Search This Blog

Skripsi Hubungan Antara Lingkungan Belajar Dan Minat Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI Jurusan IPS SMAN X

Skripsi Hubungan Antara Lingkungan Belajar Dan Minat Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI Jurusan IPS SMAN X

(Kode PEND-IPS-0004) : Skripsi Hubungan Antara Lingkungan Belajar Dan Minat Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI Jurusan IPS SMAN X

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi sekarang ini negara mengalami persaingan yang luar biasa dalam berbagai bidang. Antara lain dalam bidang perniagaan, industri, ilmu pendidikan dan berbagai dimensi lain, baik pembangunan fisik maupun pembangunan sepiritual. Dalam upaya menjawab tantangan ini perkembangan sumber daya diproritaskan. Perkembangan sumber daya yang diprioritasakan adalah perkembangan sumber daya manusia. Salah satu cara untuk meningkatkan sumberdaya manusia dapat melalui pendidikan.
Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebersamaan agar dapat membangun diri sendiri dan besama-sama membangun bangsa. Disamping itu pendidikan merupakan masalah yang penting bagi manusia, karena pendidikan menyangkut kelangsungan hidup manusia. Manusia muda tidak hanya cukup tumbuh dan berkembang dengan dorongan insting saja, melainkan perlu bimbingan dan dorongan dari luar dirinya (pendidikan) agar ia menjadi manusia purna. Menurut undang- undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Bab I pasal 1 menyatakan;
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara Begitu pentingnya pendidikan bagi diri sendiri, Masyarakat maupun bangsa dan negara, sebagai wujud perhatian negara Republik Indonesia, maka pemerintah berusaha meningkatkan mutu pendidikan sekarang ini. Peningkatan mutu pendidikan senantiasa disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membuat pembangunan bangsa akan menjadi lebih baik dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Usaha yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan antara lain: peningkatan mutu para guru, pembaharuan kurikulum, penambahan berbagai fasilitas belajar, dan sebagainya. Meskipun usaha-usaha tersebut telah dilakukan tetapi masih banyak sekolah-sekolah yang menghasilkan lulusan yang kurang berkualitas. Oleh karena itu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat, orangtua, guru, dan siswa itu sendiri.
Menurut Ngalim Purwanto (1988: 148) lingkungan pendidikan atau lingkungan belajar dibedakan menjadi 3 golongan. antara lain: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkuangan masyarakat. Lingkungan belajar tersebut mendukung dan berperan besar dalam keberhasilan perestasi belajar anak didik. Lingkungan keluarga merupakan pusat pendidikan yang utama dan pertama, tetapi juga dapat menjadi faktor kesulitan belajar. Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (1991: 81) Lingkungan keluarga terdiri dari tiga faktor yaitu: faktor Orangtua, suasana rumah tangga atau keluarga, dan keadaan ekonomi keluarga.
Anak lahir dalam lingkungan keluarga dan dalam pemeliharaan Orangtua. Orangtua disini memikul tugas sebagai pendidik, pemelihara, pengasuh, pembimbing, maupun sebagai guru dan pengasuh bagi Anak-anaknya. Orangtua merupakan contoh terdekat bagi anaknya. Segala perbuatan yang dilakukan tanpa disadari akan ditiru anaknya, untuk itu sikap Orangtua yang bermasalah harus dihindari. Orangtua harus memperhatikan pendidikan, dan perkembangan belajar anaknya. Disamping itu hubungan Orangtua dengan anak sangat berpengaruh dalam kemajuan belajar anak. Yang dimaksud perhatian disini adalah kasih sayang yang penuh perhatian atau kebencian. Kasih sayang, perhatian atau penghargaan kepada anak akan menimbulkan mental yang sehat bagi anakanaknya.
Suasana rumah adalah keadaan lingkungan fisik maupun nonfisik dalam rumah. Suasana rumah yang ramai atau gaduh tidak mungkin anak akan dapat belajar dengan baik, anak akan terganggu konsenterasinya sehingga sulit untuk belajar. Demikian juga suasana rumah yang selalu tegang, selalu cekcok diantara anggota keluarga akan mewarnai suasana keluarga yang melahirkan anak yang tidak sehat mentalnya.
Faktor yang ketiga adalah keadaan ekonomi keluarga, keadan ekonomi keluarga ada dua golongan yaitu keadaan ekonomi yang kuat atau berlebih dan keadaan ekonomi yang lemah. Hal ini berhubungan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan alat-alat dan fasilitas belajar. Umumnya siswa SMAN X berasal dari ekonomi rendah. Dengan keadaan tersebut ada beberapa siswa yang menjadikan sebagai motivasa dalam belajar, sedangkan ada juga yang minder dengan keadaanya.
Lingkungan kedua adalalah lingkungan sekolah. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang memungkinkan seseorang meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan bakat yang dimilikinya. Dikatakan sebagai lembaga pendidikan formal karena diadakan di sekolah atau tempat tertentu dan mempunyai jenjang mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Bab VI pasal 14. Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam lingkungan masyarakat. Dan sekaligus mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ketingkat menengah. Pendidikan dasar ini diselengarakan selama 9 tahun, yang dilaksanakan 6 tahun di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiah (MI) atau bentuk lain yang sederajat, serta 3 tahun di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) atau bentuk lain yang sederajat.
Pendidikan menengah diselengarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pengetahuan yang telah didapat di sekolah dasar, selain itu juga guna menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang mampu melaksanakan hubungan timbal balik dengan sosial, budaya, dan alam sekitarnya serta dapat mengembangkan kemampuannya lebih lanjut di dunia kerja atau melanjutkan keperguruan tinggi. pendidikan menengah terdiri dari pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah umum ini berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Madarasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) atau bentuk lain yang sederajat
Salah satu pendidikan menengah adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dulu bernama SMU. Tujuan dari sekolah menengah atas ini adalah sebagai dasar untuk anak didik dalam mempersiapkan guna melanjutkan keperguruan tinggi. Disamping itu pendidikan menengah atas juga bertujuan menyiapkan anak didik yang siap kerja. Sekarang ini SMA menjadi sekolah menengah yang banyak diminati oleh siswa-siswa lulusan sekolah lanjutan tingkat pertama yang bertujuan melanjutkan kuliah keperguruan tinggi. Sekolah menengah atas dibagi menjadi beberapa jurusan diantaranya sekolah menengah atas jurusan IPS, sekolah menengah atas jurusan IPA, dan sekolah menengah atas jurusan bahasa. Salah satu sekolah menengah atas jurusan IPA dan IPS di X adalah SMAN X.
Lingkungan belajar yang ketiga adalah lingkungan masyarakat. Masyarakat merupakan lapangan pendidikan yang luas dan meluas yaitu hubungan antara dua orangtua atau lebih yang tak terbatas. Manusia merupakan makluk sosial dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Di dalam masyarakat terdapat norma-morma yang harus dipatuhi oleh anggota masyarakat. Normanorma tersebut berpengaruh dalam pembentukan kepribadian warganya dalam bertindak dan bersikap. Untuk itulah lingkungan masyarakat mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan belajar anak.
Selain lingkungan belajar di atas keberhsilan prestasi siswa juga dipengaruhi oleh minat belajar. Minat adalah kecendrungan dalam diri individu untuk tertarik pada suatu obyek atau menyenangi sesuatu obyek. Sehingga tingkah laku individu terhadap suatu obyek tertentu sangat dipengaruhi besar kecilnya minat siswa terhadap suatu obyek tersebut, dengan demikian jelas bahwa betapa pentingnya membangkitkan minat pada diri siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Untuk itu dalam setiap pelajaran harus menarik minat siswa karena minat siswa itu sendiri dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar, sebagai mana diungkapkan oleh Muhibbin Syah (2005: 151)
“Minat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas dan pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu. Bila anak menaruh minat besar terhadap mata pelajaran tertentu akan memusatkan perhatian yang lebih besar dari pada siswa lainya”. Kemudian karena pemusatan perhatian yang insentif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi belajar lebih giat, dan akhirnya mencapai prestasi yang di inginkan. Dengan demikian kalau seseorang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu biasanya tidak dapat diharapkan akan berhasail dengan baik dalam menguasai ilmu yang dipelajari. Sebaliknya bila seseorang belajar penuh minat maka akan dengan suka mempelajari dan meluangkan waktu yang cukup banyak untuk mendalami mata pelajaran tersebut sehingga dapat diharapkan prestasi yang dicapai akan lebih baik.
Dengan demikian berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas jelas bahwa lingkungan belajar dan minat belajar merupakan faktor-faktor yang sangat berhubungan dengan prestasi belajar siswa. Berkenaan dengan hal di atas menarik minat penulis untuk mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Antara Lingkungan Belajar dan Minat Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri X Tahun Ajaran XXXX/XXXX”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas penulis dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut
1. Apakah dunia pendidikan saat ini sudah menghasilkan sumber daya yang benar-benar berkualitas untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan diberbagai bidang?
2. Lingkungan belajar antara siswa satu dengan siswa lainya berbeda-beda. Apakah lingkungan belajar mempengaruhi prestasi belajar?
3. Minat siswa dalam belajar antar siswa satu dengan yang lainnya tidak sama. Apakah minat belajar mempengaruhi prestasi belajar?
4. Apakah mata pelajaran Akuntansi sebagai mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa mengingat kemampuan siswa yang berbeda- beda?
5. Siswa SMAN X mempunyai lingkungan dan tingkat minat belajar yang berbeda. Apakah beragamnya lingkungan dan tingkat minat belajar tersebut akan menimbulkan prestasi yang bervariasi pada pelajaran Akuntansi?

C. Pembatasan Masalah
Pada dasarnya setiap orang mempunyai argumen yang berbeda- beda untuk itu dalam mengkaji suatu masalah perlu diberikan batasan yang jelas agar tidak terjadi kekaburan dan cara pandang yang berbeda, hal ini dilakukan agar permasalahan dapat dikaji secara mendalam.
Dalam penelitian ini, oleh karena banyaknya permasalahan maka perlu dilakukan pembatasan masalah. Adapun pembatasan masalah yang penulis kemukakan adalah :
1. Lingkungan belajar adalah yang ada di alam sekitar baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Lingkungan disini adalah lingkungan dari siswa kelas XI jurusan IPS SMA Negeri X tahun ajaran XXXX/XXXX.
2. Minat belajar adalah perhatian dan keinginan yang besar terhadap sesuatu, dalam hal ini adalah pelajaran Akuntansi.
3. Prestasi belajar Akuntansi yang dimaksut dalam penelitian ini adalah nilai atau hasil yang diperoleh siswa kelas XI jurusa IPS SMA Negeri X tahun ajaran XXXX/XXXX dan menjadi nilai rapor

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut:
1. Adakah hubungan yang positif lingkungan belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran Akuntansi siswa kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri X tahun ajaran XXXX/XXXX?
2. Adakah hubungan yang positif minat belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran Akuntansi siswa kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri X tahun ajaran XXXX/XXXX?
3. Adakah hubungan yang positif lingkungan belajar dan minat belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar mata pelajaran Akuntansi kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri X tahun ajaran XXXX/XXXX?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah suatu hal yang diperoleh setelah penelitian selesai dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan apa yang di kemukakan oleh Suharsimi Arikunto (2002: 51) “Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukan adanya suatu hal yang diperoleh setelah penelitian selesai”. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang positif lingkungan belajar dan prestasi belajar mata pelajaran Akuntansi siswa kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri X tahun ajaran XXXX/XXXX.
2. Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang positif minat belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran Akuntansi siswa kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri X tahun ajaran XXXX/XXXX.
3. Untuk mengetahui adakah hubungan yang positif lingkungan dan minat belajar secara bersama-sama dengan prestasi mata pelajaran Akuntansi kelas XI Jurusan IPS SMA Negeri X tahun ajaran XXXX/XXXX.

