Search This Blog

Makalah Dampak Gempa Bumi

Judul : Makalah Dampak Gempa Bumi

Isi :
HALAMAN JUDUL, HALAMAN PENGESAHAN, MOTTO, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, BAB I PENDAHULUAN, A. Latar Belakang , B. Rumusan Masalah, C. Tujuan, BAB II PEMBAHASAN, A. Gempa Bumi (Seisme), 1. Hiposentrum atau Jarak Fokus Gempa, 2. Episentrum Gempa, 3. Gelombang Gempa Bumi, 4. Seismograf, 5. Seismogram, 6. Pleistosista, 7. Isoseista, 8. Homoseista, B. Faktor Terjadinya Gempa Bumi, 1. Berdasarkan Peristiwa yang Menyebabkan Terjadinya Gempa, 2. Berdasarkan Kedalaman Hiposentrumnya, 3. Berdasarkan Bentuk Episentrumnya, 4. Berdasarkan Letak Episentrumnya, 5. Berdasarkan Jarak Episentralnya, C. Skala Kekuatan Gempa Bumi, 1. Skala C.F. Richter, 2. Skala Mercalli, 3. Skala Omori, D. Jalur Gempa Bumi di Indonesia , 1. Jalur Gempa Bumi Mengikuti Sirkum Mediterania, 2. Jalur Gempa Bumi Mengikuti Sirkum Pasifik, E. Jalur Gunung Api di Indonesia, 1. Jalur Pegunungan (Sirkum Mediterania), 2. Jalur Pegunungan (Sirkum Pasifik), 3. Jalur Pegunungan Lingkaran Australia, F. Dampak dari Gempa Bumi , BAB III PENUTUP, A. Kesimpulan, DAFTAR PUSTAKA.


Rangkuman :
A. Gempa Bumi (Seisme)

Gempa bumi adalah getaran yang dapat dirasakan di permukaan bumi karena adanya getaran, terutama yang berasal dari dalam lapisan-lapisan bumi. Gempa bumi merupakan aktivitas lembeng tektonik yang sering terjadi.
Klasifikasi gempa bumi dapat dibedakan menjadi 8 yaitu :
1. Hiposentrum atau jarak fokus gempa, yaitu titik atau garis tempat peristiwa yang menimbulkan terjadinya gempa, letaknya di dalam litosfer pada kedalaman yang bervariasi, di laut Jawa tercatat hiposentrum dalamnya 700 kepala madrasah, sedangkan gempa di lepas pantai barat Sumatra, Selatan Jawa, dan Nusa Tenggara kedalamannya sekitar 50 km.
2. Episentrum gempa, yaitu titik atau garis di permukaan bumi atua permukaan laut tempat gelombang permukaan mulai dirambatkan, atau tempat gelombang primer dan sekunder pertama kali mencapai permukaan bumi atau laut.
3. Gelombang gempa bumi, dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a) Gelombang longitudinal atau gelombang primer adalah gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lapisan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14 km per detik, mempunyai periode antara 5-7 detik. Gelombang ini adalah gelombang yang pertama kali dicatat oleh seismograf.
b) Gelombang transversal atau gelombang sekunder adalah gelombang gempa yang bersama-sama dengan gelombang primer dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dalam lapisan litosfer dengan kecepatan antara 4-7 km per detik dan mempunyai periode 11-13 detik. Karena kecepatan gelombang transversal lebih kecil daripada gelombang longitudinal, maka gelombang transversal dicatat di seismograf setelah gelombang primer.
c) Gelombang panjang atau gelombang permukaan adalah gelombang gempa yang dirambatkan mulai dari episentrum menyebar ke segala arah di permukaan dengan kecepatan rambat antara 3,5 – 3,9 km per detik dan mempunyai periode yang besar. Gelombang gempa panjang inilah yang mengiringi gelombang primer dan gelombang sekunder dan merupakan gelombang perusak bumi.
4. Seismograf adalah alat pencatat gempa bumi. Seismograf dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
a) Seismograf horizontal
b) Seismograf vertikal
5. Seismogram adalah gambaran getaran gempa bumi yang dicatat pada seismograf. Gambaran getaran ini berbentuk garis patah-patah. Apabila getaran semakin kuat, maka garis patah-patah akan semakin lebar dan apabila semakin lama getaran gempa itu di satu tempat, maka semakin panjang pita seismograf yang menggambarkan seismogram.
6. Pleistosista adalah garis khayal yang membatasi sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat dari gempa bumi.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »