakta. Oleh karena itu, guru di Taman Kanak-kanak (TK) X telah memberikan pembelajaran pendidikan agama Islam pada anak usia dini melalui metode-metode pembelajaran yang berganti-ganti sesuai dengan tema pembelajaran.
Lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) X sudah berdiri sejak tahun 1976 mempunyai sarana dan prasarana yang telah menunjang keberhasilan program penanaman nilai-nilai keagamaan yang dilaksanakan setiap harinya setiap awal pembelajaran dan diakhir pembelajaran, karena Taman Kanak-kanak (TK) X yang dilatarbelakangi ingin menanamkan pendidikan sejak dini, maka Taman Kanak-kanak (TK) X menyiapkan generasi islam yang berkualitas dan bertujuan menyeimbangkan IMTAQ dan IPTEK.
Taman Kanak-kanak (TK) X telah menerapkan metode-metode pembelajaran yang dapat menunjang keberhasilan program pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan dalam proses penyampaian mated pelajaran kepada siswa, sehingga siswa tidak disuruh diam selama kegiatan belajar. Metode-metode yang diterapkan diharapkan akan mampu mempersiapkan anak didik yang dapat menumbuhkan kehidupan religius dalam kehidupan sehari-hari.
Metode-metode yang di terapkan di Taman Kanak-kanak (TK) X dapat cepat diserap oleh siswa karena metode yang diterapkan untuk menarik siswa agar siswa antusias dalam proses pembelajaran di kelas. Anak usia pra sekolah di Taman Kanak-kanak (TK) X baik TK A maupun TK B sudah diberikan materi menghafal doa sehari hari dan menghafal surat-surat pendek dalam alquran serta membaca iqra' dengan fasih. Dari pemberian materi tersebut anak usia pra sekolah di TK X sudah bisa membaca iqra' dengan lancar dan hafal surat-surat pendek dalam alquran serta terbiasa membaca doa dalam kehidupan sehari hari. Dari sarana dan prasarana yang ada juga sangat menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-kanak (TK) X. Dari situlah Taman Kanak-kanak (TK) X bisa meraih prestasi dan mendapat akreditasi "A".
Melihat realita yang ada penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) X menanamkan nilai-nilai agama pada anak usia dini serta bagaimana penerapan metodenya dalam memberikan nilai-nilai agama pada anak didik berpengaruh pada perilaku dan kebiasaan seorang anak, sedangkan penanaman keagamaan pada peserta didik merupakan pengembangan kurikulum di Taman Kanak-kanak (TK) X.
Berlatar belakang tersebut diatas dan dengan kenyataan yang ada, maka penulis terdorong untuk mengadakan penelitian yang berjudul "PENANAMAN NILAI AGAMA PADA ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) X". 

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan permasalahannya sebagai berikut : 
1. Apa saja materi yang diajarkan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan di TK X?
2. Apa metode yang digunakan dalam penanaman nilai-nilai keagamaan di TK X?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berangkat dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 
1. Mendeskripsikan mated yang diajarkan di Taman Kanak-kanak (TK) X.
2. Mengetahui metode yang digunakan dalam penanaman nilai-nilai keagamaan di Taman Kanak-kanak (TK) X.
Sedangkan manfaat dari penelitian ini sendiri adalah sebagai berikut : 
1. Bagi perkembangan ilmu Pengetahuan, penelitian ini diharapkan mampu memberikan wahana dan masukan baru bagi perkembangan dan konsep pendidikan, terutama ilmu pengetahuan tentang perlunya lembaga pendidikan TK dan meningkatkan kualitas TK, yang dalam hal ini perlu adanya langkah-langkah konkrit yang hams dilakukan TK dan yang lebih penting hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai wawasan dan kekayaan khasanah keilmuan, khususnya bidang PAI
2. Bagi peneliti, sebagai perkembangan wawasan pengetahuan tentang pendidikan agama Islam pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak (TK) X, serta dapat dijadikan pijakan sebagai calon sarjana yang dituntut siap terjun dalam dunia pendidikan.
a. Bagi lembaga : 
1) Menjadi kajian akademis untuk menambah bantuan dan referensi ilmu kepustakaan dan administrasi, khususnya konsentrasi kebijakan publik memberikan gambaran empiris pada pendidikan selanjutnya yang sejenis khususnya yang berkaitan dengan program di TK tersebut.