F. Manfaat Penelitian
Pada hakekatnya suatu penelitian yang dilaksanakan oleh seseorang diharapkan akan mendapatkan manfaat tertentu. Begitu pula dengan penelitian ini diharapkan mendatangkan manfaat antara lain:
Manfaat Teoretis
- Merupakan sumbangan pemikiran dalam dunia pendidikan pada umumnya dan pendidikan SMA pada khususnya.
- Sebagai bahan atau referensi bagi para peneliti-peneliti yang lain yang ingin mengembangkan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Manfaat Praktis
- Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
- Bagi guru, sebagai bahan masukan dalam memberikan motivasi kepada siswa untuk membangkitkan minat belajar dan cara belajar yang baik
- Bagi siswa, sebagai pedoman dalam meningkatkan minat belajar dan cara belajar yang baik.
Skripsi Efektivitas Metode Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Geografi

Skripsi Efektivitas Metode Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Geografi

(Kode PEND-IPS-0003) : Skripsi Efektivitas Metode Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Geografi Pokok Bahasan Lingkungan Hidup Di Kelas X SMA X

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat penting dan memerlukan perhatian khusus dari semua lapisan masyarakat, bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab atas keberhasilan dan kemajuan pendidikan di Indonesia, akan tetapi semua pihak baik guru, orang tua, maupun siswa sendiri ikut bertanggung jawab. Sekolah merupakan suatu instansi atau lembaga pendidikan yang mampu berperan dalam proses edukasi (proses pendidikan yang menekankan pada kegiatan mendidik dan mengajar), proses sosialisasi (proses bermasyarakat khususnya bagi anak didik), dan proses transformasi (proses perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik).
Proses pembelajaran melalui interaksi guru-siswa, siswa-siswa, dan siswa-guru, secara tidak langsung menyangkut berbagai komponen lain yang saling terkait menjadi suatu sistem yang utuh. Pendidikan dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih baik bahkan sempurna sehingga sangat diharapkan adanya pembaharuan-pembaharuan. Salah satu upaya pembaharuan dalam bidang pendidikan adalah pembaharuan metode atau meningkatkan relevansi metode mengajar. Metode mengajar dikatakan relevan jika mampu mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan pada umumnya. Seperti tercantum di dalam Undangundang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dikatakan, “Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Banyak hasil riset yang mengungkapkan bahwa hasil belajar siswa berkorelasi positif dengan keberartian pengalaman belajar siswa. Keberartian pengalaman belajar siswa dapat diperoleh dari pemberian kegiatan belajar yang mengaktifkan siswa secara mental-intelektual dalam suasana belajar yang menyenangkan. Hal tersebut menekankan pentingnya penyediaan kondisi yang dapat mengefektifkan belajar siswa.
Seorang guru yang baik harus mampu menyusun suatu strategi pembelajaran yang mampu membawa peran serta siswa secara aktif belajar dikarenakan kesadaran dan ketertarikan siswa yang cukup tinggi, bukan sematamata untuk memenuhi kewajiban. Guru dituntut dapat menyajikan kegiatan belajar mengajar yang mampu membangkitkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar merupakan motor penggerak yang menjadikan siswa secara aktif melibatkan diri untuk belajar. Usaha guru untuk membangkitkan motivasi belajar pada siswa diarahkan pada unsur internal (siswa) dan unsur eksternal (diluar siswa). Contoh dari unsur eksternal tersebut adalah suasana kelas yang efektif untuk belajar.
Untuk mewujudkan tujuan ini sangat diperlukan peran guru secara aktif sebab guru sebagai pengelola proses pembelajaran bertindak selaku fasilitator hendaknya berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif, mengembangkan bahan pengajaran dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak dan menguasai tujuan pendidikan yang harus mereka capai, oleh karena itu guru dituntut mampu mengelola proses pembelajaran yang dapat memberikan rangsangan kepada siswa sebagai subyek utama belajar. Diharapkan dalam proses belajar mengajar dapat terjadi aktivitas dari siswa yaitu siswa mau dan mampu mengemukakan pendapat sesuai dengan apa yang telah dipahami. Selain itu, diharapkan pula siswa mampu berinteraksi secara positif antara siswa dengan siswa sendiri maupun antara siswa dengan guru apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam belajar segera mudah diselesaikan secara bersama-sama antar mereka.
Dalam memilih metode mengajar harus disesuaikan dengan tujuan pengajaran , materi pengajaran dan bentuk pengajaran (kelompok atau individu). Metode mengajar ada beberapa macam misalnya: ceramah, diskusi, demonstrasi, inquiri, kooperatif dan masih banyak lagi. Selama beberapa kurun waktu, pembelajaran yang dianut oleh beberapa guru didasarkan atas asumsi bahwa pengetahuan dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke pikiran siswa.
Oleh karena itu para guru memfokuskan diri pada upaya penuangan pengetahuan ke dalam kepala siswa tanpa memperhatikan bahwa ketika siswa memasuki kelas, mereka mempunyai bekal kemampuan, pengetahuan, motivasi yang tidak sama. Metode pembelajaran satu arah dimana siswa hanya ditempatkan sebagai objek dan membatasi kebebasan siswa dalam berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar membuat siswa menjadi malas dan kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran.
Penerapan pengajaran ceramah memungkinkan guru lebih mendominasi dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa menjadi enggan dan jenuh dalam menerima pelajaran sehingga tujuan yang telah ditetapkan tidak tercapai secara optimal.
Sekolah Menengah Atas Majlis Tafsir Al-Qur’an (SMA MTA) X merupakan bagian dari kegiatan pendidikan pada umumnya. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru masih banyak menggunakan metode mengajar yang didominasi metode ceramah. Hal ini menyebabkan siswa menjadi kurang aktif selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Guru SMA MTA X memilih lebih sering menggunakan metode ceramah karena alokasi waktu yang tersedia lebih sedikit daripada pokok bahasan yang harus diajarkan kepada siswa. Dari permasalahan ini, peneliti akan mencoba salah satu metode alternatif yang dapat digunakan yakni metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams- Achievement Divisions (STAD). Metode ini untuk memotivasi siswa saling memberi semangat dan membantu dalam menuntaskan keterampilan-keterampilan yang dipresentasikan guru.
Dalam STAD guru hanya memberikan konsep-konsep pokok. Pengembangan dari konsep-konsep tersebut dilakukan oleh siswa dalam bentuk kelompok melalui soal-soal yang diberikan. Dalam kelompok, siswa mendiskusikan konsep dan soal yang diberikan secara bersama, membandingkan masing-masing jawaban dari soal yang diberikan, dan membetulkan kesalahan dalam memahami konsep, sehingga seluruh siswa akan terlibat secara langsung dalam penguasaan materi pelajaran geografi.
Pembelajaran geografi akan sangat menarik jika dikemas dalam suatu bentuk pembelajaran interaktif yang menyenangkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itu, penulis mencoba mengadakan suatu penelitian dengan judul:
“Efektivitas Metode Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Geografi Pokok Bahasan Lingkungan Hidup Di Kelas X SMA MTA X Tahun Ajaran XXXX/XXXX”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka peneliti dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
Metode pembelajaran geografi yang diterapkan selama ini pada umumnya menggunakan metode ceramah yang cenderung monoton dan kurang bervariasi sehingga berakibat rendahnya hasil belajar geografi. Dominasi guru dalam kegiatan belajar mengajar masih sangat kuat yang seringkali mengabaikan proses belajar melalui interaksi antara siswa dengan guru dan antara siswa dengan siswa di dalam kelas.

C. Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini tidak terlalu luas dan banyak menimbulkan kesalahpahaman, maka permasalahan dalam penelitian ini perlu dibatasi dengan maksud untuk lebih memfokuskan pada masalah yang dikaji. Seperti yang telah disebutkan dalam Pedoman Penyusunan Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas X (2002: 7) bahwa, “Kualitas penelitian ilmiah bukan terletak pada keluasan masalah, tetapi terletak pada kedalaman pengkajian pemecahan masalah”.
Dari berbagai masalah yang ada di atas, maka penelitian ini hanya dibatasi pada:
Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar geografi di kelas X SMA MTA X.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut:
”Apakah penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah?”

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah.

F. Manfaat Penelitian
1. Bagi Guru
Dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan guru dapat sedikit mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem pembelajaran di kelas sehingga permasalahan yang dihadapi dapat diminimalkan.
2. Bagi Siswa
Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi siswa yang ingin meningkatkan hasil belajar geografi.
3. Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik pada sekolah itu sendiri dalam rangka perbaikan pembelajaran pada khususnya dan sekolah pada umumnya.
Skripsi Analisis Pengaruh Iklan Pond’s White Beauty Melalui Media Cetak Dan Atribut Produk Terhadap Perilaku Konsumen

Skripsi Analisis Pengaruh Iklan Pond’s White Beauty Melalui Media Cetak Dan Atribut Produk Terhadap Perilaku Konsumen

