Makalah Perang Pangeran Diponegoro ~ gudang makalah, skripsi dan tesis
HARAP DIBACA DULU !

Kami tidak bisa membuatkan skripsi/tesis/makalah, kami hanya sekedar menyediakan contoh-contoh file skripsi/tesis jadi sebagai bahan referensi dari skripsi/tesis yang sedang anda susun.

Cara pemesanan file-file referensi :
  • Tuliskan jenisnya (skripsi/tesis), jurusan, fokus penelitian dan alamat email anda, lalu kirimkan SMS ke : 0878-5103-3593 (bukan voice line, SMS only). Contoh : skripsi, akuntansi, penerapan activity based costing, xxxxxx@gmail.com.
  • Setelah pesan anda kami terima, kami akan mengirimkan lewat SMS judul-judul yang sesuai dengan request untuk anda pilih, sekaligus menginstruksikan untuk membayar ganti biaya pengetikan ke rekening kami di Bank MANDIRI No. Rek: 141-00-0649103-9 a/n: Santi Rahayu (bisa lewat transfer antar ATM, Internet Banking, SMS Banking atau Setor langsung dari Bank).
  • Jika anda telah selesai mentransfer, lakukan konfirmasi dengan mengirim SMS ke nomor 0878-5103-3593(bukan voice line, SMS only).
  • Apabila langkah-langkah diatas telah anda lakukan, kami akan segera mengirim TUGAS AKHIR, SKRIPSI atau TESIS sesuai dengan request anda (lengkap dari cover s/d daftar pustaka, bisa dalam format WORD atau PDF) melalui attachment (lampiran) ke alamat email yang anda berikan (maksimal 1 jam dari saat pengecekan transfer), sehingga anda tinggal mengeditnya.
Mohon maaf, dengan segala hormat kami tidak melayani :
• Komplain setelah lewat 2 hari dari tanggal pengiriman
• Pertanyaan-pertanyaan semacam : "Kalau saya telah mentransfer dananya, apa jaminan filenya akan dikirim?" (Dalam transaksi di dunia maya, kepercayaan adalah mutlak diperlukan). Jaminan kami adalah reputasi blog ini. Disamping itu, mungkin yang juga perlu ditanyakan adalah : "Kalau filenya telah dikirim, apa jaminan dana akan ditransfer?"
Sebagai catatan : kami tidak akan membocorkan identitas pemesan (nomor telepon, alamat email, dll.) karena itu staff kami tidak akan pernah menanyakan data pribadi anda seperti : nama, alamat, kampus tempat anda menuntut ilmu, dll. Kerahasiaan klien adalah yang terpenting bagi kami.

Terima kasih atas perhatiannya.

Makalah Perang Pangeran Diponegoro

Judul : Makalah Perang Pangeran Diponegoro

Isi :
KATA PENGANTAR, PERANG PANGERAN DIPONEGORO (1825 – 1830), SEBAB UMUM, SEBAB KHUSUS, PERLAWANAN TERHADAP KOLONIALISME, KESIMPULAN.

Rangkuman :
Perang melawan penjajahan di Jawa Tengah dan Jawa Timur berlangsung dari tahun 1825 – 1830 yang disebut Perang Diponegoro, atau Perang Jawa, karena meletus hampir di seluruh daerah di Jawa.
Perjuangan itu terjadi karena Belanda ikut campur dalam urusan pemerintahan di Yogyakarta.
R.M. Antawirya atau Pangeran Diponegoro adalah putra dari Sultan Hamengku Buwono III dari isteri selir.
Beliau menolak untuk menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja dan memilih tinggal di Tegalrejo Magelang. Menyaksikan kelicikan dan kekejaman Belanda terhadap rakyat, beliau tidak tahan sehingga berjuang mengangkat senjata melawan Belanda.
Adapun sebab-sebab perlawanan Diponegoro adalah sebagai berikut :

A. Sebab Umum
Sebab terjadinya Pangeran Diponegoro secara umum adalah sebagai berikut :
1. Penderitaan rakyat akibat dibebani bermacam-macam pajak (seperti pajak tanah, jembatan, jalan, pasar, ternak, dll.)
2. Belanda campur tangan dalam urusan pemerintahan di Mataram.
Misalnya :
- Tentang pengangkatan raja
- Melarang pejabat Belanda melakukan upacara penghormatan terhadap Sultan
3. Gubernur Jenderal Van der Cappellen melarang para bangsawan menyewakan tanahnya kepada perusahaan swasta asing.
4. Masuknya budaya barat ke dalam lingkungan Keraton, yang menyebabkan adat istiadat Keraton menjadi rusak dan kehidupan beragama menjadi merosot.

B. Sebab Khusus
1. Belanda akan membuat jalan raya yang melewati makam leluhur Diponegoro tanpa meminta izin terlebih dahulu.
2. Pangeran Diponegoro mencabuti patok-patok yang telah ditancapkan oleh Belanda.
Pangeran Diponegoro dianggap telah membangkang keinginan Belanda. Maka Residen Smisaert meminta Mangkubumi agar membujuk Pangeran Diponegoro untuk menghadapnya. Permintaan Residen Smisaert ditolak oleh Diponegoro, sedang Mangkubumi sendiri kemudian bergabung dengan Diponegoro melawan Belanda.
Pada tanggal 20 Juli 1825, Belanda dibantu Patih Danurejo IV menyerang kediaman Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Ketika itu Pangeran Diponegoro dan Mangkubumi sedang berada di pendopo.
Pangeran Diponegoro semula tidak mundur, tetap setelah didesak Mangkubumi, akhirnya berhasil meloloskan diri melalui pintu samping kediamannya.
Pangeran Diponegoro menaiki kuda Genthayu diikuti oleh Mangkubumi kemudian menuju Selarong di sebelah barat Yogyakarta.