2) Sebagai bahan masukan bagi sekolah mengenai kelebihan dan kekurangan dalam kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak (TK) X. 
b. Bagi Peneliti lain, sebagai bahan dokumentasi untuk melaksanakan penelitian selanjutnya. 

D. Definisi Operasional
Definisi operasional dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami pembahasan-pembahasan yang diuraikan dalam penelitian ini sehingga kalimatnya mudah dipahami, diantaranya : 
1. Penanaman : Penanaman berasal dari kata "tanam" yang artinya menaruh, menaburkan (paham, ajaran dan sebagainya), memasukkan, membangkitkan atau memelihara (perasaan, cinta kasih, semangat dan sebagainya). Sedangkan penanaman itu sendiri berarti proses/caranya, perbuatan menanam (kan).
2. Nilai : Suatu perangkat keyakinan ataupun perasaan yang diyakini sebagai identitas yang memberikan corak yang khusus kepada pola pikiran, perasaan, keterkaitan maupun perilaku.
3. Agama : Agama (Ad-Din) mempunyai makna menyembah, menundukkan diri atau memuja. Sedangkan Ad-Din dalam bahasa kita adalah agama. Agama buah atau hasil kepercayaan dalam hati, yaitu ibadah yang terbit lantaran ada i'dal lebih dahulu, dan patuh karena iman.
4. Nilai Agama : Konsep mengenai penghargaan tinggi yang diberikan masyarakat kepada beberapa masalah pokok dalam kehidupan keagamaan yang bersifat suci menjadi pedoman bagi tingkah laku keagamaan warga masyarakat.
5. Anak TK : Mereka yang berusia antara 4-6 tahun, yang mana mereka mengikuti program Taman Kanak-kanak.
Jadi yang dimaksud dengan penanaman nilai Agama pada Taman kanak-kanak adalah proses atau perbuatan menanamkan beberapa masalah pokok kehidupan keagamaan yang menjadi pedoman tingkah laku keagamaan yang mana hal itu diberikan pada mereka yang berusia antara 4-6 tahun yang mengikuti program Taman Kanak-kanak.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai agama khususnya TK adalah tugas utama menjadikan anak yang mempunyai budi pekerti yang baik sesuai dengan syari'at dan ajaran-ajaran Islam serta moral-moral masyarakat.

SKRIPSI UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QURAN PADA ANAK DIDIK DI SDN X


(KODE : PEND-AIS-0080) : SKRIPSI UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QURAN PADA ANAK DIDIK DI SDN X




BAB I 
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Sejak manusia lahir kedunia, telah dibekali oleh Allah swt dengan adanya rasa ingin tahu. Adapun wujud dari keingintahuan ini adalah adanya akal. Dengan akal manusia berpikir sehingga dia mendapatkan ilmu pengetahuan yang semakin lama akan terus berkembang. Untuk memanifestasikan kemampuan akal itu, maka diperlukan pendidikan. Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan kita, sebagaimana Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw dengan perintah Iqra' (bacalah) yang tertera dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5.
Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan Kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Ayat tersebut merupakan perkenalan dan petunjuk dari Allah swt. Bahwa Dialah pencipta segala sesuatu di jagat raya ini dan telah menciptakan manusia dari segumpal darah melalui proses yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Allah swt menyatakan diri-Nya bahwa Dialah yang Maha pemurah, sehingga bukan untuk dijauhi apalagi ditakuti. Akan tetapi harus didekati sendiri. Dialah Maha pendidik yang bijaksana, mendidik manusia dengan ilmu pengetahuan dan dengan menulis dan membaca.