(Kode PEND-IPS-0002) : Skripsi Analisis Pengaruh Iklan Pond’s White Beauty Melalui Media Cetak Dan Atribut Produk Terhadap Perilaku Konsumen (Study Pada Mahasiswa FKIP Pendidikan Ekonomi X)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Seiring perkembangan dunia yang pesat, perkembangan kondisi pasar sekarang ini telah membawa pengaruh terhadap strategi yang harus diterapkan oleh perusahaan dalam menawarkan dan memasarkan produk mereka.
Bergulirnya waktu ke waktu konsumen semakin well-informed, di mana segala produk yang diinginkan dapat diketahui dengan cepat melalui informasi yang tersedia. Oleh sebab itu, perusahaan harus pintar dalam memilih cara yang tepat untuk meginformasikan produk perusahaannya.
Secara umum dapat dikatakan bahwa untuk meraih sukses dalam mencapai pasar sasaran suatu perusahaan, diperlukan strategi yang tepat sasaran. Oleh sebab itu diperlukan seorang pemasar yang mampu membaca situasi dan kondisi pasar secara tepat. Untuk mencapai sasaran dalam suatu usaha pemasaran selalu membutuhkan alat dalam penyampaian informasi kepada konsumennya, salah satunya adalah dengan cara mengeluarkan iklan tentang produk suatu perusahaan yang menarik bagi konsumen, yang pada akhirnya konsumen juga akan tertarik untuk menggunakan produk yang diiklankan. Penyampaian iklan akan membantu dalam mengenalkan produk kepada konsumen, iklan mempunyai peranan penting dalam menancapkan merek suatu produk ke pikiran konsumen.
Pola hidup masyarakat modern sangat tergantung oleh keadaan dunia luar, baik dari segi pola pikir, sikap maupun tingkah laku yang berkembang di dunia luar akan cepat diamati kemudian diikuti. Segala sesuatu yang membuat seseorang tampil lebih menarik akan mendapat respon dari masyarakat secara cepat. Kosmetik sebagai salah satu alat untuk mempercantik diri menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan oleh seseorang yang ingin tampil lebih menarik. Pada umumnya masyarakat luas beranggapan bahwa dengan memiliki kulit yang putih dan bersih akan nyaman, menarik dan memiliki nilai lebih.
Keadaan seperti ini merupakan suatu peluang bagi produsen produk kecantikan untuk mengeluarkan suatu produk yang sedang dibutuhkan oleh pasar tersebut. Promosi yang gencar dari perusahaan produk pemutih yang marak juga menyebabkan semakin kuatnya tingkat konsumerisme pada produk pemutih.
Strategi untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang suatu produk pemutih, maka perusahaan berusaha mengenalkan produknya dengan meluncurkan berbagai promosi yang diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk menggunakan produk pemutih dari perusahaan tersebut, mengingat semakin banyaknya perusahaan kosmetik yang meluncurkan produk sejenis. Berbagai perusahaan bersaing dengan menggunakan berbagai media promosi untuk memasarkan produknya, seperti baliho, iklan televisi, iklan media cetak, sponsorship, dll.
Pond’s White Beauty sebagai salah satu produk pemutih wajah yang bersaing mencoba untuk terus exist di pasarnya. Untuk menghadapi persaingan antar perusahaan kosmetik yang meluncurkan produk sejenis dalam menarik minat konsumen tentu saja diperlukan promosi yang juga menarik bagi konsumen.
Selain menggunakan media televisi, salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan pemutih wajah Pond’s White Beauty adalah dengan mempromosikan produknya melalui berbagai media cetak yang diharapkan masyarakat luas akan lebih mengenal produknya. Selain itu, iklan di media cetak juga dimanfaatkan untuk mendongkrak citra dari perusahaan di mata masyarakat, selain menunjukkan sebagai perusahaan yang modern juga menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan tersebut mampu bersaing di pasaran.
Sebuah produk mesti diposisikan untuk menyampaikan seperangkat keuntungan yang akan didapatkan oleh konsumen apabila menggunakan produk tersebut. Iklan dirancang untuk menyampaikan seperangkat simbol-simbol dan citra yang menunjukkan bagaimana merek menyodorkan keuntungan sehingga tercipta sikap positif terhadap merek tersebut dan mendorong konsumen untuk mencoba produk (trial). Iklan juga berfungsi agar setelah konsumen melakukan pembelian, pilihan terhadap merek dapat terus diperkuat lagi untuk mempengaruhi konsumen untuk membeli ulang merek tersebut pada masa yang akan datang.
Saat ini media cetak sudah menjadi bagian hidup masyarakat modern dari segala lapisan, baik eksekutif puncak, staf biasa, mahasiswa, ibu rumah tangga maupun remaja di mana dan kapan saja. Saat ini sudah tidak dapat dihitung lagi berapa banyak iklan yang disampaikan melalui media cetak. Iklan-iklan ini dibuat semenarik mungkin dan dengan tingkat kreatifitas yang tinggi yang diharapkan konsumen akan tertarik pada produk yang diiklankan. Fenomena semakin merakyatnya media cetak di berbagai kalangan menarik perhatian penulis untuk meneliti bagaimana perilaku konsumen dalam menyikapi iklan produk pemutih wajah Pond’s White Beauty melalui media cetak tersebut. Karena dengan mengeluarkan promosi yang baik maka masyarakat luas akan tertarik dan kemudian mengkonsumsi produk perusahaan tersebut. Namun sayangnya tidak semua perusahaan yang lalai dan menyadari akan pentingnya promosi atau iklan yang dikemas secara menarik dapat berpengaruh positif pada perilaku konsumen terhadap produk tersebut.
Keberhasilan suatu produk juga tidak terlepas dari atribut produk yang juga ditawarkan oleh produk tersebut, meliputi merek, kemasan, kualitas dan harga. Dalam penelitian ini pemilihan atribut yang digunakan meliputi harga, kemasan dan distribusi atau kemudahan mendapatkan produk. Alasan utama mahasiswa FKIP Pendidikan Ekonomi X Angkatan XXXX/XXXX sebagai sampel dalam penelitian ini karena ketersediaan data, waktu yang cukup untuk menemui responden dan untuk menghemat biaya. Selain itu mahasiswa merupakan komponen yang dapat menilai iklan pemutih wajah Pond’s White Beauty dan menjadi pangsa pasar produk pemutih wajah Pond’s White Beauty.
Sehubungan dengan peran iklan dalam pembentukan perilaku konsumen terhadap produk dan atribut produk, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa besar pengaruh iklan pemutih wajah Pond’s White Beauty melalui media cetak dan atribut produk dalam membentuk perilaku (minat) konsumen di kalangan mahasiswa FKIP Pendidikan Ekonomi X Angkatan XXXX/XXXX. Dari uraian di atas maka penulis mempunyai keinginan untuk meneliti masalah dengan judul “ANALISIS PENGARUH IKLAN PEMUTIH WAJAH POND’S WHITE BEAUTY MELALUI MEDIA CETAK DAN ATRIBUT PRODUK TERHADAP PERILAKU KONSUMEN (STUDY PADA MAHASISWA FKIP PENDIDIKAN EKONOMI X ANGKATAN XXXX/XXXX)”.

B. Identifikasi Masalah
Menurut Winarno Surakhmad (1990: 34) masalah adalah “Kesulitan yang menggerakkan manusia untuk memecahkannya. Masalah harus dapat dirasakan sebagai suatu rintangan yang mesti dilalui (dengan jalan melaluinya) apabila akan berjalan terus. Masalah menampakkan diri sebagai tantangan”. Sehubungan dengan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Seiring dengan perkembangan kondisi pasar, maka perusahaan memerlukan suatu cara untuk menginformasikan dan memasarkan produknya dengan cepat. Selain itu, perusahaan harus mempunyai suatu strategi yang tepat untuk mencapai pasar sasaran. Apakah perusahaan pemutih wajah Pond’s White Beauty mempunyai strategi yang cepat dan tepat mencapai pasar sasaran?
2. Menghadapi persaingan antar perusahaan kosmetik dalam menarik perhatian konsumen, maka perusahaan-perusahaan kosmetik tersebut berusaha mempromosikan produknya dengan berbagai media, selain itu iklan juga dapat mendongkrak citra suatu perusahaan. Apakah perusahaan pemutih wajah Pond’s White Beauty sudah mempromosikan produknya dengan maksimal?
3. Keberhasilan suatu produk sangat ditentukan oleh promosi dan atribut produk yang ditawarkan. Iklan melalui media cetak adalah iklan yang efektif karena media cetak sangat familiar di berbagai lapisan masyarakat dan mudah ditemui di mana saja. Namun sayangnya tidak semua perusahaan yang menyadari bahwa iklan yang dikemas secara menarik dan atribut produk juga dapat berpengaruh positif pada keberhasilan produk. Apakah perusahaan pemutih wajah Pond’s White Beauty sudah melakukan promosi dan menawarkan atribut produk yang menarik bagi masyarakat?

C. Pembatasan Masalah
Berbagai masalah yang muncul secara bersamaan seringkali menyulitkan untuk diteliti seluruhnya. Pembatasan masalah dilakukan agar tidak menyulitkan pelaksanaan penelitian secara keseluruhan dan penulis dapat memusatkan perhatian sehinga masalah tersebut dapat dikaji lebih mendalam. Adapun pembatasan masalah yang penulis maksudkan di sini adalah:
1. Ruang Lingkup Masalah
a) Iklan
Menurut W. J. Stanton (1993: 206) iklan adalah “Bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran orang untuk membeli. Sedangkan menurut Rhenald Kasali (1992: 121) iklan adalah “Pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk seseorang supaya membeli. Media cetak adalah suatu media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan visual. Media ini terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna dan halaman putih.
Pada penelitian ini akan yang akan dijadikan obyek penelitian adalah iklan Pond’s White Beauty melalui media cetak dilihat dari segi kreatifitas iklan, kualitas gambar, bahasa dan warna.
b) Atribut Produk
Menurut Tjiptono (1995: 88) atribut produk adalah “Unsur-Unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Atribut produk meliputi merek, kemasan, garansi dan pelayanan”. Sedangkan menurut Gitosudarmo (1995: 188) atribut produk adalah “Suatu komponen yang merupakan sifat-sifat produk yang menjamin agar produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diharapkan oleh pembelinya. Sifat-sifat tersebut antara lain warna, aroma, daya tahan, kuantitas, kesan baik, kuantitas dan desain”. Pada penelitian ini akan mengamati atribut produk yang meliputi harga, kemasan dan distribusi.
b) Perilaku Konsumen
Menurut Basu Swastha dan Hani Handoko Perilaku konsumen adalah “Kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut”.
2. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah sesuatu yang menjadi perhatian untuk diambil datanya. Adapun yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa FKIP Pendidikan Ekonomi Angkatan XXXX/XXXX X.
3. Obyek Penelitian
Dalam penelitian ini obyek yang digunakan adalah :
a) Iklan Media Cetak
b) Atribut Produk
c) Perilaku Konsumen
4. Tempat Penelitian
Sesuai judul dalam penelitian ini maka tempat penelitiannya adalah di FKIP Pendidikan Ekonomi X.
5. Variabel Penelitian
Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel bebas :
a. Paparan iklan Pond’s White Beauty melalui media cetak
b. Atribut produk
2. Variabel terikat : Perilaku konsumen

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah yang dikemukakan di atas, maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah ada pengaruh iklan Pond’s White Beauty melalui media cetak dan atribut produk terhadap perilaku konsumen.
2. Apakah ada pengaruh iklan Pond’s White Beauty melalui media cetak terhadap perilaku konsumen.
3. Apakah ada pengaruh atribut produk terhadap perilaku konsumen.

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh iklan Pond’s White Beauty melalui media cetak dan atribut produk dalam membentuk perilaku konsumen.
2. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh iklan Pond’s White Beauty melalui media cetak dalam membentuk perilaku konsumen.
3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh atribut produk dalam membentuk perilaku konsumen.

F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat untuk mengembangkan wawasan ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu managemen pemasaran, khususnya komunikasi pemasaran.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pemasar : penelitian ini bermanfaat untuk memberikan wawasan mengenai faktor-faktor yang paling berhubungan dengan perilaku konsumen sehingga dapat dijadikan dasar untuk menyusun strategi pemasaran, termasuk strategi komunikasi.
b. Bagi konsumen : penelitian ini bermanfaat sebagai bahan pertimbangan mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumen sehingga dapat dijadikan dasar untuk membeli produk yang sama.
c. Bagi penulis : penelitian ini sebagai sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perguruan tinggi.
d. Bagi kalangan akademis : penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi dalam melakukan penelitian sejenis.
Skripsi Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Perusahaan (Suatu Kasus Pada Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi PT. X)

Skripsi Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Perusahaan (Suatu Kasus Pada Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi PT. X)

(Kode PEND-IPS-0001) : Skripsi Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Perusahaan (Suatu Kasus Pada Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi PT. X)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Potensi usaha jasa konstruksi sangat berperan dalam kegiatan perekonomian, khususnya dalam kegiatan pembangunan. Baik pembangunan sarana umum, pembangunan gedung maupun pembangunan lainnya. Dengan adanya industri jasa konstruksi akan memberikan peluang yang besar bagi penyerapan tenaga kerja yang memiliki keahlian dibidang industri jasa konstruksi dan bangunan, dengan tersedianya lapangan pekerjaan maka akan menciptakan pendapatan bagi tenaga kerja dan mengurangi tingkat pengangguran.
Secara prospektif keberadaan industri jasa konstruksi baik skala kecil, menengah, maupun skala besar mempunyai nilai strategik bagi Indonesia, mengingat proporsi perannya cukup besar dan menyangkut banyaknya tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan pelaksanaan suatu proyek dan pembangunanan.
Dari pernyataan diatas jelas bahwa perusahaan jasa konstruksi memberi dampak positif terhadap perkembangan perekonomian, namun dalam kenyataannya pelaksanaan usaha perusahaan jasa konstruksi memiliki hambatan dan masalah yang dihadapi yang menjadi fenomena umum yang menjadi gambaran bahwa setiap sektor usaha tidak hanya memiliki kelebihan, tetapi banyak kekurangan yang yang ada dalam menjalankan usahanya.
Menurut Laporan pembinaan Konstruksi “BAPEKIN” dalam sosialisasi Undang-Undang No. 18/1999 dan Peraturan Pelaksanaan jasa konstruksi di X terdapat beberapa fenomena yang terjadi pada Potensi usaha atau Kondisi Jasa Konstruksi Di Indonesia secara umum adalah :
 Belum terwujudnya mutu konstruksi, ketepatan waktu pelaksanaan, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya sebagaimana direncanakan.
 Rendahnya tingkat kepatuhan Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa
 Belum terwujudnya kesejajaran kedudukan antara Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa dalam hak dan kewajiban secara adil dan serasi
 Belum terwujudnya secara optimal kemitraan yang sinergis Antar badan usaha jasa konstruksi, dan Antar badan usaha jasa konstruksi dengan masyarakat
Dari fenomena diatas, terlihat adanya suatu masalah penting yang ada pada industri jasa konstruksi yang mengganggu tingkat kesehatan usaha sehingga secara otomatis akan mengganggu pada keberlangsungan usaha. Salah satu akibatnya perusahaan akan mengalami penurunan produktivitas usahanya. Rendahnya produktivitas akan berpengaruh pada keberhasilan usaha sektor industri jasa pada umumnya, sektor usaha akan berjalan lambat, dan jika dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan industri jasa konstruksi akan bangkrut.
Jika hal tersebut dilihat secara nasional di Negara Indonesia, maka tidak akan jauh berbeda keadaannya dengan kondisi industri jasa konsrtuksi yang ada di Jawa Barat. Dimana jasa konsrtuksi memberikan kontribusi yang rendah pada laju pertumbuhan ekonomi regional Jawa Barat, yaitu kurang dari 2% bahkan tidak memberikan kontribusi/dampak positif terhadap industri lainnya hingga tahun XXXX. Namun hanya pada tahun XXXX triwulan I mencapai 2.20% dan memberi dampak positif terhadap perkembangan pertumbuhan industri barang kayu dan hasil hutan lainnya. (Syahwier, C A. Pikiran Rakyat, 24 Juni 2009 )
Dari data yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jawa Barat, terdapat 500 perusahaan konstruksi yang telah tercatat, baik perusahaan yang berada pada skala kecil, menengah dan perusahan besar. Namun yang tercatat sebagai perusahaan konstruksi yang aktif hanya 25 % saja. Hal tersebut yang menjadi isu menarik mengapa perusahaan jasa cenderung mengalami penurunan dalam menjalankan usaha. Oleh sebab itu, maka penulis melakukan penelitian pada satu perusahaan jasa konstruksi yang ada dikota X untuk membuktikan secara nyata keadaan perusahaan jasa konstruksi seperti halnya fenomena yang terjadi di Indonesia secara nasional.
Pada tingkat perusahaan, pengukuran produktivitas terutama digunakan sebagai sarana manajemen untuk menganalisa dan mendorong efisiensi produksi. Suatu organisasi perusahaan perlu mengetahui pada tingkat produktivitas mana perusahaan itu beroperasi, agar dapat membandingkannya dengan produktivitas standar yang telah ditetapkan manajemen, mengukur tingkat perbaikan produktivitas dari waktu ke waktu, dan membandingkan dengan produktivitas industri sejenis yang menghasilkan produk/jasa serupa. Hal ini menjadi penting agar perusahaan ini dapat meningkatkan daya saing dari produk/jasa yang dihasilkannya di pasar global yang sangat kompetitif.
Tumbuh kembangnya perusahaan jasa masih diliputi masalah yang cukup potensial yang dapat mengganggu kesehatan usaha, sehingga mengganggu keberhasilan usaha. Randahnya produktivitas akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha perusahaan jasa, dan jika dibiarkan maka akan mengakibatkan perusahaan jatuh bangkrut karena usaha suatu perusahaan tidak selalu dan hanya bergantung pada laba yang diperoleh melainkan pada tingkat produktivitasnya.
Berpijak dari hal diatas, betapa pentingnya pengukuran produktivitas perusahaan. Maka penulis meneliti masalah produktivitas yang terjadi pada perusahaan jasa konstruksi X yang tercatat sebagai perusahaan pelaksana jasa konstruksi tingkat menengah tiga (M3), yaitu usahanya bergerak dalam bidang pelaksanaan jasa pelaksana konstuksi bangunan.
X menetapkan sistem pengukuran produktivitasnya mempertimbangkan beberapa indikator produktivitas, yang pada dasarnya mengacu pada konsep kualitas dari tenaga kerja yang melaksanakan proyek yaitu dari ketepatan menggunakan waktu dan mencapai kuantitas yang menjadi target dengan kualitas yang paling baik. Selain itu tingkat efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya yang tersedia, baik modal kerja mapun penggunaan sumber daya manusia dalam mengorganisir kegiatan pelaksanaan proyek.
Berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian dari laporan keuangan perusahaan selama kurun waktu enam tahun yang dilihat dari laporan rugi laba perusahaan, maka dapat dihitung besarnya produktivitas perusahaan yang dilihat dari sisi input perusahaan atau seluruh biaya yang digunakan dengan besarnya output perusahaan atau laba yang diperoleh perusahaan. Adapun hasil pengolahan data dari perhitungan input dan output tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

** BAGIAN INI SENGAJA TIDAK DITAMPILKAN **

Bila dilihat maka penurunan dan kenaikannya sangat drastis, hal tersebut terjadi karena dalam pelaksanaan proyek kurang memperhatikan tingkat produktivitas dan perkembangan usaha mereka, Perkembangan produktivitas tersebut merupakan gambaran dari produktivitas dari perusahaan jasa pelaksana konstruksi X setiap tahun secara keseluruhan
Perkembangan produktivitas diatas merupakan gambaran dari produktivitas dari perusahaan jasa konstruksi dan pengadaan barang X. Penurunan produktivitas ini membawa dampak pada penurunan hasil dari perusahaan jasa konstruksi dan pengadaan barang X, lebih jauhnya akan mengurangi pendapatan dari perusahaan itu sendiri. Sehingga kesejateraannya juga akan menurun.sebagaimana dikemukakan oleh Lipsey (1995:277) mengemukakan bahwa “Penurunan secara permanen yang terjadi pada pertumbuhan produktivitas akan berakibat gawat. Turunnya pertumbuhan produktivitas mengandung makna bahwa biaya hidup bertambah lebih lambat atau sesungguhnya berkurang”.
Melihat fenomena diatas, tumbuh kembangnya perusahaan jasa masih diliputi masalah yang cukup potensial yang dapat mengganggu kesehatan usaha, sehingga mengganggu keberhasilan usaha. Randahnya produktivitas akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha perusahaan jasa, dan jika dibiarkan maka akan mengakibatkan perusahaan jatuh bangkrut karena usaha suatu perusahaan tidak selalu dan hanya bergantung pada laba yang diperoleh melainkan pada tingkat produktivitasnya.
Vincen Gasverz (2000:22) menyatakan hubungan antara profitabilitas dan produktivitas. “ Jika perusahaan memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi sedangkan tingkat produktivitasnya rendah, maka yang akan terjadi adalah tingkat profitabilitas tidak akan berlanjut dalam jangka panjang, dalam jangka panjang produktivitas yang rendah akan menggerogoti keuntungan perusahaan”. Masalah yang terjadi dalam internal peusahaan jasa ini harus segera dapat diatasi, karena dalam menghadapi era globalisasi setiap perusahaan khususnya perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa harus memilki kekuatan dalam mengahadapi para pesaing baik domestik maupun asing yaitu dalam hal memberikan kualitas pelayanan jasa yang diberikan pada klien (konsumen) pengguna jasa konstruksi. Untuk mengatasi hal tersebut menurut vincen Gasverz “ tindakan yang harus diambil adalah meningkatkan produktivitas perusahaan”.
Tujuan didirikannya perusahaan adalah untuk mencari laba. Namun laba tidak menjamin keberlangsungan suatu usaha sehingga tujuan perusahaan yang nyata adalah survival. Muchdarsyah Sinungan (2000:45-46) menyatakan bahwa “untuk dapat survive maka perusahaan harus memiliki kompas. Untuk memiliki kompas tersebut poerusahaan harus memiliki productivity objective yang diperlukan untuk pengukuran produktivitas”
Untuk lengkap dan jelasnya permasalahan ini tertuang dalam judul : “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN (Suatu kasus pada perusahaan jasa Pelaksana Konstruksi X).”

1.2. Perumusan Masalah
Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas, sebagaimana yang dikemukakan oleh Muchdarsyah Sinungan (2000:18) bahwa terdapat tiga faktor mendasar yang mempengaruhi produktivitas suatu perusahaan yaitu:
1. Investasi sebagai komponen utama berupa modal
2. Managemen yang terdiri dari managerial skill dan technical sakill
3. Tenaga kerja
Menurut Balai Pengembangan Produktivitas dalam Sedarmayanti (2001:71) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas adalah Sikap kerja, Tingkat keterampilan,Hubungan kerja dengan lingkaran pengawasan mutu (Quality Control Circles), Manajemen produktivitas, efisiensi tenaga kerja, kewiraswastaan
Berdasarkan faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas diatas, penulis membatasi pada tiga variabel yang dapat mempengaruhi produktivitas perusahaan jasa pelaksana konstruksi X yaitu dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas perusahaan Jasa Pelaksana X ?
2. Seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi produktivitas perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi X?

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
• Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Mengetahui dan memperoleh gambaran yang jelas tentang pengaruh efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial terhadap produktivitas perusahaan jasa pelaksana konstruksi dan X
2. Mengetahui seberapa besar efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial mempengaruhi produktivitas perusahaan jasa pelaksana konstruksi X
3. Memprediksi kondisi perkembangan produktivitas perusahaan jasa pelaksana konstruksi dan X berdasarkan efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial tersebut.