Dari makna ayat ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa, sebagai makhluk yang mampu menerima pendidikan atau makhluk yang bisa dididik, menuntut ilmu sangatlah penting bagi kelangsungan hidup kita didunia. Dalam proses pendidikan upaya atau usaha guru sangatlah penting demi kelangsungan proses belajar mengajar yang baik. Dalam pengertian upaya atau usaha mempunyai arti yang sama yaitu ikhtisar untuk mencapai sesuatu yang hendak dicapai.
Sedangkan pengertian guru itu sendiri adalah pendidik professional, karena secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang sebenarnya menjadi tanggung jawab pendidikan yang sebenarnya menjadi tanggung jawab para orang tua.
Keberhasilan suatu pendidikan banyak ditentukan oleh adanya hubungan kasih sayang antara guru dan anak didik. Hubungan ini membuat anak didik merasa tenteram sehingga tidak merasa takut pada gurunya atau lari dari ilmunya.Guru adalah publik figur yang akan dijadikan panutan para anak didiknya. Oleh sebab itu, perilaku guru baik bersifat personal maupun sosial, senantiasa dijadikan parameter sebagai sosok guru. Maka sebagai seorang guru harus memiliki akhlak yang luhur yang nantinya bisa dijadikan suri teladan bagi anak didiknya.
Dalam usaha peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an pada anak didik juga tidak terlepas dari upaya guru. Terlebih anak didik yang dimaksud adalah anak-anak sekolah dasar, yang notabene masih banyak sekali yang belum mampu dan memerlukan bimbingan yang ekstra dari guru agama untuk meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an mereka. Karena kemampuan membaca dan menulis termasuk ketrampilan yang harus dipelajari dengan sengaja. Tidak sama halnya dengan belajar berbicara. Kemampuan mendengarkan dan berbicara termasuk kemampuan yang diperoleh dengan sewajarnya; maksudnya anak mempelajari fungsi itu dengan sendirinya.
Sebagaimana dalam GBPP mata pelajaran PAI kurikulum 1994 yang kemudian disempurnakan kembali pada kurikulum tahun 1999, dengan penjabaran indikator-indikator keberhasilan yang diharapkan dari lulusan pada jenjang Sekolah Dasar sebagaimana uraian berikut :
Pada jenjang Pendidikan Dasar, kemampuan-kemampuan dasar yang diharapkan dari lulusannya adalah dengan landasan iman yang benar. Siswa mampu membaca, menulis, dan memahami ayat-ayat pilihan, dengan indikator-indikator : (1) siswa mampu membaca ayat-ayat pilihan; (2) siswa mampu menulis ayat-ayat pilihan; (3) siswa mampu memahami terjemahan ayat-ayat pilihan.
Pada indikator-indikator di atas dapat dilihat bahwa memang kemampuan-kemampuan yang diharapkan pada jenjang Sekolah Dasar adalah salah satu diantaranya anak didik mampu dalam membaca dan menulis ayat Al-Qur’an.
Baca tulis Al-Qur’an di sekolah Dasar adalah berada di dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Yang mana kita telah mengetahui bahwa jam pelajaran bidang studi PAI di sekolah umum lebih sedikit porsinya jika dibandingkan dengan sekolah yang berlabel agama. Maka, tidak heran jika kita mendengar apabila ada anak SD yang masih kurang mampu dalam hal baca tulis Al-Qur’an, tetapi jangan sampai menjadi alasan dengan tidak adanya usaha atau upaya konkrit dari seorang pendidik khususnya.
Pembelajaran Al-Qur’an sebenarnya tidak hanya menjadi tugas guru di sekolah, tetapi menjadi tugas kita sebagai orang mukmin. Orang mukmin yang percaya dengan kitabullah yaitu Al-Qur’an yang menjadi pedoman kita semua. Agar para siswa khususnya disini yaitu siswa Sekolah Dasar dapat memahami isi Al-Qur’an, maka salah satu caranya adalah dengan mampu membacanya.