• Manfaat Penelitian
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk :
1. Secara Ilmiah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian penelitian selanjutnya, dan memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu ekonomi khususnya ekonomi mikro.
2. Secara Praktis.
a. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan serta sebagai bahan informasi dan rekomendasi untuk selanjutnya menjadi referensi bagi perusahaan jasa pelaksana konstruksi X dalam meningkatkan produktivitasnya
b. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bagi siapa saja yang ingin mengkaji permasalahan ini
Tesis Pemberdayaan Masyarakat Desa Di Kecamatan X Kabupaten X

Tesis Pemberdayaan Masyarakat Desa Di Kecamatan X Kabupaten X

(Kode STUDPEMBX0001) : Tesis Pemberdayaan Masyarakat Desa Di Kecamatan X Kabupaten X

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Pembangunan desa memegang peranan yang penting karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan pada hakikatnya bersinergi terhadap pembangunan daerah dan nasional. Hal tersebut terlihat melalui banyaknya program pembangunan yang dirancang pemerintah untuk pembangunan desa. Hampir seluruh instansi, terutama pemerintah daerah mengakomodir pembangunan desa dalam program kerjanya. Tentunya berlandaskan pemahaman bahwa desa sebagai kesatuan geografis terdepan yang merupakan tempat sebagian besar penduduk bermukim. Dalam struktur pemerintahan, desa menempati posisi terbawah, akan tetapi justru terdepan dan langsung berada di tengah masyarakat. Karenanya dapat dipastikan apapun bentuk setiap program pembangunan dari pemerintah akan selalu bermuara ke desa. Meskipun demikian, pembangunan desa masih memiliki berbagai permasalahan, seperti adanya desa terpencil atau terisolir dari pusat-pusat pembangunan (centre of excellent), masih minimnya prasarana sosial ekonomi serta penyebaran jumlah tenaga kerja produktif yang tidak seimbang, termasuk tingkat produktivitas, tingkat pendapatan masyarakat dan tingkat pendidikan yang relatif masih rendah. Semuanya itu pada akhirnya berkontribusi pada kemiskinan penduduk. Fakta tersebut menyebabkan pemerintah semakin intensif menggulirkan program dan proyek pembangunan dalam pelaksanaan pembangunan desa. Namun demikian program atau proyek yang diarahkan dalam pembangunan desa justru tidak dapat berjalan optimal, karena kebanyakan direncanakan jauh dari desa (Korten, 1988:247). Masyarakat masih dianggap sebagai obyek/sasaran yang akan dibangun. Hubungan yang terbangun adalah pemerintah sebagai subyek/pelaku pembangunan dan masyarakat desa sebagai obyek/sasaran pembangunan (Kartasasmita, 1996:144). Partisipasi yang ada masih sebatas pemanfaatan hasil. Tingkat partisipasi dalam pembangunan masih terbatas, misalnya masih sebatas peran serta secara fisik tanpa berperan secara luas sejak dari perencanaan sampai evaluasi.
Kondisi tersebut mengakibatkan peranan pemerintah semakin besar. Pemerintah berperan dominan sejak dari perencanaan hingga pelaksanaan program atau proyek pembangunan. Fakta ini berangkat dari perspektif stakeholders pemerintahan bahwa berhasilnya program atau proyek pembangunan diukur dari penyelesaian yang tepat pada waktunya (efisiensi dan efektifitas) serta sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Dengan orientasi seperti ini, tentunya masyarakat desa beserta stakeholder lainnya di desa yang seharusnya memiliki peranan yang besar tidak dapat mengembangkan kemampuannya dan menjadi “terbelenggu” dalam berinovasi. Hal tersebut misalnya dapat dilihat dari implementasi program bantuan desa (Bangdes) selama ini, justru peranan birokrat pemerintah yang amat menonjol. Walaupun sesungguhnya program tersebut sudah lama dilaksanakan dan cukup dikenal luas di desa, namun masyarakat selalu dianggap kurang mampu, sehingga bimbingan dan arahan dari pemerintah begitu kuat pengaruhnya dan merasuk (internalisasi) dalam masyarakat. Pada akhirnya masyarakat tergantung pada bimbingan dan arahan dari pemerintah. Bila kondisi tersebut tetap dipertahankan, maka masyarakat tidak akan pernah dapat menunjukkan kemampuannya dalam mengelola pembangunan di desanya.
Apapun bentuk pembangunan, secara substantif akan selalu diartikan mengandung unsur proses dan adanya suatu perubahan yang direncanakan untuk mencapai kemajuan masyarakat. Karena ditujukan untuk merubah masyarakat itulah maka sewajarnya masyarakatlah sebagai pemilik (owner) kegiatan pembangunan. Hal ini dimaksudkan supaya perubahan yang hendak dituju adalah perubahan yang diketahui dan sebenarnya yang dikehendaki oleh masyarakat (Conyers, 1991:154-155). Ada kesiapan masyarakat untuk menghadapi dan menerima perubahan itu. Untuk itu keterlibatannya harus diperluas sejak perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga pemanfaatannya, sehingga proses pembangunan yang dijalankan dapat memberdayakan masyarakat, bukan memperdayakan.
Pembangunan desa secara konseptual mengandung makna proses dimana usaha-usaha dari masyarakat desa terpadu dengan usaha-usaha dari pemerintah. Tujuannya untuk memperbaiki kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Sehingga dalam konteks pembangunan desa, paling tidak terdapat dua stakeholder yang berperan utama dan sejajar (equal) yaitu pemerintah dan masyarakat (Korten, 1988:378). Meskipun demikian, dalam konteks yang lebih luas, juga terdapat peranan “Agen Eksternal” seperti LSM, Konsultan, Lembaga Donor dll.
Domain pembangunan desa juga tidak terlepas dari wacana tentang model perencanaan pembangunan yaitu dari atas ke bawah (top down planning) dan dari bawah ke atas (bottom up planning). Pada dasarnya setiap program dari pemerintah senantiasa mencerminkan kombinasi kedua model tersebut, hanya intensitasnya yang berbeda. Sesuai dengan tuntutan paradigma baru tentang pembangunan yang berpusat pada manusia (people centered development), maka pendekatan bottom up planning sudah sewajarnya diperbesar dan menjadi inti dari proses pembangunan yang memberdayakan masyarakat.
Berlatar belakang pokok pikiran tersebut, penelitian ini bermaksud mengambil suatu dimensi yang lebih khusus yaitu menganalisis tentang pemberdayaaan masyarakat desa dengan studi tentang Program Pembangunan Bantuan Nagori/Kelurahan (BPN/K) di Kecamatan X.

Pemilihan program tersebut, didasarkan atas pertimbangan bahwa desain dan implementasinya dapat memberikan gambaran tentang proses pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, dengan pengkajian pembangunan di desa. Selain itu, saat ini khususnya di Kecamatan X, umumnya di Kabupaten X, program tersebut sangat mewarnai dinamika pembangunan desa, sehingga melalui implementasinya diharapkan dapat mewujudkan proses pemberdayaan masyarakat.
Penelitian ini dikhususkan pada desa-desa di Kecamatan X Kabupaten X. Pengalaman selama ini menunjukkan banyak program pembangunan yang digulirkan oleh Pemerintah kurang optimal melibatkan masyarakat dalam perencanaan sampai evaluasi pembangunan di desa, sehingga muncul kesenjangan persepsi antara masyarakat dengan pemerintah. Hal tersebut berakibat rendahnya kepedulian masyarakat itu sendiri, yang pada akhirnya mengakibatkan rendahnya tingkat keberdayaan masyarakat. Hal ini dapat terbukti dengan rendahnya tingkat partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan, karena tanpa disadari sebenarnya peranan pemerintah masih lebih besar, meskipun tidak secara fisik, akan tetapi dalam wujud regulasi yang kurang memberikan keleluasaan bagi masyarakat secara optimal. Kondisi tersebut tercermin dari pelaksanaan Proyek P2KT (Program Pemberdayaan Kecamatan Terpadu) sebelumnya yang didominasi oleh birokrat kecamatan, demikian juga dengan pelaksanaan program BPN/K yang masih didominasi oleh elit formal di tingkat lokal.
Rendahnya partisipasi masyarakat terlihat dari pelaksanaan program BPN/K Tahun Anggaran 2006 yang menghasilkan partisipasi swadaya masyarakat sebesar Rp. 40.000.000,- (10 %), dari dana stimulan sebesar Rp. 400.000.000,- untuk 8 desa serta jumlah kegiatan sebanyak 10 kegiatan. Pelaksanaannya pun dianggap belum optimal, bahkan sebagian dianggap “bermasalah” akibat salah persepsi antara masyarakat dan pemerintah.
Penelitian ini dikhususkan pada desa di Kecamatan X Kabupaten X, mengingat kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan pemekaran sejak tahun 2002 yang mempunyai karakteristik daerah pertanian (+ 80 %), merupakan kecamatan yang paling dekat dan berbatas langsung dengan wilayah Kota Pematang Siantar dibandingkan dengan kecamatan yang lain di Kabupaten X. Selain itu juga banyak warga kota yang bermukim di kecamatan ini. Dengan demikian terjadi interaksi karakter masyarakat pertanian dengan sifat wilayah sebagai hinter-land nya Kota. Berarti hal tersebut akan berkontribusi dalam pengembangan peranan masyarakatnya dalam pembangunan.
Secara khusus berdasarkan pengamatan dan analisis para stakeholder pembangunan di Kabupaten X, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, pemberdayaan masyarakat desa di Kecamatan X tidak berjalan optimal karena rendahya partisipasi masyarakat terhadap pembangunan yang disebabkan terlalu dominan program pembangunan yang diluncurkan ke daerah tersebut, tanpa melibatkan masyarakat. Kondisi tersebut secara khusus juga disebabkan oleh peranan Bupati X periode 2000 s/d 2005 yang merupakan putra asli daerah tersebut, sehingga banyak dialokasikan program pembangunan, yang prosesnya tidak melibatkan masyarakat secara aktif. Hal tersebut tidak memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat.
Terbukti dari realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kecamatan X yang berada pada rangking terakhir (dari 30 kecamatan). Target PBB dari tahun ke tahun berkisar Rp 60.000.000,- s/d Rp 70.000.000,- dan realisasinya hanya sekitar 30%, sehingga kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakberdayaan masyarakat.
Tentunya penelitian ini bukan untuk mencari siapa yang salah, atau bagaimana fomat yang paling ideal, namun berangkat dari proses pembangunan yang sejak awal melibatkan kepentingan masyarakat desa yang berperan didalamnya. Dengan demikian dapat dianalisis karakteristik Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan studi tentang Program Bantuan Pembangunan Nagori/Kelurahan (BPN/K) di Kecamatan X.

1.2. Perumusan Masalah
Pembangunan yang memberdayakan masyarakat adalah pembangunan yang memberi “ruang” dan kesempatan bagi masyarakat untuk dapat berperan dalam menggerakkan dan mengerahkan segala sumber daya (resources) yang dimilikinya, baik sumber daya material maupun non material, terutama sumber daya manusianya sendiri untuk mandiri (Uphoff dalam Cernea, 1988 : 501). Dengan kata lain masyarakat mempunyai akses dalam pengambilan keputusan sampai pelaksanaan pembangunan.
Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, proses pembangunan yang memberdayakan masyarakat memiliki makna lebih luas dari model pembangunan partisipatif, sebagaimana dinyatakan Soetrisno (dalam Lasito, 2002:7), sebagai berikut :
Dalam model pemberdayaan, masyarakat tidak hanya aktif berpartisipasi dalam proses pemilikan program, perencanaan dan pelaksanaannya, akan tetapi mereka juga menguasai dana pelaksanaan program itu. Sementara dalam model partisipasi, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan hanya sebatas pada pemilikan, perencanaan dan pelaksanaan, sedangkan pemerintah tetap menguasai dana guna mendukung pelaksanaan program itu.
Dari pembedaan tersebut dapat diartikan bahwa dalam model pemberdayaan, masyarakatlah yang memiliki peran yang besar (termasuk pendanaan) serta sangat menentukan bagi arah kegiatan pembangunan, sesuai dengan aspirasi dan perspektif masyarakat, maksudnya tanpa terlalu intervensi struktur pemerintahan yang cenderung birokratis.
Berdasarkan uraian diatas, maka perumusan masalah penelitian adalah bagaimana Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan studi tentang Program Bantuan Pembangunan Nagori/Kelurahan (BPN/K) di Kecamatan X?