Dalam agama Islam melaksanakan pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an adalah amalan ibadah kita kepada Allah SWT. Orang tua yang mengajar anak baca tulis Al-Qur’an merupakan bentuk pemenuhan hak terhadap anak, yaitu hak untuk memelihara anak agar terhindar dari api neraka. Banyak sekali yang menunjukkan perintah untuk mendidik. Salah satu diantaranya dalam surat An-Nahl ayat 125 yang bunyinya adalah sebagai berikut :
Artinya : Serulah ( manusia )kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Ditekankannya memberikan pendidikan Al-Qur’an pada anak-anak berlandaskan pemikiran bahwa masa kanak-kanak adalah masa pembentukan watak yang ideal. Anak-anak pada masa itu mudah menerima apa saja gambar yang dilukiskan kepadanya. Sebelum menerima lukisan yang negatif, anak perlu didahului semaian pendidikan membaca Al-Qur’an sejak dini. Bila pada masa kanak-kanak ini pendidikan Al-Qur’an terlambat diberikan, kelak akan sulit memberikannya bahkan dibutuhkan tenaga ekstra untuk itu. Masa dewasa tidaklah seperti masa kanak-kanak. Pepatah mengatakan “Belajar di waktu kecil laksana menulis di atas batu dan belajar di waktu besar laksana melukis di atas air”.
Selain menyeru mendidik anak membaca Al-Qur’an, Rasulullah saw juga menekankan pentingnya mendidik anak menulis huruf-huruf Al-Qur’an. Anak diharapkan memiliki kemampuan menulis (kitabah) aksara Al-Qur’an dengan baik dan benar dengan cara imla' 'dikte' atau setidaknya dengan cara menyalin (naskh) dari mushaf.
Penulis melihat bahwa SDN X 01 adalah salah satu Sekolah Dasar Negeri yang maju di kecamatan X dibanding dengan SDN yang lain. Melihat dari prestasi-prestasi anak didik dalam berbagai bidang mata pelajaran, termasuk juga pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Maka peneliti merasa tertarik untuk mengadakan penelitian di SDN X 01 terkait dengan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an para siswanya. Maka judul yang diajukan dalam skripsi ini yaitu “UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN PADA ANAK DIDIK DI SDN X”.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana upaya Guru PAI dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an Pada anak didik di SDN X ?
2. Metode apakah yang diterapkan guru PAI dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an pada anak didik di SDN X ?

C. Tujuan Dan Kegunaan penelitian 
a. Tujuan Penelitian
Berdasarkan dari beberapa penelitian masalah diatas, penulis menyusun penelitian ini supaya dapat :
1. Mendeskripsikan bentuk upaya guru dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an anak didik di SDN X.
2. Mengetahui bentuk metode yang diterapkan guru PAI dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an pada anak didik di SDN Siodrejo X.
b. Kegunaan Penelitian
Untuk mengetahui guna atau manfaat dari penelitian ini penulis akan memaparkan diantaranya :
1) Lembaga
(a) Memberi masukan untuk dapat lebih meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an pada anak didik.
(b) Dapat memberi masukan, agar lebih giat lagi dalam bekerja meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an pada anak didik.
(c) Menyemangati untuk lebih eksis dan berkompetensi dalam mendidik anak didiknya.
2) Pengembangan Ilmu pengetahuan
(a) Memperkaya dan menambah teori-teori dalam dunia kependidikan.
(b) Dapat menjadi acuan pengembangan ilmu pengetahuan.
(c) Mengetahui sejauhmana fungsi dari teori-teori dalam belajar.
3) Penulis
(a) Dapat memberi tambahan pengetahuan bagi penulis sendiri.
(b) Memberi gambaran metode dalam belajar dan mengajar nantinya.
(c) Menambah pengalaman bagi penulis.

D. Ruang Lingkup Pembahasan
Identifikasi masalah yang telah disebutkan diatas tidak semua permasalahan tersebut diuraikan dalam pembahasan skripsi ini, hal tersebut mengingat terbatasnya waktu dan tenaga, oleh karena itu penulis membatasi berbagai persoalan yang erat kaitannya dengan judul. Namun, apabila ada uraian lain yang disisipkan pada pembahasan skripsi ini hanya sebagai pelengkap untuk menjelaskan pokok permasalahan yang berkaitan dengan judul. Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah sebagai berikut :
1. Bentuk upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an pada anak di SDN X.
2. Metode yang diterapkan guru PAI dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an pada anak didik di SDN X.

E. Penegasan Istilah
Penulisan skripsi ini, menggunakan beberapa istilah yang memiliki peran penting bagi pembaca dalam memahami skripsi ini. Istilah-istilah tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut :
1. Upaya Guru adalah Suatu aktivitas guru yang dilakukan dalam rangka membimbing, mendidik, mengajar dan melakukan transfer knowledge kepada anak didik sesuai dengan kemampuan dan keprofesionalan yang dimiliki sehingga mencapai sesuatu yang diinginkan atau hendak dicapai.
2. Kemampuan adalah merupakan suatu kesanggupan dalam melakukan suatu hal setelah kegiatan yang lain dilakukan.
3. Disini penulis menggunakan istilah baca tulis Arab untuk menjelaskan istilah baca tulis Al-Qur’an. Yang mana baca tulis Arab adalah melihat serta memahami (baik dengan lisan maupun dalam hati) bentuk huruf/bentuk tulis atau bacaan yang terbuat dari Bahasa Arab (berbentuk bahasa Arab). Karena penulis beralasan bahwa Al-Qur’an adalah berbentuk bahasa Arab.
4. Peserta didik/anak didik adalah Peserta didik atau bisa juga disebut anak didik merupakan suatu komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

F. Sistematika Pembahasan
BAB I : Pendahuluan, yang berisi pokok-pokok pemikiran yang melatar belakangi penulisan skripsi ini, yaitu terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian dan kegunaan penelitian.
BAB II : Kajian pustaka, berisi mengenai tinjauan tentang guru Pendidikan Agama Islam, tinjauan upaya guru sebagai tenaga pengajar, tinjauan tentang kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan tinjauan tentang peserta didik.
BAB III : Metodologi Penelitian, yang meliputi : pendekatan dan jenis penelitian, metode penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik penelitian, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.
BAB IV : Laporan Hasil Penelitian, yakni memaparkan data-data yang akurat tentang gambaran umum lokasi penelitian, gambaran umum identitas/deskripsi responden, dan deskripsi hasil penelitian.
BAB V : Pembahasan hasil Penelitian meliputi : deskripsi data, interpretasi data tentang upaya atau usaha guru dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an anak didik, interpretasi pembahasan penelitian.
BAB VI : Penutup, yang terdiri dari kesimpulan dan saran-saran.

SKRIPSI UPAYA GURU DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA PADA PROSES PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH


(KODE : PEND-AIS-0079) : SKRIPSI UPAYA GURU DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA PADA PROSES PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH




BAB I 
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Berbicara masalah pendidikan dan sumber daya manusia tidak bisa dipisahkan antara pendidik dan peserta didik atau yang lazim disebut sebagai "guru dan murid". Tentu saja guru disini yang dimaksud adalah seorang pendidik disebuah sekolah atau lembaga pendidikan formal yang tugas atau pekerjaannya tidak hanya mengajar bermacam-macam ilmu pengetahuan melainkan juga "mendidik". Pendidikan mempunyai peranan yang amat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara.
Tujuan pendidikan pada umumya adalah menyediakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga ia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya, sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat. Setiap orang mempunyai bakat dan kemampuan yang berbeda pula. Pendidik bertanggung jawab untuk memandu yaitu mengidentifikasi dan membina serta memupuk, yaitu mengembangkan dan meningkatkan bakat termasuk didalamnya adalah kreativitas. Dulu orang biasanya mengartikan "orang berbakat" sebagai orang yang mempunyai tingkat kecerdasan (IQ) yang tinggi. Namun sekarang makin disadari bahwa yang menentukan keberbakatan bukan hanya intelegensi (kecerdasan) melainkan juga kreativitas. Kreativitas atau daya cipta memungkinkan munculnya penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi, serta dalam semua bidang usaha manusia lainnya.