1.3. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Bertitik tolak dari perumusan masalah yang diajukan diatas, tujuan penelitian ini adalah menganalisis Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan studi tentang Program Bantuan Pembangunan Nagori/Kelurahan (BPN/K) di Kecamatan X.
Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat menguatkan kajian teoritis tentang pemberdayaan masyarakat desa dengan studi tentang Program BPN/K di Kecamatan X.
Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai masukan kepada Pemerintah Kabupaten X dalam memformulasikan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan desa (bottom up planning) secara partisipatif, terdesentralisasi dan bersifat lokalitas.
Skripsi Merancang Website Siaran X Dengan Menggunakan PHP 5.0 Dan MySql

Skripsi Merancang Website Siaran X Dengan Menggunakan PHP 5.0 Dan MySql

(Kode INFORMAT-0037) : Skripsi Merancang Website Siaran X Dengan Menggunakan PHP 5.0 Dan MySql

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pers Mahasiswa SIARAN X merupakan institusi Pers yang dikelola oleh mahasiswa. SIARAN X berbentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam dunia penerbitan dan pemberitaan kampus yang diberikan secara gratis kepada mahasiswa X. Dalam kedudukannya, SIARAN X berada dibawah naungan Rektor X dan Pembantu Rektor III. Sasaran utama adalah mahasiswa X sendiri dan bisa juga dibaca bagi siapa saja. SIARAN X mengeluarkan produknya berbentuk tabloid yaitu TABLOID MAHASISWA SIARAN X.
Penulis terinspirasi dari website media massa seperti www.telkomsel.com, www.X.co.id, dan website di kampus lain yang ada internetnya, Maka penulis mencoba untuk merancang website yang bertujuan memberikan informasi dan berita seperti www.X.co.id tersebut, untuk memperkenalkan SIARAN X menjadi lebih luas dan lebih dikenal oleh banyak pembaca sehingga dipilihlah internet yang merupakan salah satu media yang tepat untuk hal tersebut, selain tidak terbatas pada waktu, internet juga dapat diakses oleh siapa saja (walaupun belum seluruhnya masyarakat Indonesia mengenal internet dan bisa mempergunakan internet tersebut) dan ditempat yang mempunyai jangkauan yang lebih luas. Internet dapat digunakan sebagai media publikasi kepada masyarakat yang luas dan dapat digunakan sebagai pendukung kegiatan dari SIARAN X sendiri, baik berupa masukan kritik dan saran kepada SIARAN X untuk lebih berkembang dalam hal memberi keakuratan dan kelengkapan informasi dan berita yang disajikan kepada para pembaca SIARAN X. Dengan adanya internet ini dapat di update (diperbaharui). Dan berguna bagi mahasiswa ataupun orang-orang yang ingin mengetahui perkembangan dari Universitas Sumatera Utara. Dalam hal ini Penulis mencoba membuat sistem informasi yang akan diterapkan pada SIARAN X, sehingga diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih cepat dan akurat. Atas dasar itulah, maka Penulis memilih judul “MERANCANG WEBSITE BERITA SIARAN X DENGAN MENGGUNAKAN PHP 5.0 DAN MYSQL” yang dalam perancangan sistem informasi ini Penulis menggunakan PHP, dan MYSQL yang merupakan bahasa pemograman untuk membuat suatu aplikasi dalam Microsoft Windows, dan juga memudahkan pemrogram untuk berinteraksi langsung dengan elemen–elemen (komponen–komponen) setiap program.

1.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dalam Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara merancang sebuah website yang isinya mencakup seluruh data (informasi dan berita) yang ada menjadi sebuah informasi dan berita yang baik dan berguna.
2. Bagaimana cara mengelola website berita yang isinya informasi dan berita secara efektif dan efesien.
3. Bagaimana cara mengupdate (diperbaharui) berita di website.

1.3 Maksud dan Tujuan
Tujuan dan maksud tulisan ini membuat website SIARAN X untuk membantu penyampaian informasi.

1.4 Metodologi Penelitian
Adapun teknik pengumpulan data Tugas Akhir ini penulis melakukan beberapa metode dalam merancang website, diantaranya:
1. Mempelajari dan mengumpulkan bahan dengan melakukan pencarian buku yang mendukung dan berhubungan dengan PHP sebagi Tugas Akhir penulis.
2. Mengunjungi website-website yang memberikan kumpulan source-code PHP untuk dapat dipakai serta mendownloadnya kemudian mempelajarinya.
3. Menerapkan ide-ide yang menarik dari website yang telah di kunjungi ke website yang akan penulis buat.
4. Merancang website seperti yang di inginkan oleh pihak Pers Mahasiswa SIARAN X dan penulis sendiri.

1.5 Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini bagi Penulis sendiri adalah untuk menciptakan suatu sistem yang dapat mempermudah pengolahan data pada pihak yang bersangkutan itu sendiri sehingga menjadi lebih cepat, akurat dan efisien.

1.6 Tinjauan Pustaka
Tugas Akhir ini membahas pembuatan aplikasi web dinamis SIARAN X sebagai suatu website yang memberikan informasi mengenai kegiatan di X dan segala hal yang berhubungan dengan X. Aplikasi web ini juga didukung bahasa pemrograman web lainnya seperti HTML (HyperText Markup Language).Aplikasi web ini dibangun di bawah sistem operasi Windows XP.

1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Tugas Akhir ini disajikan kedalam bentuk terstruktur dan sistematik sehingga mempermudah pembaca untuk memahami isi Tugas Akhir. Adapun sistematika Tugas Akhir ini sebagai berikut:
BAB 1 Pendahuluan
Bab ini berisikan tentang latar belakang pemilihan judul, maksud dan tujuan,identifikasi masalah, metodologi penelitian yang akan dilakukan dan kegunaan penelitian.
BAB 2 Landasan Teori
Bab ini berisikan tentang teori-teori untuk menyelesaikan pemecahan masalah yang akan dibahas beberapa teori yang digunakan: Sistem, informasi, Database, dan uraian singkat tentang PHP, dan MYSQL.
BAB 3 Perancangan Web
Bab ini berisikan tentang perancangan web, sarana perancangan web, uji program.
BAB 4 Algoritma Website
Bab ini menjelaskan bagaimana struktur file dan struktur logika yang di bangun dalam website.
BAB 5 Kesimpulan dan Saran
Bab ini merupakan bab yang terakhir dimana penulis menuliskan kesimpulan dari uraian-uraian bab sebelumnya. Dan memberikan saran yang mungkin bermanfaat bagi SIARAN X.
Skripsi Sistem Informasi Data Pegawai SMA Negeri X Menggunakan Visual Basic 6.0

Skripsi Sistem Informasi Data Pegawai SMA Negeri X Menggunakan Visual Basic 6.0

(Kode INFORMAT-0036) : Skripsi Sistem Informasi Data Pegawai SMA Negeri X Menggunakan Visual Basic 6.0

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman era globalisasi sekarang ini sistem informasi dengan menggunakan teknologi komputer yang sangat canggih dan modern akan memudahkan kita untuk melakukan pengolahan data yang dapat menghemat waktu, ruang dan biaya. Dan hasil suatu informasi yang diperoleh akan sangat memuaskan, berguna dan bermanfaat dari suatu lembaga atau instansi yang menggunakannya. Pengolahan data dan informasi secara cepat, tepat dan efisien adalah hal penting yang dibutuhkan bagi lembaga atau instansi, yaitu salah satunya adalah lembaga pendidikan.
Seiring dengan perkembangan teknologi begitu pesat, kebutuhan akan informasipun sangat dibutuhkan terlebih lagi informasi yang dihasilkan mengandung nilai yang benar, akurat, cepat dan tepat, sehingga siapapun dan apapun yang menggunakan informasi tersebut dapat menangani berbagai masalah yang terjadi dengan cepat.
Didalam lembaga pendidikan salah satu kegiatan sistem informasi yang dapat dimudahkan yaitu sistem pengolahan data pegawai. Dengan sistem informasi teknologi tersebut, maka dibutuhkan perancangan suatu sistem untuk mengolah data-data pegawai tersebut sehingga menjadi suatu informasi yang lengkap dan terperinci. Dengan dukungan sistem komputerisasi, cara kerja suatu sistem yang sebelumnya manual dapat mengubah cara kerja yang lebih efisien, tepat guna dan berdaya guna serta terjamin mutu dan kualitas prosedur kerjanya. Dengan perkembangan sarana teknologi modern yang lebih baik, akan tercipta suatu lingkungan sistem kerja yang lebih produktif. Perancangan sistem informasi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa bahasa pemograman diantaranya Microsoft Visual Basic, Visual Database 6.0, maupun Clipper. Pada masa sekarang ini pemograman yang berbasis Visual Basic atau grafis lebih banyak diminati dan disukai oleh berbagai lembaga atau instansi. Karena pengembangan dan pengolahannya sangat mudah untuk dilakukan serta tampilannya juga sangat menarik. Pada Tugas Akhir ini, penulis menggunakan sistem komputerisasi untuk sistem informasi data pegawai SMA Negeri X yang menggunakan komputer. Dari uarian diatas penulis merasa tertarik untuk menulis Tugas Akhir ini dengan mengangkat sebuah judul yaitu : “Sistem Informasi Data Pegawai SMA Negeri X”.

1.2 Identifikasi Masalah
Pada umumnya setiap Pendidikan tidak akan terlepas dari masalah dalam aktivitasnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Permasalahan yang akan diselesaikan adalah bagaimana merancang suatu sistem informasi yang efisien dan efektif untuk mengolah dan dapat menangani data Pegawai dengan menggunakan alat bantu komputer, agar pemberian laporan data ini dapat dilakukan dengan cepat, karena penyajian secara manual tidak dapat dijamin ketelitian dan kebenarannya.

1.3 Batasan Masalah
Karena permasalahan keterbatasan waktu penulis dan agar pembahasan tidak menyimpang dari tujuan maka dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut :
1. Progaram ini hanya dapat diaplikasikan untuk membantu kelancaran dalam pendataan data pegawai SMA Negeri X tersebut.
2. Sistem dirancang dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
3. Sistem yang dirancang dengan sedemikian rupa sehingga dapat bekerja secar dinamis, yaitu dapat dipergunakan dari tahun ke tahun.
4. Yang didata hanya pegawai SMA Negeri X.

1.4 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud penulis mengadakan penelitian pada SMA Negeri X adalah :
1. Mengumpulkan data sebagai bahan penunjang untuk menemukan cara yang tepat dalam merancang suatu sistemyang menangani pengolahan data pegawai sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada dengan bantuan sistem aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0.
2. Mencari dan mengetahui masalah serta kelemahan-kelemahan yang dihadapi suatu pendidikan/sekolahan dalam pengolahan data.
Tujuan penulis mengadakan penelitian ini adalah :
1. Mencari jalan keluar untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari sistem yang sedang dipakai dengan merancang sistem informasi data pegawai SMA Negeri X dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
2. Meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja pegawai dalam mengolah data serta penyajian laporan dengan memanfaatkan fasilitas komputer, sehingga dihasilkan informasi yang akurat, cepat, tepat dan berkualitas.
3. Mempermudah dan memperlancar cara kerja pegawai dalam pengolahan data yang lebih efektif dan efisien, sehingga menghasilkan sistem baru yang lebih baik dari sistem yang sedang berjalan saat ini.

1.5 Metodologi Penelitian
Untuk mewujudkan maksud penelitian ini, metodologi penelitian yang digunakan penulis adalah sebagai berikut :
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
Metode penelitian ini dilakukan langsung pada objek penelitian, data serta keterangan yang dikumpulkan dilakukan dengan cara :
a. Pengamatan (Observation)
Dalam hal ini penulis melakukan pengamatan untuk mendapatkan data secara umum dengan melihat langsung, mengamati dan mencatat sistem yang sedang berjalan saat ini serta melihat format-format dilakukan selama ini. b. Wawancara (Interview) Dalam hal ini penulis melakukan wawancara untuk melengkapi bahan yang sudah ada selama observasi. Penulis melakukan tanya jawab kepada staf (pegawai SMA Negeri X) yang berkaitan dengan sistem yang sedang diteliti.
2. Penelitian Perpustakaan (Library Research)
Penelitian perpustakaan adalah penelitian dengan sumber-sumber perpustakaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan landasan teori yang memadai dalam penyusunan tugas akhir ini, dalam hal ini data dan keterangan dikumpulkan dari sumber-sumber seperti buku-buku teks, bacaan-bacaan, bahan-bahan perkuliahan serta materi-materi lainnya yang berhubungan masalah yang ditinjau dalam penyusunan tugas akhir ini.