Ditinjau dari aspek kehidupan manapun, kebutuhan akan kreativitas sangatlah penting. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa saat ini kita semua terlibat dalam ancaman maut akan kelangsungan hidup. Dewasa ini tampak adanya kesenjangan antara kebutuhan akan kreativitas dan perwujudannya dalam masyarakat pada dan dalam pendidikan pada khususnya. Pendidikan disekolah pada umumnya lebih berorientasi pada pengembangan kecerdasan (intelegensi) dari pada pengembangan kreativitas, sedangkan keduanya sama pentingnya untuk mencapai keberhasilan dalam belajar dan dalam hidup.
Tinggi rendahnya kebudayaan masyarakat, maju mundurnya tingkat budaya suatu bangsa sangat tergantung pada pendidikan dan pengajaran oleh guru, oleh karena itu jelaslah peranan guru dalam masa pembangunan sangat penting. Tanpa pendidikan yang baik tidak akan tumbuh bangsa yang baik atau cerdas harapan bangsa yang tertuang dalam Tujuan Pendidikan Nasional Indonesia. Untuk menjadikan sumber daya yang berkualitas, diperlukan nilai tambahan, dan nilai ini makin tinggi jika pengetahuan dan teknologi yang dikuasai tinggi. Untuk generasi muda harus dipersiapkan sejak dini hingga pada akhirnya bangsa kita sejajar dengan bangsa lain yang sudah maju. Harapan demikian berada dipundak guru sebagai pendidik.
Upaya guru mempersiapkan anak didiknya, terasa bertambah penting manakala kita ingat bahwa masa depan yang dihadapi negara saat ini adalah masa penuh tantangan dan harapan yaitu zaman-zaman "keterbukaan" atau lazim diistilahkan dengan era globalisasi.
Tanggapan berbagai sektor dan mass media tentang hal tersebut diartikan berbeda setiap orang menurut persepsinya masing-masing. Menurut David Campbell dalam bukunya yang disadurkan oleh A-A Mangun Harjana tentang mengembangkan kreativitas tergambar bahwa kreativitas sangat besar dalam kemajuan hidup seseorang. Konon orang yang berkreativitas itu harus lincah, kuat mental, dapat berpikir dari segala arah maupun ke segala arah. Dan yang terpenting mempunyai keluwesan konsepsional (berdasarkan konsep, pikiran dan cita-cita), orisinialitas (keaslian) dan menyukai kompleksitas (kerumitan). Ciri-ciri tersebut masih harus ditambah lagi dengan sifat mau bekerja keras, punya selera humor dan fantasi serta tidak menolak ide-ide baru yang menghalang di depannya.
Alangkah indahnya jika kreativitas pembelajaran setiap bidang ilmu dapat mencakup beberapa persen saja dari sifat dinamik diatas. Dengan demikian bukan mustahil pelajaran akan menjadi favorit siswa. Namun dambaan seperti itu hingga sekarang masih jauh dari harapan. Pengembangan kreativitas masih menunggu penggarapan. Apalagi di dukung dengan praktisi dan teori-teori yang tergolong langka. Kerangnya pengajaran dan konsultasi pendidikan yang bisa mengajarkan kepada guru agar lebih kreatif semakin melemahkan kreativitas guru.
Kesadaran akan kreativitas ini harus dibangun, dipicu, dan digali terus untuk meningkatkan keberhasilan siswa dalam rangka yang lebih panjang, menyongsong masa depan, yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang potensial pada abad 21. telah kita ketahui bersama tantangan masa depan yang diwarnai semangat "Homo Homini Lupus" atau "yang kuat akan menang" dan untuk bekal menghadapi semangat itu adalah kreativitas. Kenyataan dilapangan sangat banyak guru dan siswa yang pasif dan kurang inisiatif. Hanya sedikit yang tergolong aktif dan dinamis serta berusaha kreatif. Kembali pada persoalan diatas, secara hakiki, manusia mempunyai dasar kreatif dan bisa menentukan konsep pribadi (self consept), jadi cara untuk menemukan jalan keluar dari belenggu permasalahan tersebut layak dipikirkan. Apalagi jika melihat pentingnya kreativitas sebagai motor bagi pendidik. Oleh karena itu upaya untuk menumbuhkan semangat berkreasi perlu digalakkan.