1.6 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika yang digunakan dalam Tugas Akhir ini, penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB 1 : PENDAHULUAN
Pada bab ini membahas Latar Belakang, Identifikasi Masalah, dan Batasan Masalah, Maksud dan Tujuan, Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan.
BAB 2 : LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan menguraikan tentang pengertian komputer, data, database, sistem informasi serta uraian singkat mengenai bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
BAB 3 : RUANG LINGKUP INSTANSI
Pada bab ini menjelaskan tentang sejarah singkat berdirinya SMA Negeri X ini dan sistem pengolahan datanya.
BAB 4 : PERANCANGAN SISTEM
Pada bab ini akan dibahas mengenai struktur database,tahap-tahap algoritma dan perancangan progam yang meliputi perancangan input dan output yang akan dimuat pada sistem informasi data pasien dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM Pada bab ini akan menjelaskan tentang defenisi implementasi sistem, tujuan implementasi sistem, komponen yang dibutuhkan dalam implementasi sistem,pengujian sistem dan pemeliharaan sistem.
BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan dan saran dari hasil pembuatan tugas akhir ini.
Skripsi Sistem Informasi Data Pasien Pada Rumah Sakit X Dengan Menggunakan Visual Basic 6.0

Skripsi Sistem Informasi Data Pasien Pada Rumah Sakit X Dengan Menggunakan Visual Basic 6.0

(Kode INFORMAT-0035) : Skripsi Sistem Informasi Data Pasien Pada Rumah Sakit X Dengan Menggunakan Visual Basic 6.0

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman era globalisasi sekarang ini sistem informasi dengan menggunakan teknologi komputer yang sangat canggih dan modern akan memudahkan kita untuk melakukan pengolahan data yang dapat menghemat waktu, ruang dan biaya. Dan hasil suatu informasi yang diperoleh akan sangat memuaskan, berguna dan bermanfaat dari suatu lembaga atau instansi yang menggunakannya.
Pengolahan data dan informasi secara cepat, tepat dan efisien adalah hal penting yang dibutuhkan bagi lembaga atau instansi, yaitu salah satunya adalah lembaga instansi rumah sakit.
Seiring dengan perkembangan teknologi begitu pesat, kebutuhan akan informasi pun sangat dibutuhkan terlebih lagi informasi yang dihasilkan mengandung nilai yang benar, akurat, cepat dan tepat, sehingga siapapun dan apapun yang menggunakan informasi tersebut dapat menangani berbagai masalah yang terjadi dengan cepat.
Didalam lembaga instansi rumah sakit salah satu kegiatan sistem informasi yang dapat dimudahkan yaitu sistem pengolahan data pasien dan kamar rawat inap pasien. Dengan sistem informasi teknologi tersebut, maka dibutuhkan perancangan suatu sistem untuk mengolah data-data pasien dan kamar rawat inap pasien selama pasien masih dirawat di rumah sakit tersebut sehingga menjadi suatu informasi yang
lengkap dan terperinci.
Dengan dukungan sistem komputerisasi, cara kerja suatu sistem yang sebelumnya manual dapat mengubah cara kerja yang lebih efisien, tepat guna dan berdaya guna serta terjamin mutu dan kualitas prosedur kerjanya. Dengan perkembangan sarana teknologi modern yang lebih baik, akan tercipta suatu
lingkungan sistem kerja yang lebih produktif.
Perancangan sistem informasi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa bahasa pemograman diantaranya Microsoft Visual Basic, Visual Database 6.0, maupun Clipper. Pada masa sekarang ini pemograman yang berbasis Visual Basic atau grafis lebih banyak diminati dan disukai oleh berbagai lembaga atau instansi. Karena pengembangan dan pengolahannya sangat mudah untuk dilakukan serta tampilannya juga sangat menarik.
Pada Tugas Akhir ini, penulis menggunakan sistem komputerisasi untuk sistem informasi data pasien dan kamar rawat inap pasien yang menggunakan komputer. Dari uarian diatas penulis merasa tertarik untuk menulis Tugas Akhir ini dengan mengangkat sebuah judul yaitu : “Sistem Informasi Data Pasien Pada Rumah Sakit X“.

1.2 Identifikasi Masalah
Pada umumnya setiap instansi Rumah Sakit tidak akan terlepas dari masalah dalam aktivitasnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Permasalahan yang akan diselesaikan adalah bagaimana merancang suatu sistem informasi yang efisien dan efektif untuk mengolah dan dapat menangani data pasien pada Rumah Sakit Sari Mutiara dengan menggunakan alat bantu komputer, agar pemberian laporan data ini dapat dilakukan dengan cepat, karena penyajian secara manual tidak dapat dijamin ketelitian dan kebenarannya.

1.3 Batasan Masalah
Karena permasalahan keterbatasan waktu penulis dan agar pembahasan tidak menyimpang dari tujuan maka dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut :
1. Progaram ini hanya dapat diaplikasikan untuk membantu kelancaran dalam pendataan pasien, kamar rawat pasien dan tanggal masuk pasien di rumah sakit tersebut.
2. Sistem dirancang dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0. 3. Sistem yang dirancang dengan sedemikian rupa sehingga dapat bekerja secara dinamis, yaitu dapat dipergunakan dari tahun ke tahun.
4. Yang didata hanya pasien yang dirawat inap.

1.4 Maksud dan Tujuan
Adapun penelitian pada Rumah Sakit X adalah :
1. Mengumpulkan data sebagai bahan penunjang untuk menemukan cara yang tepat dalam merancang suatu system yang menangani pengolahan data pasien sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada dengan bantuan sistem aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0.
2. Mencari dan mengetahui masalah serta kelemahan-kelemahan yang dihadapi suatu instansi rumah sakit dalam pengolahan data.
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mencari jalan keluar untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari sistem yang sedang dipakai dengan merancang sistem informasi data pasien di Rumah Sakit X dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
2. Meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja pegawai dalam mengolah data pasien serta penyajian laporan dengan memanfaatkan fasilitas komputer, sehingga dihasilkan informasi yang akurat, cepat, tepat dan berkualitas.
3. Mempermudah dan memperlancar cara kerja pegawai dalam pengolahan data pasien yang lebih efektif dan efisien, sehingga menghasilkan sistem baru yang lebih baik dari sistem yang sedang berjalan saat ini.

1.5 Metodologi Penelitian
Untuk mewujudkan maksud penelitian ini, metodologi penelitian yang digunakan penulis adalah sebagai berikut :
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
Metode penelitian ini dilakukan langsung pada objek penelitian, data serta keterangan yang dikumpulkan dilakukan dengan cara :
a. Pengamatan (Observation)
Dalam hal ini penulis melakukan pengamatan untuk mendapatkan data secara umum dengan melihat langsung, mengamati dan mencatat sistem yang sedang berjalan saat ini serta melihat format-format dilakukan selama ini.
b. Wawancara (Interview)
Dalam hal ini penulis melakukan wawancara untuk melengkapi bahan yang sudah ada selama observasi. Penulis melakukan tanya jawab kepada staf (pegawai rumah sakit) yang berkaitan dengan sistem yang sedang diteliti.
2. Penelitian Perpustakaan (Library Research)
Penelitian perpustakaan adalah penelitian dengan sumber-sumber perpustakaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan landasan teori yang memadai dalam penyusunan tugas akhir ini, dalam hal ini data dan keterangan dikumpulkan dari sumber-sumber seperti buku-buku teks, bacaanbacaan, bahan-bahan perkuliahan serta materi-materi lainnya yang berhubungan masalah yang ditinjau dalam penyusunan tugas akhir ini.

1.6 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika yang digunakan dalam Tugas Akhir ini, penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB 1 : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan latar belakang, identifikasi masalah, dan batasan masalah, maksud dan tujuan, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB 2 : LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan menguraikan tentang pengertian komputer, data, database, sistem informasi serta uraian singkat mengenai bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
BAB 3 : RUANG LINGKUP INSTANSI
Bab ini berisikan tentang sejarah singkat berdirinya Rumah Sakit ini dan sistem pengolahan datanya.
BAB 4 : PERANCANGAN SISTEM
Dalam bab ini penulis akan menjelaskan tentang struktur database, tahap-tahap algoritma dan perancangan progam yang meliputi perancangan input dan output yang akan dimuat pada sistem informasi data pasien dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini berisikan tentang defenisi implementasi sistem, tujuan implementasi sistem, komponen yang dibutuhkan dalam implementasi sistem,pengujian sistem dan pemeliharaan sistem.
BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini berisikan kesimpulan dan saran dari hasil pembuatan tugas akhir.
Skripsi Sistem Informasi Pengendalian Persediaan Barang Pada PT. X Menggunakan Visual Basic 6.0

Skripsi Sistem Informasi Pengendalian Persediaan Barang Pada PT. X Menggunakan Visual Basic 6.0

(Kode INFORMAT-0034) : Skripsi Sistem Informasi Pengendalian Persediaan Barang Pada PT. X Menggunakan Visual Basic 6.0

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman era globalisasi sekarang ini sistem informasi dengan menggunakan teknologi komputer yang sangat canggih dan modern akan memudahkan kita untuk melakukan pengolahan data yang dapat menghemat waktu, ruang dan biaya. Dan hasil suatu informasi yang diperoleh akan sangat memuaskan, berguna dan bermanfaat bagi perusahaan atau instansi yang menggunakannya. Pengolahan data dan informasi secara cepat, tepat dan efisien adalah hal penting yang dibutuhkan bagi setiap perusahaan atau instansi, seperti pada PT. X yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor.
Seiring dengan perkembangan teknologi begitu pesat, kebutuhan akan informasipun sangat dibutuhkan terlebih lagi informasi yang dihasilkan mengandung nilai yang benar, akurat, cepat dan tepat, sehingga siapapun dan apapun yang menggunakan informasi tersebut dapat menangani berbagai masalah yang terjadi dengan cepat.
Didalam PT. X salah satu kegiatan sistem informasi yang dapat dimudahkan yaitu sistem pengolahan data pengendalian persediaan barang. Dengan sistem informasi teknologi tersebut, maka dibutuhkan perancangan suatu sistem untuk mengolah data-data persediaan barang yang diklasifikasikan menurut kategori, merk dan vendor sehingga menjadi suatu informasi yang lengkap dan terperinci.
Dengan dukungan sistem komputerisasi, cara kerja suatu sistem yang sebelumnya manual dapat mengubah cara kerja yang lebih efisien, tepat guna dan berdaya guna serta terjamin mutu dan kualitas prosedur kerjanya. Dengan perkembangan sarana teknologi modern yang lebih baik, akan tercipta suatu lingkungan sistem kerja yang lebih produktif.
Perancangan sistem informasi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa bahasa pemograman diantaranya Microsoft Visual Basic, Visual Database 6.0, maupun Clipper. Pada masa sekarang ini pemograman yang berbasis Visual Basic atau grafis lebih banyak diminati dan disukai oleh berbagai perusahaan. Karena pengembangan dan pengolahannya sangat mudah untuk dilakukan serta tampilannya juga sangat menarik.
Pada Tugas Akhir ini, penulis menggunakan sistem komputerisasi untuk sistem informasi pengolahan data pengendalian persediaan barang yang menggunakan komputer. Dari uraian diatas penulis merasa tertarik untuk menulis Tugas Akhir ini dengan mengangkat sebuah judul yaitu : “Sistem Informasi Pengendalian Persediaan Barang Pada PT. X Dengan Menggunakan Visual Basic 6.0 “.