Lemahnya daya kreasi siswa lebih diakibatkan dari proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang statis, para siswa umumnya tetap tinggal diam apabila proses belajar mengajar sedang berlangsung sangat monoton. Para siswa tidak "memberontak" agar pelajaran berjalan lebih berjiwa dan hidup. Karena antara guru dan siswa sama-sama sudah ada kecocokan sistem pembelajaran yag non kreatif. Maka seterusnya kegiatan akan berlangsung seadanya serba kekurangan dan penuh kebersahajaan. Dengan demikian hasil belajar yang dapat diperolehnya hanya seadanya saja.
Secara umum, bukti seberapa rendahnya tingkat kreativitas siswa terlihat manakala harus mengerjakan tugas menulis, mengarang, atau membuat laporan hasil kegiatan yang berlangsung diluar sekolah. Apresiasi yang dikaitkan dengan pengembangan potensi diri dirasakan sangatlah rendah jika dijadikan dengan program-program dalam GBPP (Garis Besar Program Pelajaran).
Menurut Guiford, kreativitas melibatkan proses berfikir secara divergen. Sedangkan Parnes mengungkapkan bahwa kemampuan berkreativitas dapat di bangkitkan melalui masalah yang mengacu pada lima macam prilaku kreatif, antara lain :
a. Fluency (kelancaran), yaitu kemampuan mengemukakan ide-ide yang serupa untuk memecahkan suatu masalah.
b. Fexibility (keluwesan), kemampuan dengan menghasilkan berbagai macam ide guna memecahkan suatu masalah diluar kategori biasa.
c. Orginality (keaslian), yaitu kemampuan memberikan respon yang unik atau luar biasa.
d. Elaboratorium (keterincian), yaitu kemampuan menyatakan pengarahan ide secara tanggapan terhadap suatu situasi.
e. Sensitivity (kepekaan), yaitu kepekaan menangkap dan menghasilkan masalah sebagai tanggapan terhadap suatu situasi.
Berdasarkan pemikiran diatas, maka perlu dilakukan upaya meningkatkan kreativitas siswa.
Pada hakikatnya manusia mempunyai potensi untuk menjadi kreatif, Contohnya apabila kita melakukan kreativitas "self consept (konsep pribadi)", tentunya akan tumbuh dan berkembang. Untuk itu individu harus lebih kukuh dan mantap sebagai individu seperti halnya kesuksesan yang mampu menjadikan diri kita lebih berkualitas, keikutsertaan dalam kegiatan kreatif seperti melakukan penjelasan lapangan yang belum tergarap dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak. Tentulah menjadikan seorang guru tidak mau mencoba membangkitkan kreativitas maka potensi guru tersebut akan menurun dan perlahan-lahan menjadi manusia yang pasif yang pada gilirannya merugikan kesehatan mental.
Melihat dan menyaksikan fenomena yang ada, maka penelitian ini sangat penting dilakukan agar nantinya dapat dipahami dan dijadikan salah satu sarana oleh guru dalam rangka mengembangkan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar di MI X. Dan apda akhirnya akan terlahir siswa yang memiliki kreativitas yang tinggi dalam kegiatan belajar mengajar. Disamping itu juga dapat menambah khasanah keilmuan kita bersama.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis mencoba meneliti fenomena yang ada mengenai upaya pengembangan kreativitas guru dalam proses belajar mengajar di MI X. Dalam hal ini dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana sistem pelaksanaan pendidikan MI X dalam upaya pengembangan kreativitas siswa ?
2. Bagaimana upaya yang digunakan untuk pengembangan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar di MI X ?
3. Apa faktor pendukung dan penghambat pengembangan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar di MI X ?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berpijak pada formulasi rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah :
a. Tujuan umum
1. Sebagai perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu mengembangkan ilmu mengadakan penelitian dan pengabdian masyarakat.
2. Sebagai tugas akhir syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan Islam di jurusan Pendidikan Islam fakultas tarbiyah.
b. Tujuan khusus
1. Untuk mengetahui sistem pelaksanaan pendidikan MI X dalam upaya pengembangan kreativitas siswa.
2. Untuk mengetahui upaya apa yang digunakan dalam pengembangan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar di MI X.
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat upaya pengembangan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar di MI X.
2. Kegunaan Penelitian
a. Bagi penulis
Penelitian adalah sebagai sarana untuk memperluas wawasan dan memperkaya pengetahuan (keilmuan) dan juga untuk menambah pengalaman.
b. Bagi guru
Penelitian dapat dijadikan feedback (umpan balik) untuk menilai kreativitas yang dimiliki guru dalam kegiatan belajar mengajar. Di samping itu dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengembangkan kreativitas yang telah dimiliki oleh guru-guru pada sekolah yang bersangkutan.
c. Bagi lembaga yang diteliti
Penelitian dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mencapai hasil-hasil yang optimal dalam pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran.
d. Bagi siswa
Penelitian ini dapat digunakan sebagai feedback (umpan balik) untuk menilai kreativitas yang dimiliki siswa dalam proses belajar mengajar.

D. Sistematika Pembahasan
Untuk memudahkan pembahasan skripsi ini sekaligus dapat tersusun secara sistematis dan mendalam serta memberikan ketepatan dalam mengantisipasi persoalan, maka penulis membagi dalam empat bab pokok bahasan. Adapun sistematika pembahasannya sebagai berikut :
Bab Kesatu : Pendahuluan, yang meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, ruang lingkup pembahasan, metode penelitian, dan kegunaan penelitian, dan sistematika pembahasan. Bab ini merupakan kerangka dasar yang memuat tentang pemikiran dasar adanya pembahasan skripsi ini secara umum yang termasuk didalamnya memuat pokok-pokok pikiran yang menjadi persoalan sekaligus merupakan arah dalam pembahasan skripsi ini.
Bab Kedua : Kajian Teoritis, berdasarkan literatur yang relevan dengan pembahasan yakni mengupas masalah yang berkaitan dengan pengertian kreativitas siswa, macam-macam kreativitas, ciri-ciri orang yang kreatif, teori tentang pembentukan pribadi kreatif, pengembangan kreativitas, kreativitas dalam pandangan Islam, pengertian proses belajar mengajar, peranan guru dalam proses belajar mengajar, faktor yang mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar, upaya pengembangan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar di MI X.
Bab Ketiga : Kajian hasil penelitian lapangan yang terdiri latar belakang obyek serta penyajian analisis data. Latar belakang obyek meliputi historis madrasah, visi misi, motto dan tujuan MI X, program kerja MI X, keadaan fasilitas sarana dan prasarana MI X, penyajian dan analisis data meliputi sistem pelaksanaan MI X dalam upaya pengembangan kreativitas siswa, upaya pengembangan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat peningkatan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar.
Bab Keempat : Merupakan bagian pokok dari keseluruhan pembahasan-pembahasan yang terdiri kesimpulan dan saran. Dalam bab inilah dapat diketahui secara garis besar yaitu ikhtisar dari pembahasan skripsi ini dan sekaligus diberikan saran-saran yang bersifat konstruktif guna perbaikan dan masukan bagi obyek penelitian khususnya agar semua usaha yang telah dilakukan bisa membawa hasil sekaligus dapat meningkatkan ke arah yang lebih baik dan sempurna.
Demikian sistematika pembahasan dalam skripsi ini diharapkan akan dapat mempermudah pemahaman para pembaca.