1.2 Identifikasi Masalah
Pada umumnya di setiap perusahaan tidak akan terlepas dari masalah dalam aktivitasnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Permasalahan yang akan diselesaikan adalah bagaimana merancang suatu sistem informasi yang efisien dan efektif untuk mengolah dan dapat menangani data persediaan barang/material pada PT. X dengan menggunakan alat bantu komputer, agar pemberian laporan data ini dapat dilakukan dengan cepat, karena penyajian secara manual tidak dapat dijamin ketelitian dan kebenarannya.

1.3 Batasan Masalah
Karena permasalahan keterbatasan waktu penulis dan agar pembahasan tidak menyimpang dari tujuan maka dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut :
1. Progaram ini hanya dapat diaplikasikan untuk membantu kelancaran dalam pendataan persediaan barang/material yang diklasifikasikan menurut gudang, merk, kategori, jenis barang, pelanggan, vendor pada PT. X.
2. Sistem dirancang dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
3. Sistem yang dirancang dengan sedemikian rupa sehingga dapat bekerja secara dinamis, yaitu dapat dipergunakan dari tahun ke tahun.

1.4 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud penulis mengadakan penelitian pada PT. X adalah :
1. Mengumpulkan data sebagai bahan penunjang untuk menemukan cara yang tepat dalam merancang suatu system yang menangani pengolahan data persediaan barang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada dengan bantuan sistem aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0.
2. Mencari dan mengetahui masalah serta kelemahan-kelemahan yang dihadapi suatu perusahaan dalam pengolahan data.
Tujuan penulis mengadakan penelitian ini adalah :
1. Mencari jalan keluar untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari sistem yang sedang dipakai dengan merancang Sistem Informasi Pengendalian Persediaan Barang Pada PT. X dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
2. Meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja pegawai dalam mengolah data persediaan barang/material serta penyajian laporan dengan memanfaatkan fasilitas komputer, sehingga dihasilkan informasi yang akurat, cepat, tepat dan berkualitas.
3. Mempermudah dan memperlancar cara kerja pegawai dalam pengolahan data persediaan barang/material yang lebih efektif dan efisien, sehingga menghasilkan sistem baru yang lebih baik dari sistem yang sedang berjalan saat ini.

1.5 Metodologi Penelitian
Untuk mewujudkan maksud penelitian ini, metodologi penelitian yang digunakan penulis adalah sebagai berikut :
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
Metode penelitian ini dilakukan langsung pada objek penelitian, data serta keterangan yang dikumpulkan dilakukan dengan cara :
a. Pengamatan (Observation)
Dalam hal ini penulis melakukan pengamatan untuk mendapatkan data secara umum dengan melihat langsung, mengamati dan mencatat sistem yang sedang berjalan saat ini serta melihat format-format dilakukan selama ini.
b. Wawancara (Interview)
Dalam hal ini penulis melakukan wawancara untuk melengkapi bahan yang sudah ada selama observasi. Penulis melakukan tanya jawab kepada staf (pegawai PT. X) yang berkaitan dengan sistem yang sedang diteliti.
2. Penelitian Perpustakaan (Library Research)
Penelitian perpustakaan adalah penelitian dengan sumber-sumber perpustakaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan landasan teori yang memadai dalam penyusunan tugas akhir ini, dalam hal ini data dan keterangan dikumpulkan dari sumber-sumber seperti buku-buku teks, bacaan-bacaan, bahan-bahan perkuliahan serta materi-materi lainnya yang berhubungan masalah yang ditinjau dalam penyusunan tugas akhir ini.

1.6 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika yang digunakan dalam Tugas Akhir ini, penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB 1 : PENDAHULUAN
Pada bab ini membahas Latar Belakang, Identifikasi Masalah, dan Batasan Masalah, Maksud dan Tujuan, Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan.
BAB 2 : LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan menguraikan tentang pengertian komputer, data, database, sistem informasi serta uraian singkat mengenai bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
BAB 3 : RUANG LINGKUP INSTANSI
Pada bab ini menjelaskan tentang sejarah singkat berdirinya PT. X dan struktur organisasinya.
BAB 4 : PERANCANGAN SISTEM
Pada bab ini akan dibahas mengenai struktur database, tahap-tahap algoritma dan perancangan progam yang meliputi perancangan input dan output yang akan dimuat pada sistem informasi pengendalian persediaan barang pada PT. X dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM
Pada bab ini akan menjelaskan tentang defenisi implementasi sistem, tujuan implementasi sistem, komponen yang dibutuhkan dalam implementasi sistem,pengujian sistem dan pemeliharaan sistem.
BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan dan saran dari hasil pembuatan tugas akhir ini.
Skripsi Sistem Informasi Data Pegawai Pada TVRI Stasiun X Menggunakan Visual Basic 6.0

Skripsi Sistem Informasi Data Pegawai Pada TVRI Stasiun X Menggunakan Visual Basic 6.0

(Kode INFORMAT-0033) : Skripsi Sistem Informasi Data Pegawai Pada TVRI Stasiun X Menggunakan Visual Basic 6.0

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi dewasa ini tidak terlepas dari semakin makin bertambah majunya teknologi komputer. Kebutuhan akan teknologi komputer pun semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan disegala bidang, baik perusahaan swasta maupun pada dinas-dinas pemerintah. Hal ini berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya selalu dilakukan secara manual oleh manusia akan semakin cepat dan efisien apabila dilakukan dengan sistem komputerisasi. Bahkan dengan kecanggihan teknologi komputer yang semakin berkembang dengan pesat dapat memudahkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk meningkatkan efisiensi kerja karena pekerjaan yang dilakukan dengan komputer dapat menghemat baik dari segi waktu, ruang, tenaga, biaya, dan lain-lain.
Begitu juga halnya dengan TVRI Stasiun X, kebutuhan terhadap suatu sistem pengolahan dan penyampaian data yang baik sudah tidak dapat ditunda lagi, mengingat hal-hal yang telah diterangkan sebelumnya. Akan tetapi, pada kenyataannya, segala kegiatan yang menyangkut informasi pendataan pegawai pada TVRI Sumut saat ini masih menggunakan Microsoft Office Excel, dimana sistem pendataannya kurang efisien mengingat begitu banyaknya pendataan pegawai.
Tergerak dari segala permasalahan yang telah terjadi tersebut, penulis berkeinginan membuat suatu solusi yang mudah-mudahan dapat membantu kinerja pada kantor tersebut. Penulis dalam hal ini memilih TVRI Stasiun X dalam melakukan risetnya, untuk menampakan perkembangan yang lebih baik dalam berbagai bidang yang dijalaninya, terutama dalam teknologi informasi dan komunikasi.
Sehubungan dengan ketertarikan penulis terhadap permasalahan serta perkembangan yang terjadi di TVRI Stasiun Sumut, penulis berkeinginan membantu instansi tersebut untuk mengubah sistem penyampaian informasi yang telah ada sebelumnya, sehingga mempermudah semua pihak yang membutuhkan segala informasi yang ada di instansi tersebut. Atas dasar inilah, penulis tertarik mengangkat judul “SISTEM INFORMASI DATA PEGAWAI PADA TVRI STASIUN X MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0”.

1.2 Perumusan Masalah
Menyadari akan keterbatasan kemampuan manusia dalam menyelesaikan pekerjaan yang semakin meningkat dan rumit. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana menciptakan suatu sistem yang cepat, cermat dan teliti serta up-todate dengan menggunakan bantuan komputer untuk melakukan informasi pendataan pegawai dengan jumlah pegawai yang banyak.
Mengingat akan kurang efisiennya pekerjaan tersebut apabila dilakukan secara manual khususnya terhadap penggunaan waktu dalam pendataan pegawai, maka perlu adanya suatu sistem yang mampu dengan cepat serta memiliki ketelitian dalam melaksanakan suatu sistem informasi pendataan pegawai dengan menggunakan komputer. Oleh karena itu penulis mencoba membuat suatu sistem informasi pendataan pegawai dengan menggunakan salah satu aplikasi pada komputer yang berbasis windows, yaitu Microsoft Visual Basic 6.0.

1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dari pembuatan Tugas Akhir ini untuk mencari dan mengetahui bagai mana cara untuk mengatasi masalah-masalah dan kelemahan juga menciptakan suatu sistem baru yang cepat dan akurat pada suatu instansi dalam proses pendataan pegawai, khususnya pada TVRI Stasiun X, dengan menggunakan perangkat lunak yaitu bahasa pemograman Visual Basic 6.0.
Sedangkan tujuan dari pelaksanaan Tugas Akhir ini adalah untuk mencari suatu jalan keluar dan penerapan yang dibutuhkan dalam hal pelaporan pendataan pegawai sehingga dihasilkan suatu informasi yang diperoleh dengan mudah dan cepat, guna meningkatkan efektifitas dan efesien dan memanfaatkan fasilitas komputer.

1.4 Metode Penelitian
Dalam menyusun Tugas Akhir ini, penulis melakukan penerapan metode penelitian dalam memeperoleh data – data yang dibutuhkan sehingga penyusunan tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Adapun metode penelitian yang penulis lakukan adalah dengan cara :
1. Penelitian Lapangan
Yaitu suatu aktivitas penelitian untukmencari data-data yang lengkap dan akurat yang berkaitan dengan judul yang diteliti. Penelitian lapangan dilakukan dengan observasi langsung ke lapangan dan melakukan pencatatan-pencatatan terhadap penemuan yang dianggap perlu dilakukan.
2. Penelitian Pustaka
Yaitu suatu aktivitas penelitian dengan cara mengumpulkan data, informasi dan keterangan melaluibuku-buku dan majalah secara teoritis ilmiah ada hubungannya dengan masalah yang sedang diteliti.
3. Wawancara (Interview)
Yaitu peneliti melakukan pertanyaan langsung kepada para pegawai yang dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman terhadap permasalahan yang di amati.
4. Observasi (Pengamatan)
Yaitu melakukan pengamatan langsung ke objek penelitian untuk mengamati secara dekat masalah yang dihadapi dan melakukan pencatatan terhadap temuan secara khusus.

1.5 Kegunaan Penelitian
Dalam membuat suatu rancangan sistem informasi, tentunya kita ingin menciptakan suatu sistem yang siap pakai dan sesuai dengan yang diharapkan oleh pengguna. Bertitik tolak dari permasalahan tersebut kita harus melakukan penelitian, yang mana nantinya akan menambah wawasan melatih penulis guna menyesuaikan diri pada saat terjun ke dunia kerja dan demi pengembangan ilmu pengetahuan.

1.6 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan dari Tugas Akhir ini adalah :
BAB I PENDAHULUAN
Membahas tentang latar belakang, perumusan masalah, maksud dan tujuan, metode penelitian, kegunaan penelitian, sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Membahas tentang Visual Basic 6.0 secara singkat, pengertian komputer, pengolahan data, basis data (database), sistem informasi, struktur program Visual Basic 6.0.
BAB III TINJAUAN ORGANISASI
Membahas tentang sejarah singkat perusahaan, dan struktur organisasi.
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
Membahas tentang rancangan data base, algoritma, program dan juga tampilan program.
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM
Membahas tentang pengertian dan tujuan implementasi serta penerapan sistem.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Membahas tentang kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis dan saran-saran yang dapat diberikan oleh penulis.